“Sapinya Lari…”

Untuk Idul Adha kali ini, seperti tahun yang lalu kami berniat berkurban lewat sekolah Lukman lagi. Beberapa hari yang lalu kami isi formulir pemesanan kambing kurban dan kembalikan ke sekolah. Setelah itu saya mendapat email dari ibu Kepala Sekolahnya Lukman, Ibu Endah, menanyakan apakah kami mau ikut bergabung untuk kurban sapi, karena ada beberapa orang yang berniat sama dan perlu 7 orang untuk berkurban per ekor sapi. Karena Papa, Reza dan Lukmannya setuju, saya langsung balas email tersebut. Dengan berkurban sapi bersama-sama saya pikir Lukman juga akan tambah belajar tentang berbagi.

Pada email tersebut saya juga tanyakan, kapan sang sapi akan tiba di sekolah, karena Reza mau ikut melihat. Ibu Endah menjawab sapi akan tiba hari Selasa pagi, dan akan menginap semalam di sekolah sebelum diserahkan ke mesjid, berarti Reza bisa melihat sore harinya sepulang sekolah.

Kebetulan dihari Selasa ini Reza akan pergi field trip ke pelabuhan Tanjung Priok untuk mengunjungi salah satu kapal perang TNI. Reza yang memang suka sekali mempelajari tentang ketentaraan dan berbagai senjata peperangan tentunya sangat gembira dengan rencana kunjungan tersebut. Karena itu tidak heran pagi-pagi sekali saat adzan Subuh Reza sudah bangun sendiri. Karena bus yang akan ditumpangi menunggu diluar lokasi sekolah, Reza tidak naik mobil jemputan tetapi saya antar.

Lukman saya bangunkan lebih pagi dari biasanya, dan langsung semangat begitu diingatkan sang sapi akan datang ke sekolah hari ini. Rupanya Lukman juga sarapan dengan lebih semangat dari biasa, sehingga saat saya kembali setelah mengantar Reza ia sudah selesai sarapan. Kamipun berangkat ke sekolah lebih awal dari biasa.

Di tengah perjalanan menuju sekolah, kami melihat seekor sapi sedang berlari kearah berlawanan. Saya berpikir ‘jangan-jangan ini sapi dari sekolah‘. Rupanya betul, dibelakang sapi ada penjualnya yang mengejar, diikuti bapak penjaga sekolah dan gurunya Lukman. Saya beritahu: “Lukman, itu sapinya dari sekolah” Lukman langsung heboh, bilang: “Sapinya lari… Sapinya kabur… ” kami ketawa-ketawa bahkan saat sudah sampai disekolah masih ketawa. Lukman langsung cerita pada guru yang menyambut, namun belum selesai ceritanya, sang sapi sudah terlihat kembali lagi ke sekolah, tapi…. sapinya tidak berhenti lari, dan terus lewati sekolah. Lukman bertambah heboh dengan kejadian tersebut lol

Siang harinya ketika dijemput pulang sekolah, Lukman minta saya foto sang sapi. Kamipun berhenti di gedung TK, khusus untuk berfoto. Ketika Reza sudah pulang dari field tripnya dan kami kembali ke sekolah melihat sang sapi, ternyata sudah ada beberapa anak-anak dari perumahan sekitar sekolah yang juga bermain disana melihat kambing dan sapi yang tentunya jarang mereka lihat sehari-hari. Lumayan juga jadi ada hiburan dan tambahan pengetahuan ya untuk anak-anak itu. Setelah puas melihat dan bermain sebentar dengan para kambing, kamipun pulang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s