Taj Mahal

Karena minggu depan sudah mulai UTS lisan, Reza saya minta belajar diweekend ini. Seperti biasa, Reza paliiing enggan kalau diminta belajar, padahal sehari-hari dia jarang mengulang pelajaran sekolah, sampai rumah dia langsung main, sesekali saja latihan kalau ada PR (itupun tidak setiap hari). Jadi kemarin itu Mamanya sudah ‘ceramah’ dipagi hari, mengingatkan Reza bahwa ia perlu mempersiapkan diri menghadapi UTS. Setelahnya baru deh Reza mau mandi dan mulai belajar.

Saya dampingi Reza belajar pagi itu, dan setelah selesai beberapa topik, saya lalu pergi ke mall dekat rumah, mencari bahan ditoko buku untuk latihan Reza. Rezanya sendiri lanjut belajar dengan Papanya. Saat ditoko buku, saya juga mencari buku-buku untuk Lukman, baik buku aktifitas maupun buku dongeng. Selain itu juga beli cd Chuggington kesukaan Lukman. Untuk Reza, saya cari buku latihan soal, dan ketika mau belikan sesuatu untuk rewardnya belajar, saya kebetulan melewati bagian puzzle 3D. Wah ini dia nih, pasti Reza senang dibelikan dan kegiatan membuat puzzle itu juga bagus utk latihan motorik tangannya. Sekali kayuh, dua pulau terlewati jadinya🙂

Sempat ragu memilih antara Eiffel dan Taj Mahal, saya akhirnya pilih yang terakhir, karena beberapa hari yang lalu Reza pernah bicara tentang makam termahsyur itu. Selesai belanja ditoko buku itu, sayapun pulang. Sampai dirumah, baik Reza dan Lukman senang dengan ‘oleh-oleh’ dari toko buku, dan Reza jadi semangat menyelesaikan latihannya karena sesudah itu dia bisa membuat puzzle.

Habis magrib dan selesai semua latihannya, Reza langsung ambil puzzle tersebut dan mulai mengerjakannya. Sempat sih bilang “Kayanya susah deh Mama” mungkin supaya Mamanya ikut bantuin, tapi saya bilang “Kan kita sudah pernah bikin sama-ama yang puzzle kuda Troya, (lihat cerita Kalau Mau Hasil Yang Bagus….) itu lebih ribet loh, kali ini Reza bikin sendiri dong…”. Akhirnya Reza teruskan sendiri, asik bener. Walau tangannya sibuk bekerja, dan dia serius sekali memperhatikan bagian per bagian yang dirakitnya, Reza teteup ngoceh, membicarakan sejarah Taj Mahal itu.

Seperti biasa, ada saja omongan Reza yang bikin Mamanya penasaran. Reza bilang “Tau nggak Mama, Shah Jahan yang membuat Taj Mahal ini kejam lho, sesudah Taj Mahalnya selesai, arsiteknya dibikin jadi buta, dan tangannya dipotong, supaya mereka tidak bisa bikin bangunan yang menandingi Taj Mahal.”. Mamanya bilang “Haaa, kok kejam amat sih?” dan mikir wah perlu dicek ricek lebih lanjut deh cerita Reza ini. Lalu Reza bilang “Kalau jaman dulu itu memang di India pemimpinnya suka kejam, makanya rakyat India di Punjab bikin agama baru, namanya agama Sikh. Kalo di Islam ada Imam, di Kristen ada Paus, di agama Sikh ada Guru”. Emmmm yang ini Mamanya juga nggak tahu, heuheu bener-bener perlu googling deh…

Akhirnya selesai lah puzzle Taj Mahalnya, Reza senang banget karena betul-betul ia yang merakitnya sendiri.

Ternyata di Wikipedia (versi bahasa melayu) memang disebutkan ada cerita dari mulut ke mulut tentang dipancungnya arsitek Taj Mahal dan cerita dipotong tangannya pekerja yang membangun Taj Mahal, namun walau mitos itu sudah melegenda, tidak ada buktinya, bahkan dikatakan hal itu bertentangan dengan sifat Shah Jahan yang sentimental. Lalu untuk topik agama Sikh, memang ternyata pimpinan agamanya dipanggil dengan sebutan Guru🙂

2 thoughts on “Taj Mahal

    • Ayooo coba bikin sama Aliif, Bunbun… Bisa dibeli di gr****dia atau kalo mau yg jauh di toko h*ns, asemka yg lebih jauh tapi lebih murah hehe… Dikotaknya ada dituliskan utk umur berapa, tentunya utk yg balita lbh mudah dirakitnya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s