Lukman dan The Avengers

Sudah lama kami tidak nonton ke bioskop, karena itu Lukman jadi susah lagi diajakinnya. Terakhir kami nonton Kungfu Panda, huaaa sudah lama sekali ya. Memang kami lebih suka berkegiatan diluar ruangan bersama anak-anak, jarang sekali mengajak mereka ke mall kalau tidak ada keperluan. Saat tanggal merah 6 April yang lalu kami sudah berencana akan nonton, tapi kehabisan tiket (maklum kalau libur, film yang sudah lama tayangpun laku berat) dan saat itu Lukman menangis sambil tarik-tarik tangan Papanya tidak mau nonton. Karena Papanya jarang lihat Lukman nangis ya jadinya dituruti, kami tidak jadi nonton. Wah saya pikir lain kali kami harus paksa Lukman nonton ke bioskop, supaya bisa lebih tenang, tidak tegang seperti pertama kali diajak nonton (untuk ‘perjuangan’ mengajak Lukman mau nonton ke bioskop baca Nonton ke Bioskop, Lukman Nonton Lagi, dan juga Lagi-lagi Nonton)

Kemarin di hari kejepit nasional, saya nekat aja ngajak Lukman nonton the Avengers. Pilihan filmnya antara the Avengers atau Thomas. Tapi kalau saya pilih Thomas, kakak Reza dan uda Ivan pastilah segan nontonnya, karena film yang anak-anak sekali. Sedangkan film the Avengers mereka sudah lama bilang “Teman-teman sudah pada nonton dan bilang filmnya bagus” Ya sudah, saya pilih the Avengers saja, walau film itu pasti banyak hebohnya. Papanya nggak libur, jadi bisa dititipin beliin tiket nonton saat lunch break supaya nggak kehabisan tiket. Jadi kita nggak perlu antri lagi (saya sudah mbayangin sulitnya antri, sementara ada yang nangis-nangis tidak mau nonton hehe). Sebelum berangkat, walau tidak diberitahu mau nonton Lukmannya sudah feeling bakalan diajak nonton dan sudah bilang “Aku nggak mau nonton” dan sepanjang perjalanan diam saja.

Sampai di mall, dia langsung makin turun sudut bibirnya, dan ketika masuk ke lobby bioskop mulai menangis. Tapi tidak sampai menarik-narik tangan saya untuk keluar sih. Kami sempat menunggu sebentar sebelum pintu teater dibuka, sekitar 15 menitan, dan Lukman tidur-tiduran di kursi lobby bioskop. Saat masuk teater, tanpa ditarik-tarik, dia jalan sendiri, menggandeng saya sambil tutup kuping.

Filmnya dari awal memang heboh jedar jeder, saya juga rada bosan karena cerita khayalan seperti itu bukan favorit saya, tapi memang seru actionnya. Awal film Lukman tutup kuping terus, lalu sempat minta ke toilet (tapi cuma sekali, lumayan dibanding saat film Narnia sampe 3x ke toilet haha). Setelah lewat separuh film, mulai tertarik Lukmannya, sudah lepas tutup kuping walau minta dipangku. Ia cuma tutup mata ketakutan saat Hulk-nya berubah menjadi besar. Tapi beberapa saat Lukman ngintip-ngintip, dan akhirnya mau nonton sampai selesai.

Selesai nonton, Lukman senang sekali Papanya sudah jemput lagi diluar pintu teater. Sama Papanya Lukman langsung bilang perutnya sakit, saya bingung juga kenapa ya. Lalu kami makan dulu. Ternyata, Lukman sudah lapar berat, hahaha, makannya banyak dan sesudah makan keluar lagi deh senyum dan keisengannya. Pulang kerumah langsung tidur pulesss….

Keesokan harinya saya tanya “Lukman, filmnya seru ya kemarin?”

Lukman jawab “Iya, seru”.

Saya tanya lagi “Lukman suka film-nya?”

Lukman jawab “Suka”

Saya tanya lagi “Besok-besok kita nonton lagi ya?”

Lukman jawab “Tidak, Sayang, aku tidak mau nonton bioskop, aku dirumah saja”

Hehehe….

Baca juga: Nonton ke Bioskop, Lukman Nonton Lagi, dan Lagi-lagi Nonton

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s