Enjoying Lebaran With Lukman

Menimbang kejadian di hari kedua lebaran, saat Lukman sempat bete dan jadi tidak mau makan (baca posting sebelumnya: Too Much Going On + Different Environment = Meltdown), di hari lebaran ketiga, kami berkunjung ke 2 rumah saja. Yang pertama rumah Oom Papanya yang selalu jadi tempat berkumpul keluarga besar. Kami datang cukup awal, sehingga rumah besar itu belum terlalu ramai. Lukman kelihatan senang karena disana banyak koleksi miniatur binatang dilemari pajangan rumah tersebut. Belajar juga dari pengalaman hari sebelumnya, kami sudah bawa bekal makanan untuk Lukman dimobil, jadi saat berkunjung, Lukman kami biarkan main saja, tidak ditanya-tanya/ditawari makan hidangan yang disediakan. Walaupun cukup lama dirumah itu, dan semakin lama kerabat yang datang semakin ramai, Lukman tetap enjoy. Apalagi lalu kami bertemu dengan Oma dan kakak/adik Papanya yang tanpa sengaja jadi berkumpul disana. Bahkan ketika diajak lanjut kerumah berikutnya Lukman sempat menghilang, masuk lagi kedalam rumah tersebut.

Ketika sama-sama menuju ke rumah kedua, Reza minta ikut dimobil Oomnya, karena lagi senang main dengan adik sepupunya disitu. Akibatnya, ketika kami akan berangkat, Lukman berseru “Tunggu, kakak belum….” dan waktu saya kasihtahu Reza ikut mobil Oom, Lukman rupanya masih belum ngerti kalau tujuan kita sama, dan ketemu lagi dirumah kedua. Dia dengan mimik mau menangis bilang “Tapi dia SAHABATkuuuu….” hahaha lucu sekali. Akhirnya Lukman berhenti mau menangis ketika sudah diberitahu “Tuuh kakak dimobil om Yus dibelakang kita, sama2 kerumah opa Is”.

Rumah kedua itu baru pertama kalinya kita datangi. Tapi karena rumah itu ada kolam renangnya, anak-anak betah disitu, dan suasananya juga tidak terlalu ramai disana.

Hari lebaran ke empat, menyenangkan sekali untuk kita semua. Karena skedul kunjungan hari ini hanya ke satu rumah yang lokasinya di Sentul City, Papanya mengajak setelah itu main ke Marcopolo Waterpark di Bogor, karena dekat dari Sentul dan masih dipinggir Bogor jadi tidak kena macet dalam kota.

Dirumah Oom di Sentul itu lagi-lagi kita datang cukup awal, karena kebanyakan saudara rupanya akan datang setelah shalat Jumat. Jadi kami bisa ngobrol cukup santai, Lukman juga enjoy disana, bahkan mau mencicipi hidangan walaupun tidak terlalu banyak. Bahkan ketika ditinggal Papa dan Reza shalat Jumat, Lukman dengan santai malah tidur-tiduran dihalaman belakang rumah yang adem itu.


Sesudah shalat Jumat kami langsung berangkat ke Marcopolo. Seru disana, padahal cuaca sedang  puanaaas sekali, tapi anak-anak tetap semangat main dan berenang. Akhirnya ketika sudah sore, Lukman ngambek waktu diajak pulang. Sempet marah dimobil ketika jalan pulang. Tapi begitu sampai daerah Cibubur, saya lihat poster film Lima Elang yg sudah ditonton anak-anak lalu saya obrolin dg Reza, eh mendadak Lukman peluk saya dan bilang “Maafkan aku Mama, aku mencintaimu…” hahaha lucu banget, dia juga pingin diajak ngobrol soal film itu rupanya!

Kesimpulan saya dari empat hari lebaran: Lukman sudah lebih mampu mengikuti tradisi berkunjung kerumah saudara-saudaranya, walaupun ada faktor pendukung dari masing-masing rumah (pajangan/miniatur binatang) dan timing yang tepat untuk masuk kerumah (sebelum tamu terlalu ramai) tapi lumayan lah, hanya ada meltdown ketika perutnya lapar, dan itu bisa dipahami dan bisa disiasati dihari berikutnya (dengan bawa bekal dari rumah). Jika dibandingkan lebaran lalu (baca: Lebaran 2010), Lukman sudah jauh lebih enjoy di lebaran tahun ini, sehingga kami juga bisa lebih menikmati suasana lebaran…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s