Our First Autism Expo Together

Selama ini kalau ada acara autism expo, atau seminar dan juga workshop autisme, biasanya hanya saya yang pergi menghadiri. Umumnya acara yang lalu diadakan saat hari kerja, karena itu hanya saya yang datang. Untuk Walk for Autism, kegiatan yang rutin diadakan Yayasan Autisma Indonesia untuk memperingati Hari Peduli Autisme, sudah beberapa kali kami berencana ingin ikut, sudah mendaftar, bahkan tahun ini sudah mengambil kaus peserta, tapi ada saja halangannya, tahun ini Lukman sedang tidak sehat, batuk-pileknya makin menjadi sehingga kami lagi-lagi batal ikut. Akhirnya kami putuskan untuk datang ke autism expo-nya saja, itupun sudah siang karena Lukman susah sekali makan sarapannya.

Sebelum datang, saya janjian dengan beberapa teman untuk bertemu disana. Teman yang pertama, teman dari masa kuliah yang anak autisnya sudah remaja, ikut Walk of Autism dari pagi, dan karena anak keduanya harus kesekolah jadi sudah pulang ketika kami datang, tidak jadi ketemu. Teman yang kedua, yang anaknya satu sekolah dengan Lukman datang juga lebih dulu dan pulang sebelum kami datang juga. Teman yang ketiga, nah ini yang seru. Saya baru kenal bapak ini dari group ortu anak autis yang baru saya ikut beberapa bulan terakhir. Ketika membaca sharingnya terutama tentang dirinya sendiri yang Aspie – penyandang asperger syndrome, saya tertarik sekali karena meskipun gaya bahasanya yang kocak, caranya memandang masalah dalam hidup ini begitu bijak, sehingga saya cerita pada suami saya kok orang ini asik bener. Ternyata… bapak tersebut teman masa kecil suami saya, satu sekolah dan bertetangga. Dunia ini memang kecil ya. Akhirnya kami bertemu di expo kemarin.

Baru masuk gedung sudah terdengar bunyi live music dari pentas, ketika kami sampai. Lukman langsung menutup kupingnya, seperti biasanya kalau mendengar suara keras dari sound system. Walau begitu Lukman tidak menolak diajak mendekati pentas, malah kemudian mengajak lebih maju supaya bisa jelas melihat pertunjukan music yang seru itu. Ada dua orang remaja dipanggung, bermain piano dan gitar elektrik, keren sekali! Setelah itu, tanpa diduga yang naik ke pentas adalah mas Osha – Natrio Catra Yososha – yang sudah kami kenal dari beberapa tahun yang lalu, bahkan pernah menjadi tamu pada acara sekolah Lukman (baca Aku Sahabat Anak Spesial). Lukman tambah mendekat ke panggung, dan terus bilang “Aku mau main biola…” dari pertemuan yang dulu itu memang Lukman sudah terpesona dengan permainan biola mas Osha. Kamipun bertemu dengan bundanya Osha, dan sempat ngobrol sambil menunggu Osha selesai manggung. Lukman jadi tertarik untuk lebih dekat ke panggung, bahkan naik ketika Osha selesai, dan gentian yang dipanggung remaja autis bernama Daniel Cuandy yang hafal kalender sampai 150 tahun, dan masuk rekor MURI. Ketika Lukman naik panggung dan nggak mau saya panggil, Osha langsung menggendong, dan bawa turun Lukman, hahaha lucu banget.

Ketika teman Papanya datang, Lukman lagi asik main perosotan ditepi panggung. Bukan perosotan mainan sih, tapi tangga miring (untuk kursi roda) yang dijadikan perosotan olehnya. Akibatnya jadi susah mengajak Lukman menghampiri Papanya untuk berkenalan dan berfoto bersama, tapi akhirnya mau juga sebelum melesat kembali main perosotan lagi. Setelah itu kami makan siang, dan kemudian pulang. Yang tadinya niat saya ke expo itu juga mencari buku/alat belajar dirumah untuk Lukman ya nggak kesampaian, karena nguber Lukman lari sana sini. Judulnya ‘today is my day’ banget untuk Lukman😀

2 thoughts on “Our First Autism Expo Together

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s