Lukman ke Kidzania!

Sepertinya tidak ada yang terlalu istimewa ya dengan judul diatas🙂

Tapi untuk Lukman, ini hal yang sangat istimewa. Beberapa kali ada kesempatan untuk mengajak Lukman ke Kidzania, tapi kami ragu-ragu, karena Lukman tidak suka ruangan yang temaram atau terlalu terang, dan tidak suka kehebohan atau bunyi yang keras, baik itu musik, atau suara lainnya. Padahal hal-hal tersebut justru yang akan dijumpainya di Kidzania. Karena itu sampai bulan yang lalu, Lukman tidak pernah berkunjung ke Kidzania.

Tiap tahun sekolahnya Lukman selalu mengadakan outing, dimana anak-anak bisa menikmati suasana yang berbeda diluar sekolah, namun tetap mendapatkan ilmu. Tahun yang lalu saat masih TK, Lukman pergi ke Godong Hijau, sebuah tempat perkebunan/pembibitan tanaman, juga tempat mempelajari hewan terutama reptil. Lukman senang sekali bisa melihat kura-kura raksasa dari Brazil disana. Tahun ini sekolah Lukman akan berkunjung ke Kidzania (baca posting Kidzania dan Tetum Bunaya di blog Sekolah Tetum Bunaya).

Walaupun ada keraguan itu, saat datang surat pemberitahuan untuk orangtua dan harus mengisi formulir konfirmasi ijin anak mengikuti outing ke Kidzania, saya langsung menandatangani untuk persetujuan kepergian Lukman kesana. Saya yakin guru-gurunya dapat menjaga keselamatan dan kenyamanan anak-anak selama dijalan dan di Kidzania, apalagi saya tahu di Kidzania keamanan pengunjung ciliknya sangat dijaga. Harapan saya, karena pergi beramai-ramai dengan teman sekelasnya Lukman akan bisa menikmati suasana yang biasanya kurang disukainya itu.

Beberapa hari sebelum pergi, saya siapkan informasi untuk Lukman. Saya perlihatkan foto-foto Kidzania, juga bus Big Bird yang nanti akan membawa Lukman dan teman-teman ke Kidzania. Ketika diperlihatkan foto-foto itu, Lukman terlihat cukup tertarik, dan sempat bilang “Waw….” ketika melihat foto Balai Kota nya, lalu berbunyi “Sssllrrpps!” ketika melihat pembuatan wafer, dan saat melihat pilot cilik ‘menerbangkan’ pesawat, Lukman bilang “Aku mau naik pesawat!”. Namun saat sudah selesai, Lukman bilang “Aku tidak mau pergi….” dan tetap tidak mau pergi, walaupun sudah diingatkan keseruan yang akan dialami disana.

Kebetulan hari itu Lukman memang sedang kurang fit badannya, dan sudah dua hari dirumah. Siang harinya, saya sempat email kepada Ibu Kepala Sekolahnya, menceritakan keengganan Lukman pergi ke Kidzania, agar guru kelasnya bisa lebih mengajak Lukman dan menjelaskan rencana outing tersebut. Tapi tanpa disangka, sore hari ketika kakak Reza pulang sekolah, Lukman malah cerita “Aku mau ke Kidzana!” Waah sudah mulai berubah pikiran nih, saya senang juga.

Keesokan harinya saat diantar kesekolah, sehari sebelum outing, Lukman sudah bertanya “Mana bus-nya, Mama?” Saya jawab, “Laaah kan masih besok perginya, sayang”. Makin senang saya melihat Lukman sudah makin kelihatan mau pergi. Siang harinya, ketika saya jemput, ibu guru kelasnya cerita sambil senyum-senyum “Waah nggak perlu dibujuk Bu, begitu datang dikelas, Lukman langsung bilang: ‘Siapa yang mau ikut ke Kidzania sama aku?’ hahaha gaya banget deh. Lalu saat dijelaskan dengan gambar tentang perjalanan menuju Kidzania: naik bus bersama teman-teman, lewat jalan raya dan melewati traffic light, Lukmannya nambahkan sendiri ‘Ada pak polisi sedang bertugas dijalan!'”. Hahaha ada-ada saja tingkahnya Lukman, selain geli mendengar kelakuannya itu, saya makin lega Lukman sudah semangat untuk pergi.

