Kelas Lima dan Kelas Dua

Semester ini Reza naik ke kelas 5 SD dan Lukman naik ke kelas  2 SD. Keduanya mengawali tahun ajaran dengan semangat, mungkin karena cukup puas dengan pengalaman menyenangkan saat liburan.

Untuk Reza, semester ini ia mengawali kegiatan baru, belajar di sebuah bimbingan belajar untuk pertama kalinya. Sejak kelas satu sampai kelas empat Reza belajar dirumah saja, belajar sama Mamanya. Awal belajar di SD ini Reza sempat mengalami kesulitan karena masalah motorik halusnya untuk menulis, sehingga Reza cenderung menolak jika diajak berlatih pelajaran tertentu terutama yang memerlukan ia menulis cukup banyak (baca: Reza dan Tulisannya). Di kelas empat, Reza sudah cukup bisa mengatasi kesulitan ini, namun keengganan belajar masih cukup besar, dan saya harus tawar menawar dan beradu argumentasi cukup lama sebelum Reza mau belajar. Itupun hanya saat ada ulangan atau ujian, jadi Reza tidak mau belajar rutin harian.

Mengingat ia sudah kelas 5 dan perlu lebih membiasakan belajar rutin harian, akhirnya saya diskusi dengan Papanya, dan sesudah mempertimbangkan berbagai opsi kami putuskan Reza mencoba belajar di bimbingan belajar. Kebetulan uda Ivan kakak sepupunya sudah pernah ikut bimbingan belajar, dan melihat uda Ivan cukup senang belajar disitu, Reza kami sarankan belajar disana juga. Untunglah Reza juga mau, dan mulailah ia belajar di bimbel sejak awal semester ini. Sampai saat ini sudah sebulan Reza belajar di bimbel, dan cukup senang dengan gaya belajar disana.

Untuk Lukman, semester ini jauh lebih bisa menyesuaikan diri pada awal tahun ajaran. Seperti biasanya, di Sekolah Tetum Bunaya hari pertama masuk sekolah tidak sama untuk setiap anak. Masuknya bertahap. Jadi hari pertama 4 orang, hari kedua menjadi 8 orang, dan seterusnya sampai minggu berikutnya semua murid sudah masuk. Hal ini memudahkan proses penyesuaian murid dengan kelas barunya.

Pada semester ini, Lukman masuk pada hari terakhir, dimana semua murid sudah masuk semua. Berarti Lukman dinilai guru kelasnya sudah cukup mudah menyesuaikan diri dengan situasi kelas baru. Walau Mamanya sempat deg-degan juga, namun Lukman memang terlihat cukup dapat menyesuaikan diri diawal tahun ajaran baru ini. Saya deg-degan karena Lukman sangat sayang sekali pada kak Wiwik, guru kelas Merkurius (kelas satu)nya. Disekolah Lukman dalam satu kelas ada dua guru, syukurlah guru kelasnya sekarang – kak Samsul – adalah juga salah satu gurunya dikelas Merkurius. Meskipun belum terlihat, saya tahu Lukman pasti kehilangan kak Wiwik, dan cuma bisa berdoa agar hal ini tidak menghambat proses penyesuaiannya dikelas baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s