Bit and Byte

Sejak balita Reza dan Lukman sudah piawai menggunakan computer. Entah kenapa anak-anak sekarang memang cepat sekali menguasai alat bantu yang satu ini. Dibandingkan generasi ortunya yang mengenal computer saat sudah dewasa, tentunya keakraban mereka sehari-hari melihat dan mencoba menggunakan computer yang makin mendorong kecanggihan tersebut.

Ketika Reza kecil memang saya mengajarkan beberapa hal, seperti mengenali keyboard, bagaimana mengetik dengan MS Word, menghitung dengan Excel. Yang saya ajarkan basicnya saja dan selanjutnya saya minta ia bermain dan mencoba berbagai button agar ia tahu kegunaannya masing-masing.

Ternyata Reza suka, dan kemudian belajar sendiri dengan metode trial & error. Bahkan ia juga belajar PowerPoint untuk presentasi, ber eksperimen untuk membuat slide show, memasukkan background music, semua dilakukan sambil bermain. Jadi ketika disekolah ada mata pelajaran multi media, Reza malah sering diminta bantuannya oleh teman-teman. Apalagi ketika ia berkenalan dengan Paint, dan sering sekali menggambar dengan program itu. Walaupun menyukai computer, Reza tetap menyukai cara manual untuk menggambar.

Dibawah ini contoh gambar-gambar yang dibuat Reza sekitar 3 tahun yang lalu (masih kelas 2 SD) menggunakan Paint.

Black widow

Merdeka!

Sedangkan untuk Lukman, karena kekhususannya, saya kurang mengajak Lukman bermain dengan computer. Hal ini sesuai dengan advis psikolog dan juga kepala sekolahnya, agar Lukman dikurangi waktu nonton tivi dan main computernya. Sehingga waktu luangnya saya pakai untuk melatih bicaranya Lukman (baca Lukman’s Story) kemudian bermain untuk mengenalkan pada hal-hal yang menambah kosa katanya. Juga mengajak menggambar, melukis, membaca, mendongeng, pokoknya lebih pada kegiatan bermain bersama. Tanpa itu, bisa-bisa Lukman habiskan waktunya didepan tivi, dan juga computer karena ia suka sekali nonton film berulang-ulang, atau memainkan computer dengan program yang disukainya.

Tanpa diajari pun, cukup dengan melihat kakaknya bermain, Lukman dapat menguasai program-program di computer dengan cepat. Bahkan Reza pun mengakui kalau adiknya itu sangat cepat belajar, meniru kakaknya bahkan menemukan sendiri dari berbagai hal yang dilihatnya di monitor.

Salah satu contohnya adalah games tentang kebun binatang yang paling digemarinya: Marine Park Empire. Dari balita, Lukman sudah bisa mengoperasikan program ini, membuat kebun binatang, memilih hewan-hewannya, flora dan fauna didalamnya, juga membentuk landscape dan menambahkan berbagai fasilitas juga personil didalam kebun binatang tersebut. Untuk saya program ini cukup rumit, dan kalau saya main pasti lelet, karena saya baca dulu manualnya, instruksi per bagiannya, memang tidak mudah rasanya. Tapi bagi Lukman semua dengan mudah dipelajarinya, dia dengan cepat mengetahui cara memainkan game tersebut dan betah berlama-lama merancang berbagai isi dari kebun binatang tersebut.

Setelah berkenalan dengan You Tube, Lukman juga bisa mencari sendiri topik-topik yang disukainya. Tentu saja tidak jauh dari hewan-hewan kesukaannya. Hanya saja untuk dinosaurus kami larang dia menonton dan mencari berbagai informasinya, karena bisa dibilang Lukman sangat terobsesi dengan mahluk purba yang sudah punah ini. Bahkan sampai cara berjalan, mengaum, dan tingkah laku hewan tersebut ditirukan Lukman, sehingga terlihat janggal. Setelah dilarang menonton dan mendownload gambar/video dinosaurus, barulah berkurang obsesi nya tersebut.

Selain You Tube, hal yang diperkenalkan pada Lukman adalah program Google Earth. Lukman yang memang menyukai atlas dan peta jadi terkagum-kagum melihat bagaimana detail dari bumi kita nampak di program tersebut. Ia lalu mencari lokasi pyramid, bangunan-bangunan terkenal seperti White House, lalu juga tugu Liberty di New York, tugu Jesus di Rio de Janeiro, menara Eifel di Paris, sampai tugu Monas di Jakarta dicarinya dan dapat ditemukan Lukman. Saya sendiri baru tahu bahwa detail dinding yang melindungi tugu Monas dapat terlihat di Google Earth tersebut karena Lukman yang menunjukkannya.

Selain bangunan-bangunan, tentunya Lukman berusaha mencari hewan-hewan kesukaannya di Google Earth tersebut. Namun ia sering kecewa karena begitu banyak bangunan yang memang menggunakan nama hewan, sehingga yang ditemukannya adalah gedung atau bangunan lagi, bukan hewan-hewannya.

Satu saat ada kejadian yang bikin saya juga kagum, karena Lukman bisa dapatkan informasi dengan ketekunannya mencari hewan kesukaannya. Pada mulanya dia minta bantuan saya. Saya tidak mengerti awalnya apa yang Lukman mau, tapi dia tunjuk-tunjuk koordinat yang dia temukan di file You Tube dan bilang “Google Earth, Mama”. Rupanya dengan memasukkan koordinat tsb (di copast) ke google earth kita bisa lihat kumpulan hewan-hewan Afrika di habitatnya. Itu dia lakukan tanpa ada yang menunjukkan, hanya karena dia suka dan mempelajari sendiri apa-apa yang nampak di monitor. Dibawah ini gambar-gambar dari You Tube dan Google Earth tersebut.

Informasi koordinat dari You Tube

Gambar kelompok gajah di Google Earth

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s