Keesokan harinya Lukman harus bangun lebih pagi dari biasanya. Saya yang sempat kawatir Lukman akan mengantuk saat dibangunkan, rupanya tidak perlu kawatir karena Lukman sudah bangun duluan! Memang ia suka begitu, kalau excited akan pergi maka bangunnya jadi pagi-pagi sekali. Lukman sarapan dan mandi seperti biasanya, dan tiba ditempat berangkat pada waktunya.

Walaupun masih gelap, jam 05.30 itu teman-temannya sudah banyak berkumpul. Bis Big Bird pun sudah siap berangkat. Menunggu beberapa teman yang belum sampai, Lukman sempat saya antarkan sampai duduk di bus. Wah senangnya, Lukman langsung utak-atik lampu diatas kepala dan pengatur ac-nya. Tidak lama menunggu lengkaplah anak-anak yang akan pergi, merekapun berangkat, diiringi tatapan mata para orangtua yang mengantarkan. Walaupun masih sedikit khawatir, saya lega sejak bangun tidur sampai keberangkatannya Lukman dalam kondisi yang senang dan ceria.

 

Selama Lukman dan kawan-kawan diperjalanan dan juga di Kidzania, informasi terus diberikan pada orangtua lewat akun twitter sekolah, maupun juga lewat info dari guru yang bertugas menunggu di sekolah. Sampai mana bus-nya, dan sedang apa anak-anak di Kidzania, terus diberikan infonya sehingga menenangkan para orangtua terutama ibu-ibu yang jarang melepas anaknya pergi sendiri. Saya hari itu sengaja mengajak ibu saya pergi berbelanja, jadi tidak selalu kepikiran Lukman yang sedang pergi. Selain itu Ibu Kepala Sekolahnya Lukman yang paham sekali kekhawatiran saya juga terus mengirimkan sms tentang Lukman, sedang main apa, sedang dimana, jadi saya bisa tenang mendengar Lukman bisa enjoy disana.

Akhirnya saat rombongan kembalipun tiba. Senang sekali melihat muka anak-anak ceria turun dari bus. Ada beberapa yang mengantuk, rupanya tertidur dalam perjalanan pulang. Lukman sendiri terlihat ceria sekali. Ia pulang dengan masih berkalung identitas dirinya, juga uang Kidzos yang diperoleh hasil ‘bekerja’ di Kidzania. Selain itu, saya perhatikan ada tempelan ‘special need child’ didadanya. Wah bagus sekali perhatian Kidzania pada anak berkebutuhan khusus.

 

Melihat muka Lukman yang ceria walaupun sudah lelah, dan ditambahi lagi ceritanya : “Aku ingin kembali ke gedung itu, kembali ke Kidzania jadi dokter gigi. Ada kuman2 jahat…” lalu : “Ada pemadam kebakaran teriak: apinya terbakar lagi!!” satu lagi; “Aku tadi jadi pilot pesawat terbang, Mama”. Semua ocehannya bikin saya lega dan bahagia sekali. Ternyata, Lukman sudah bisa bepergian cukup jauh, tidak sama Papa-Mama, ketempat yang tidak biasa dikunjungi, dan bisa menikmati pengalamannya hari itu. Bertambah lagi perkembangan Lukman, buat kami ini satu langkah kemajuan lagi untuk sang buah hati🙂

Foto-foto dibawah ini koleksi Sekolah Tetum Bunaya

2 thoughts on “Lukman ke Kidzania!

  1. Karena dianggap sudah berkembang baik, Lukman berada dalam kelompok yang terdiri dari 5 anak, dan dipandu seorang kakak, tidak berada di grup tunggal (anggota kelompok hanya seorang), seperti yang kami lakukan dengan ABK lain. Sekalipun demikian, pengawasan terhadap Lukman lebih ekstra untuk mengamati reaksi sekecil apa pun. Alhamdulillah, Lukman kooperatif mengikuti alur, dan mau bersabar menunggu giliran. Dia juga sudah bisa nyaman mengikuti perubahan-perubahan suasana di dalam ruangan. Perkembangan ini tentu karena stimulasi yang kaya terhadap Lukman selama ini, yang dilakukan papa mamanya. Go go go, Lukman!

    • Alhamdulillah…

      Kami bersyukur untuk kejelian kak Endah dan kakak-kakak Tetum lainnya yang selalu bersikap positif dan percaya akan kemampuan muridnya, sehingga menambah percaya diri-nya Lukman (dan juga Mamanya hehe…)

      Terimakasih kakak-kakak Sekolah Tetum Bunaya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s