Madagascar dan Outbound

Masih lanjutan dari cerita sebelumnya, saat ini sudah benar-benar berasa ya saatnya liburan. Anak-anak sudah terima rapor, jalanan mulai berkurang macetnya tanpa kendaraan yang antar jemput anak sekolah, dan mall-mall rame bukan main dengan anak-anak yang sedang libur. Reza dan Lukman cukup bersabar dengan hanya sesekali keluar rumah karena pekerjaan perbaikan atap rumah masih terus berlangsung. Satu kesempatan keluar adalah ketika menonton film di bioskop.

Madagascar 3

Film terakhir yang kami tonton adalah the Avengers (baca ceritanya: Lukman dan The Avengers). Lucunya ketika Lukman masuk sekolah lagi, rupanya hampir semua temannya nonton film yang sama dengan orangtua masing-masing, dan jadi pembicaraan yang ‘hits’ banget diantara bocah-bocah itu. Nah ketika liburan kali ini, saya sudah janjian dengan bundanya Vina, teman sekelas Lukman, untuk nonton film Madagascar 3. Lukman yang – seperti biasa menolak kalau diajak nonton film – jadi mau nonton dan semangat karena pergi bersama Vina🙂

Awalnya saya tidak terlalu antusias, karena saat menonton film Madagascar 1 dan 2 rasanya film ini yah masuk kategori menghibur saja, tidak ada greget yang tersisa setelah keluar bioskop. Tapi tidak begitu dengan Madagascar 3. Dari awalnya, pembukaan film sudah cukup menarik perhatian, dengan ketiga mahluk (dari film Despicable Me) bernyanyi acapela, sambil memainkan priwitan. Begitu juga selama film berjalan, baik animasi, musik latar maupun ceritanya sangat mengesankan. Apa mungkin karena kali ini kami nonton yang 3 dimensi ya? Tapi dari sisi ceritapun kali ini Madagascar lebih berbobot menurut saya, yang intinya tentang persahabatan dan kekompakan berteman. Selain itu, film ini memang betul-betul menghibur, lucu sekali sehingga sepanjang film anak-anak (dan juga ibu-ibunya hehe) cekikikan dan tertawa terbahak-bahak.

Usai menonton anak-anak main sebentar mengadu kecepatan mobil balap mungil bersama. Lukman betul-betul having fun, sehingga ketika kami pulang Lukman menangis tersedu-sedu dimobil lamaaa sekali karena masih belum mau pulang.

Bukit Kayangan

Saat belum punya ide mau kemana lagi yang dekat-dekat pada liburan ini, saya mendapat bbm tentang rencana outing dari Klub Dongeng FeMale. Wah senang sekali, karena sudah beberapa kali kami outing dengan FeMale radio acaranya selalu seru. Apalagi kali ini acaranya family outbound di Bukit Kayangan, daerah Sentul. Sudah terbayang udara segar yang akan dihirup, dan anak-anak bisa mengikuti kegiatan seru yang sudah disiapkan disana.

Walau belum pernah kesana, Alhamdulillah kami bisa sampai tanpa tersasar. Bahkan kami sampai sebelum rombongan yang memakai bus datang. Jadi sempat foto-foto dulu, menikmati pemandangan yang menyegarkan mata. Saat rombongan datang, seperti yang sudah saya duga, Lukman memilih untuk tetap main sendiri ditemani Papanya, sehingga Reza saja yang ikuti semua kegiatan bersama rombongan.

Kegiatan diawali dengan briefing untuk penjagaan keamanan, lalu dilanjutkan dengan dongeng bersama Paman Gery dan Bubu Mini. Reza dan Lukman gembira sekali bertemu dengan pendongeng favoritnya ini, dan duduk tenang mendengarkan kisah yang bertopik penjagaan lingkungan hidup. Karena sponsornya adalah minuman kemasan ‘A*u*’ maka  tentunya dongeng yang diberikan juga tentang gunanya air untuk kesehatan tubuh manusia.

Sebelum dongeng dimulai, sudah dibagikan kertas dan pensil untuk menggambar yang nantinya dipakai sesuai dengan jalannya dongeng. Tapi Lukman tidak mau menunggu, ia langsung menggambar dengan asik, sehingga anteng duduk ditempatnya sambil mendengarkan dongeng. Selesai gambar, Lukman langsung keluar ruangan mencari Papanya, walau dongeng belum selesai hihi…

Kalau Reza masih asik mendengarkan sampai dongeng selesai, dan setelah itu anak-anak berkumpul dilapangan dan mulai berbagai kegiatan permainan yang sudah disiapkan team pemandu disana. Ada kegiatan belajar mengenali sampah organik dan anorganik, ada kegiatan merayap dan meloncati tali, ada kegiatan memindahkan botol bersama-sama, dan banyak lagi kegiatan yang membutuhkan kekompakan kelompok.

Reza kebetulan bertemu dengan teman-teman yang juga sudah beberapa kali ikut kegiatan Klub Dongeng, sehingga langsung mendapat teman bermain. Saya perhatikan temannya satu kelompok juga lucu-lucu, model yang se tipe dengan Reza: ceriwis, kritis dan banyak gerak. Semua kegiatan Reza ikuti dengan senang, sampai saat makan siang tiba. Makan siangpun berkelompok, anak-anak lebih dulu baru orangtua, sehingga semua jadi tertib dan tidak berebutan giliran.

Selama Reza ikut kegiatan, Lukman asik dengan kegiatannya sendiri: meluncur tebing, main air (hmmm), lalu tidak jemu melihat ke air terjun di tebing seberang. Makan siangpun Lukman cukup suka, nasi dengan tahu-tempe-ikan mas goreng dan sayur asem khas Sunda memang bikin terbit selera di udara terbuka seperti itu ya.

Selesai makan siang, anak-anak mengantri untuk kegiatan outbound: memanjat tiang, spider web, meniti tali jembatan tinggi, dan flying fox. Namun karena keterbatasan alat yang disediakan, Reza tidak kebagian walau sudah mengantri sampai waktunya habis dan acara selesai.

Akhirnya saya bujukin saja Reza: “Kita pulang saja yuk, flying fox-nya nanti saja ya di Kampoeng Maen”. Reza tidak jadi kecewa, dan senyum setuju. Iya, kami memang merencanakan mau outbound ke Kampoeng Maen di Cibubur, karena senang sekali ketika libur tahun lalu main disana. Bagaimana ceritanya? Tunggu minggu depan ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s