Every Cloud Has A Silver Lining

Semester ini bukanlah semester yang terbaik untuk Lukman disekolah. Berbagai hal yang terjadi dan beberapa faktor yang berubah karena kenaikan kelas mempengaruhi emosi dan kenyamanannya, sehingga Lukman bisa dibilang sedang turun performancenya, baik secara sosialisasi maupun akademis di sekolah. Memang kalau ia merasa tidak nyaman, otomatis Lukman akan bereaksi dengan tidak mau mengikuti kegiatan, juga menjadi lebih sensitive dan mudah merasa terganggu dengan hal-hal yang terjadi di sekelilingnya. Beberapa kali saya mendapat laporan Lukman mencakar temannya, dan itu sangat meresahkan kami.

Ketidak nyamanan Lukman disekolah itu tidak sampai terbawa kerumah. Di rumah Lukman tetap merasa nyaman sehingga tidak ada perubahan perilaku. Ia tetap manis, tidak ada tantrum, mau ikuti aturan seperti biasa, bahkan terapi dirumah pun di lakukan dengan baik, terapisnya tidak mengalami kesulitan mengajak Lukman berkegiatan. Karena itu kegiatan terapi ini menjadi dukungan penting untuk menjembatani apa yang terjadi di sekolah dengan memberikan pengertian pada Lukman dan memberikan stimulasi yang kiranya dapat lebih membuat Lukman menjadi lebih nyaman dan kooperatif dengan teman dan gurunya.

Walau masih kurang nyaman di sekolah, ketika ada tugas untuk presentasi didepan kelas Lukman cukup bisa melakukan dengan persiapan dari rumah. Bulan lalu kelas Lukman mendapat tugas presentasi kampung halaman, semua anak maju untuk menceritakan kampung halaman orangtuanya. Karena kampung halaman Papanya – Koto Gadang di Sumatera Barat – mempunyai banyak ke istimewaan, saya tampilkan daerah ini untuk presentasi Lukman. Koto Gadang memang menjadi daerah tujuan wisata karena memiliki alam yang indah, kerajinan khas yang istimewa seperti sulaman selendang Koto Gadang yang sudah terkenal itu, kemudian juga ada kerajinan perak yang tak kalah kondangnya. Dan last but not least, makanan khas yang membuat banyak orang tergila-gila: gulai Itiak. Ini adalah masakan daging bebek yang diberi cabai hijau. Rasanya pedas, namun sangat menimbulkan selera. Semua ke istimewaan kampung Koto Gadang ini bisa di presentasikan Lukman dengan bantuan foto-foto yang saya dapatkan dari om Google.

Ketika Papanya pulang kantor, kami membahas foto-foto itu bersama-sama dan Papanya bilang: “Lukman nanti kasih tahu teman-teman ya” Lukman paham dan bilang; “Aku didepan, teman-teman lihat aku” saya jawab: “Iya begitu, Lukman bisa, kan?” Papanya dengan acting banget menyahut “Aku bisa, Mama!” maksudnya biar Lukman semangat. Tapi lucunya Lukman malah bilang: “Kamu kasih tahu teman-temanku ya?” Hahaha…

Bagaimana kemudian presentasinya Lukman dikelas saya dapatkan dari cerita dari ibu-ibu temannya Lukman. Sepertinya Lukman bisa melakukan dengan baik presentasi itu. Ya kami cuma bisa mendukung kegiatannya dengan persiapan di rumah, dan juga berdoa semoga Lukman semakin bisa mengatasi ketidak nyamanan di sekolah dan bisa kembali giat mengikuti aktifitas di sekolah bersama teman-teman…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s