“Yeah, I know….”

Sejak kecil Lukman memang sangat tertarik pada bahasa Inggris dan cepat sekali menangkap kata-kata dalam bahasa itu walau tidak pernah diajari dengan sengaja. Ketika umur 2 sampai 6 tahun Lukman masih berjuang mengejar kemampuan bicaranya, selain di terapi wicara, kami juga disarankan untuk tidak bicara dalam bahasa lain kepada Lukman, agar ia tidak bingung dan menghambat perkembangan bicaranya. Karena itu ketika Lukman bicara dalam bahasa Inggris, kami sering katakan “Bahasa Indonesia saja, Lukman”. Pada saat kemampuan bicaranya sudah membaik, barulah kami dengan sengaja mengajar dan memakai bahasa Inggris dirumah.

Namun tanpa disengajapun di periode yang lalu itu Lukman cepat sekali menyerap kata-kata bahasa Inggris dan memakai kata tersebut dengan tepat. Contoh yang paling saya ingat adalah ketika pertama ia katakan the lion, saat baru berumur 4 tahun. Cerita lengkapnya ada di Binatang Apa?  Lalu saat membaca buku, ketika ada gambar seorang nenek, saya tanya “Lukman ini siapa?” berharap jawabannya nenek atau oma. Tapi Lukman malah jawab “Grandma!” membuat saya terkejut. Tidak hanya bentuk kata, Lukman juga bisa menjawab dengan kalimat yang tepat. Contohnya seperti yang saya tulis di cerita They’re Gone! ketika Papanya tanya Lukman dimana sendalnya, Lukman jawab spontan: “They’re gone!”.

Ketika kakak Reza belajar untuk ulangan bahasa Inggris, Lukman juga suka nimbrung. Awalnya karena dia cemburu nampaknya, kok Mamanya sama kakak dan tidak main sama Lukman. Akhirnya Lukman ikutan baca buku bahasa Inggrisnya Reza. Kebetulan ketika itu topiknya A Trip to the Zoo. Saya tanya semua nama binatang dalam bahasa Inggris pada Lukman, ternyata dia bisa semua! Cerita lain adalah ketika membuat tugas rekaman untuk tugas kakak Reza. Setiap semester Reza ada tugas merekam percakapan dalam bahasa Inggris. Kalau sebelumnya kami lakukan dalam kamar, mengunci pintu karena Lukman pasti mau ikutan pegang mike dan kami jadi tidak bisa merekam apa-apa. Tapi semakin besar, Lukman semakin bisa diberitahu dan mengerti untuk tidak mengganggu, kami biarkan Lukman ikut mendengarkan saat kami rekaman. Waduh, lihat mimiknya Lukman saat itu lucu sekali, matanya berbinar, sambil memandang penuh kekaguman dia katakan “Waw kau hebat, Mama! Kau hebat, Kakak!” ketika mendengar kami bicara dalam bahasa Inggris. Lukman seperti menemukan harta karun yang selama ini disembunyikan, hahaha….

Walau kagum pada bahasa Inggris seperti itu, awalnya ada penolakan dari Lukman ketika ia sudah mulai kami ajak bicara dan membaca dalam bahasa Inggris. Rupanya terus menempel ya kebiasaan kami dulu katakan “Bahasa Indonesia saja, Lukman” itu. Sekarang malah gantian Lukman yang katakan “Bahasa Indonesia saja, Mama” kalau saya bacakan cerita dalam bahasa Inggris maupun kalau diberitahu kata baru dalam bahasa Inggris. Disekolahpun Lukman tidak mudah diajak mengikuti kelas bahasa Inggris. Memang sih Lukman baru dikelas 1 SD ini mau untuk terlibat kegiatan kelas dengan aktif. Kalau sebelumnya Lukman walau mau mengikuti semua kegiatan tapi belum terlibat sepenuhnya. Ada waktu-waktu tertentu dimana ia lebih suka membaca dipojok perpustakaan kelas. Begitu pula dengan kelas bahasa Inggris ini, sepertinya Lukman masih suka menghindar walau untuk kegiatan lain Lukman sudah mau ikut aktif terlibat.

Namun saya dapat laporan menggembirakan, karena dikelas bahasa Inggris akhir-akhir ini Lukman rupanya sudah mulai dengan malu-malu ikut aktif. Perubahan ini dimulai sejak ibu kepala sekolahnya sendiri yang mengajar kelas tersebut, mengantikan guru bahasa Inggris yang sedang kurang sehat. Mungkin karena pendekatan mengajar yang berbeda, Lukman yang tadinya menolak berbahasa Inggris, juga menolak diajar kepala sekolahnya, akhirnya mulai mau berubah mau ikuti kegiatan kelas. Dia mau mengucapkan kata bahasa Inggris – dengan sempurna – juga sudah mulai berhenti bilang “Bahasa Indonesia saja” pada kepala sekolahnya, dan yang terasa sampai kerumah: Lukman mulai lebih sering bicara dalam bahasa Inggris seperti pada cerita-cerita dibawah ini.

Beberapa hari yang lalu ada belalang raksasa dihalaman rumah, rupanya salah satu kakinya putus, karenanya belalang tersebut tidak bisa melompat jauh. Pulang sekolah Lukman melihat belalang itu, saya katakan “Kakinya putus, Lukman, kasihan ya…” Lukman menjawab: “Yeah, I know…” tadinya saya nggak terlalu menangkap dia bilang apa, lalu Lukman tegaskan “Aku bahasa Inggris, sayang” hahaha… Kemudian disalah satu weekend, ketika Papanya sedang menemani Lukman mau tidur, bukannya Papanya yang bacakan buku, tapi Lukman yang bacakan untuk Papanya. Anehnya, buku yang dibaca bukan buku cerita naga, tapi mendadak saya dengar Lukman ngomong “Ini Papa, how to train a dragon…” Saya yang sedang ngetik di computer sampai balik badan, mau tahu buku apa sih yang dibacakan, kok Lukman berkata begitu. Melihat bukunya bukan tentang naga, saya tanya Papanya “Lagi baca apa sih?” Papanya juga kasih mimik bingung, tidak mengerti kenapa Lukman ucapkan kalimat itu😆

And last but not least, kejadian lucu dua malam yang lalu. Saat itu waktunya tidur, Reza dan Lukman sudah berbaring ditempat tidurnya. Mendadak terdengar bunyi kentut, Reza cekikikan. Lukman spontan bilang “Disgusting!” waduh, saya betul-betul terkesima. Pas banget sih komentar Lukman, kok dia tahu ya. Saya tanya, Lukman tahu artinya disgusting? Dia jawab “Eeeuuwwww bau sekaalii…” Walau jawabannya tidak tepat, tapi pemakaiannya benar, saya penasaran tanya lagi “Lukman tahu darimana disgusting?” pertanyaan yang susah dijawab oleh Lukman, karena pertanyaan abstrak. Tapi Reza yang memberi tahu saya (sering begitu hehe, kakaknya yang lebih tahu apa yang diperhatikan Lukman). Reza katakan “Itu loh Mama, adegan film Nemo (sblm tidur Lukman nonton film Finding Nemo) yang waktu akuariumnya kotor trus si ikan buntal makan lumutnya dan sendawa kencang, temannya ikan yang warna kuning itu bilang “Disgusting!”. Sesudah Reza ceritakan, saya baru ingat lagi adegan itu. Tapi tetap heran, berarti Lukman samakan bunyi sendawa keras dengan bunyi kentut ya, berarti dia paham keduanya itu tidak sopan kalau sampai berbunyi keras hihihi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s