Reza, Kurban dan Buletin

Saya lagi mellow banget malam ini. Bukan karena ada sesuatu yang bikin saya sedih, tapi malahan ada sesuatu yang bikin saya bangga, dari anak-anak, khususnya Reza.

Beberapa minggu yang lalu kami menerima surat pengumuman tentang penyelenggaraan kurban disekolahnya Reza. Namun karena tahun ini kegiatan tersebut kami rencanakan seperti tahun-tahun sebelumnya: dikirim kekampung halaman kami, surat tersebut tidak kami tanggapi. Awal bulan ini kami menerima surat yang isinya hampir sama dari sekolahnya Lukman. Seperti surat yang sebelumnya, tadinya kami tidak menanggapi karena sudah ada rencana berkurban dg tujuan diluar kota.

Namun melihat perkembangan Lukman disekolah dimana saat dia mulai menikmati kebersamaan dengan teman-temannya, kami pikir kegiatan berkurban ini akan menambah pengalaman dan semangatnya disekolah. Kegiatan berkurban disekolah Lukman tidak hanya sepihak, dimana kami hanya menyerahkan hewan kurban, lalu sekolah yang akan mengurus proses dan pembagian dagingnya. Kegiatan berkurban disekolah Lukman sangat melibatkan anak muridnya. Mulai dari pemilihan hewannya, lalu bertransaksi tawar menawar harganya, kemudian membawa hewan tersebut kembali kesekolah, dan merawatnya sampai waktu akan diantarkan ke mesjid dekat sekolah.

Setelah diskusi dengan Papanya, juga melihat respon Reza saat dikatakan akan berkurban disekolah Lukman, akhirnya kami setuju untuk melanjutkan pembelian kurban lewat sekolahnya Lukman. Kenapa melihat respon Reza? Karena sudah beberapa kali kesempatan berkurban sebelumnya Reza selalu meminta agar kami membeli kurban lewat sekolahnya. “Supaya Reza bisa ajak main kambingnya dulu” katanya. Kami sempat khawatir, kalau dikatakan kami akan membeli disekolah Lukman nantinya Reza bisa ngambek. Tapi ternyata tidak. Ketika ia pulang sekolah dan melihat surat edaran tentang kurban dari sekolah Lukman, Reza duluan yang bicara “Seandainya kita berkurban di Tetum…” dan ketika saya jawab memang rencana tahun ini seperti itu Reza langsung loncat-loncat kegirangan.

Saya jadi terharu, ternyata Reza tidak ngambek, malahan ikut gembira. Keesokan harinya ia berpesan “Kalau bisa domba ya Mama, yang tanduknya melingkar gitu…” Saya jawab tergantung stock yang ada, kalau ada domba yang bagus ya dibeli, kalau tidak ya terpaksa membeli kambing saja yang pasti banyak stocknya.

Siang harinya, Reza dengan berseri-seri menunjukkan sesuatu yang dibawanya dari sekolah. “Mama, lihat, ada cerita Reza disini!” ooo rupanya dia baru dibagikan bulletin sekolah, dimana didalam bulletin itu ada tulisan Mamanya tentang Reza dan kondisi autisnya adek Lukman (baca cerita Adikku Autis Dan Aku Sayang Dia) . Saya lagi-lagi terharu, dia begitu bangga dengan tulisan itu dan tidak merasa terganggu dengan diungkapnya kondisi autistik adek Lukman.

Hari ini, Reza semangat sekali ketika saya jemput pulang sekolah. Biasanya ia pulang naik mobil sekolah, tapi istimewa untuk hari ini karena Lukman pagi tadi sudah membeli dan membawa domba pulang kesekolah, Reza sudah saya janjikan akan diantar kesekolah Lukman disore hari untuk menengok sang domba.

Reaksi pertama Reza ketika saya perlihatkan foto si domba “Wah cantik sekali!” hahaha memang domba satu ini bertanduk melingkar, dan cukup besar badannya. Ketika bertemu sepupunya, Reza langsung menawarkan “Mau ikut nggak kesekolah Tetum, lihat dombanya Reza?”. Sampai dirumah, habis berganti baju, Reza dan Lukman langsung ke sekolah Tetum.

Sampai disekolah Tetum, keduanya langsung menemui sang domba. Mereka asik membelai dan mengajak bicara sang domba. Saya senang keduanya tidak berebut dan bisa mengerti bahwa satu domba ini untuk mereka berbagi.

Melihat mereka seperti ini, rasanya bangga punya anak-anak yang saling akur, walau sering juga berantem tapi pada dasarnya Reza dan Lukman saling menyayangi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s