Sejarah, Agama dan Sejarah Agama

@ Museum Gajah

Masih seputar Reza dan kecintaannya pada sejarah, sekarang ia lebih kritis dalam menerima pelajaran disekolah. Kalau jaman kecil dulu saya belajar agama ya menerima saja pelajaran agama seperti diajarkan guru disekolah dan dirumah. Kalau belajar sejarah, ya terima saja pelajaran sejarah, dan utamanya hanya menghafalkan peristiwa-peristiwa sejarah. Rasanya dulu itu saya nggak pernah mengkaitkan antara pelajaran agama, dengan pelajaran sejarah. Tidak begitu dengan Reza. Baca deh dua cerita dibawah ini.

Alexander = Iskandar

Saat Reza menulis note facebook tentang Alexander Agung (baca posting: Historian@Work) ia juga men-tag facebook Sekolah Tetum. Kenapa ia men-tag sekolahnya Lukman, baca diposting itu ya. Di-note itu ia mendapat comment dari Ibu Endah, kepsek Sekolah Tetum, yang menulis “Alexander = Iskandar. Apa dulu mama & papanya terinspirasi sama Alexander Agung, makanya Reza jadi dinamai Iskandar?” Memang nama lengkap Reza adalah Reza Iskandar Salim. Membaca comment itu, Reza bilang sama saya “Kan Alexander itu beda dengan Iskandar, Mama” Saya jawab “Masa sih?” Reza dengan yakin bilang “Iya, masih di perdebatkan tuh, apa betul sama atau enggak. Tapi kalau menurut Reza sih beda, karena Alexander Agung hidup dijaman sebelum Masehi, sedangkan Islam diturunkan kepada nabi Muhammad SAW mulai 610 M jadi nggak mungkin sama orangnya dong”. Saya cuma manggut-manggut dan ‘ngomporin’ “Kalau gitu Reza musti bicara sama kak Endah dan perbandingkan apa yang jadi dasar Alexander=Iskandar itu, dan bertukar argumentasi supaya mengerti duduk persoalannya”.

Ketika saya sampaikan pembicaraan itu kepada Ibu Endah, beliau jadi tersenyum dan bilang “Wow apa nih yang diperdebatkan, jadi penasaran. Kalau nanti ketemu, berarti saya harus siap-siap menghadapi profesor cilik itu dengan argumen etimologi”. Waah seru nih. Saya sampaikan lagi pada Reza jawaban Ibu Endah itu. Rupanya Reza jadi penasaran, dan tanya saya apa arti etimologi (hmmm Mamanya harus nanya mas Google lagi deh). Lalu saya lihat dia juga buka-buka Wikipedia lagi, sepertinya mencari bahan untuk siap beradu argumen. Geli juga melihatnya serius menanggapi tawaran untuk diskusi lebih lanjut.

Kebetulan minggu yang lalu ada acara Family Gathering di Sekolah Tetum. Akhirnya bertemu juga deh Reza dengan Ibu Endah diacara tersebut. Rupanya sebelum pertemuan itu Reza sudah dapat kesimpulan tentang Alexander = Iskandar itu. Saat bertemu, Reza langsung berkata: “Reza tahu, rupanya maksud kak Endah Alexander = Iskandar itu karena penyebutan Alexander sulit disebut oleh lidah orang Persia -negara yang dikuasainya- jadi dipanggilnya Iskandar”. Ibu Endah senyum dan menambahi “Iya betul, Alexander The Great bukan orang yang sama dengan Iskandar Dzulkarnain yang disebut dalam Al Quran ya”. Rupanya nggak jadi deh perdebatannya, karena hasil penelitian Reza sudah memberi jawaban kepadanya kenapa Ibu Endah menulis Alexander = Iskandar itu.

Baca juga tulisan Ibu Endah Soekarsono tentang topik ini di Endah’s Note: Reza, Alexander dan Filsafat Ilmu

Siti Masyitoh dan Islam

Topik berikutnya adalah saat Reza diceritakan guru disekolahnya tentang Siti Masyitoh, kisah wanita sholehah yang kerap menjadi teladan keteguhan umat kepada ajaran nabi Musa AS. Beliau sampai dihukum mati oleh Firaun karena hanya mengakui Allah SWT Tuhannya, bukan Firaun yang saat itu berkuasa di Mesir. Saat pulang sekolah Reza protes, katanya “Kok guru Reza bilang Siti Masyitoh beragama Islam, padahal waktu Islam mulai disebarkan Mesir sudah tidak dikuasai Firaun tapi sudah dikuasai bangsa Romawi, menjadi salah satu propinsi kerajaan Romawi”. Reza lanjutkan keterangannya dengan detail: “Sesudah kematian Cleopatra, Dinasti Ptolemaik hancur dan jadi salah satu propinsi dibawah kekuasaan Romawi” (hmm… nama dinasti yang sulit dieja, tapi Reza bisa mengingatnya dengan baik).

Karena melihat Reza begitu penasaran, akhirnya saya ajak buka Wikipedia saja untuk sama-sama mencari penjelasan. Saya buka Sejarah Islam, dan Nabi Musa AS. Saya perlihatkan pada Reza kalau istilah agama Islam memang pada zaman nabi Muhammad SAW baru dipakai. Namun Nabi Musa AS adalah pendahulu nabi Muhammad SAW dalam penyebaran Islam, yang ketika itu menyebarkan ajaran kitab Taurat. Karena mencari artikel tentang agama yg disebarkan nabi Musa AS, kami temukan artikel yg menyebutkan bahwa di beberapa ayat Al-Quran agama yang diajarkan oleh para nabi terdahulu itu juga disebut agama Islam. Oooo Mamanya baru paham deh, dan sama-sama mengerti bersama Reza, kenapa kok ibu guru mengisahkan agamanya Siti Masyitoh dengan istilah agama Islam.

Kesimpulan, berdiskusi soal kisah-kisah Islami dengan Reza ternyata tidak bisa cuma hanya bercerita, karena Reza yang hobi sejarah jadi ingin mengkaitkan dan menaruh kisah tersebut lebih lanjut dalam kerangka sejarah yang benar. Tambahan tugas untuk Mamanya deh untuk harus belajar juga soal itu🙂

2 thoughts on “Sejarah, Agama dan Sejarah Agama

  1. Reza selalu membuat kita berpikir tentang cara berpikir kita. Hanya karena kita lahir lebih dulu bukan berarti kita lebih tahu, apalagi lebih pintar. Dalam proses berpikir, Reza sudah mampu mengaitkan satu hal ke hal lain, dan melakukan analisis.

    Dalam menghadapi Reza, kita perlu kerendahhatian seorang ilmuwan, dan dengan cara itu kita bisa membantu dia menjadi ilmuwan.

    Semoga Reza bisa bertemu dengan orang-orang yang rendah hati dalam ilmu agar ia bisa mengembangkan ilmunya lebih jauuuuh lagi.

    • Amin ya rabbal ‘alamin….

      Terimakasih doanya kak Endah, dan terimakasih untuk terus memberi perhatian dan ‘pancingan’ agar Reza lebih semangat lagi mengembangkan ilmu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s