Too Much Going On + Different Environment = Meltdown

Catatan di hari raya…..

Setiap berlebaran, saya selalu deg-deg-an, karena momen ini selalu challenging untuk Lukman. Hal yang dapat dipahami sekali, saat mengikuti orang dewasa mengunjungi saudara dan kerabat diwaktu lebaran anak-anak diharapkan bersikap manis. Saat orang-orang dewasa asik berbincang, mereka diharapkan tenang, menghormati tuan rumah dengan tidak geratakan kesana kemari dan mau menikmati hidangan yang istimewa, berbeda dari makanan biasanya. Tidak mengherankan bahkan untuk anak-anak ‘biasa’, kegiatan kunjung-mengunjungi saudara dan kerabat ini bisa jadi sangat menjemukan (ehm, berdasarkan pengalaman pribadi juga sih, dimasa kecil…) apalagi bagi anak-anak autis.

Walaupun begitu, kami selalu mengajak Lukman ikut berlebaran, dengan harapan lama kelamaan ia dapat menyesuaikan diri dengan tradisi ini. Dari tahun ketahun, pengalaman berlebaran kami selalu berbeda, karena Lukmanpun terus berkembang, baik dari sisi emosi dan maupun sosialisasinya.

Tahun ini, kami punya waktu yang agak lega, karena Ayang – ibu saya – tidak berada di Jakarta, jadi dirumah tidak ada acara open house, sehingga kami bisa mulai berkunjung kerumah saudara-saudara sejak hari pertama. Meskipun begitu, kami jadwalkan kunjungan maksimal ke 3 rumah perharinya. Hari pertama cukup sukses, karena kami berkunjung kerumah Omanya anak-anak, juga kerumah kakak tertua Papanya. Keduanya tempat yang sudah biasa dikunjungi, jadi Lukman tidak terlalu merasa ganjil disana. Rumah ketiga, dimana keluarga besar Papanya berkumpul, Lukman baru sekali pernah berkunjung kesana, tapi rumah itu ada taman bermain dihalaman belakangnya, ada kolam renang dan anjing peliharaan yang lucu yang bisa dilihatnya. Lukman was having a great time there. Walaupun lagi bergaya dengan baju koko putih-putihnya, ia tetap berminat manjat-manjat, main ayunan, dan bermain dipinggir kolam renang. Ia pun berminat untuk mencoba kue khas lebaran, walaupun tidak mau makan nasi (karena lauk-pauknya yang betul-betul ala Minang, bukan sesuatu yang digemari Lukman). Pulang lebaran hari pertama, kami senang sekali karena walaupun cape, Lukman cukup menikmati harinya.

Di hari kedua, kami juga tetapkan jadwal berkunjung ke tiga rumah. Rumah pertama adalah om saya di daerah yang cukup dekat dari rumah. Namun rumah kedua cukup jauh dan kami sempat terjebak macet. Sampai disana, walaupun cukup tenang karena menonton tivi yang menayangkan film cartoon, Lukman mulai bete, sudah jam makan tapi ia tidak mau makan sedikitpun. Hanya minum susu saja dimobil, ketika masih diperjalanan saat terjebak macet.

Akhirnya ketika kami pamit untuk menuju rumah ketiga, saat tante saya menyelipkan uang angpao ditangan Lukman dia menangis dan teriak “Aku tidak mau uang!”. Untung saja sebelumnya saat mengobrol saya sudah sempat ceritakan autisnya Lukman pada tante saya tersebut. Karena beliau juga seorang pendidik, pembicaraan kami jadi nyambung, dan jadi berlanjut ke soal pendidikan anak berkebutuhan khusus. Dengan begitu, saat Lukman menolak dan menjatuhkan uang angpao tersebut, tante saya cukup maklum, tidak memaksakan dan malahan mengusap-usap punggung Lukman untuk menenangkannya. Rasanya lega dan terharu sekali ya mendapat support seperti itu dari kerabat yang jarang ditemui.

Saat lanjut berjalan menuju rumah ketiga, saya sudah ragu untuk terus, namun karena sudah terlanjur dijadwalkan, kami tetap kesana dengan catatan kalau Lukman masih tidak mau makan apa-apa, kami akan sebentar saja disana, lalu cepat pulang kerumah. Ternyata saat masuk kerumah yang sudah ramai itu Lukman makin moody, walau sempat masih bersalam dengan saudara-saudara disana, Lukman tidak mau diajak makan. Padahal salah satu hidangannya adalah spagetti kesukaannya. Lukman lebih memilih untuk mainkan pintu, buka-tutup, buka-tutup, dan tidak mau duduk untuk makan. Karena saya minta ia duduk, Lukman malah makin bete dan menangis. Ya sudahlah, kami terpaksa akhiri kunjungan disana dan segera pulang.

Sampai dirumah, setelah bisa berisitirahat sejenak saya buka facebook, dan membaca judul artikel Autism Support Network yang berjudul Too Much Going On + Excited Children + A Different Environment = Meltdown for Ray!!!”.  Hmm pas sekali ya judulnya dengan pengalaman Lukman dihari kedua lebaran ini. Saya jadi mengikuti judulnya dengan menghilangkan excited children, karena… yah berlebaran sampai sekarang belum jadi event yang dapat membuat Lukman excited

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s