Off To A Good Start

Semester ini Lukman mulai belajar dikelas 1 SD, kelas Merkurius namanya kalau di Sekolah Tetum Bunaya, dimana Lukman juga menyelesaikan TK dan playgroupnya.

Semester lalu saat masih di TK, Lukman belajar dengan berfluktuasi, naik turun kondisi moodnya. Kalau lagi bagus, wah pinter sekali, semua rutinitas dilakukan dengan senang hati, dan mau ikuti kegiatan. Tapi ada juga saat-saat turun moodnya, bisa karena sakit, bisa juga karena ada masalah lain, dan kalau sudah begitu hmmmm suka-sukanya deh disekolah. Nggak ikuti kegiatan, malah baca buku dipojok kelas, nggak mau ikut shalat dimesjid, malah lari-larian dihalaman.

Guru-guru disekolah TB sudah tahu banget ulahnya Lukman, juga perkembangan emosinya, jadi mereka sangat paham dan sabar sekali menangani Lukman. Saking pahamnya guru kelas dengan Lukman, sampai-sampai ketika dibilang Lukman akan naik kelas dan masuk kelas Merkurius Lukmannya menolak. “Aku sama kak Ami saja!” (guru TKnya) karena sudah merasa nyaman dikelasnya itu. Tapi pada akhirnya, karena kebetulan yang sangat menguntungkan (baca posting Hari Pertama Lukman di SD) Lukman mau mulai masuk kelas Merkurius dengan senang hati. Dikelas Merkurius ini Lukman kembali bertemu teman-teman TKnya, hampir semua melanjutkan di SD yang sama.

Dengan kondisi seperti itu: sekolah yang sama, teman-teman yang hampir semua sama, guru-guru yang sudah dikenal, tetap saja saya berdoa yang panjaaang supaya penyesuaian Lukman berjalan lancar, dan agar di SD ini bisa lebih baik, lebih fokus pada kegiatan dikelas, dan bisa lebih stabil moodnya.

Alhamdulillah, sejak hari pertama ia masuk, sampai minggu keempat ini Lukman masih menunjukkan semangat tinggi. Mulai dari saat dibangunkan pagi hari, sarapan, mandi pagi, semua relative nggak perlu dibujuk-rayu, dia sangat kooperatif. Bahkan pernah satu pagi saya ajak mandi, tapi saya masih minum dulu dimeja makan, Lukmannya sudah langsung ngeloyor ke kamar mandi, sambil bilang “Aku mau sekolah!” waw, senang banget dengernya. Begitu juga tiap hari diantar, dia selalu dengan gembira masuk sekolah. Bahkan kadang sampai lupa untuk sun Mamanya dulu, langsung wuuushhh… masuk sekolah. Tidak perlu lagi dirayu untuk masuk, tidak perlu diingatkan untuk taruh tas dulu baru main sama teman, dia langsung masuk sendiri kedalam sekolah.

Begitupun untuk kegiatan dikelas, Lukman lebih terlibat mengikuti kegiatan. Dari cerita guru kelasnya, saat saya menjemput, ada saja ceritanya yang bikin saya tambah gembira. Seperti “hari ini Lukman mau lho ikut wudhu, dan shalat dua rakaat sampai selesai”. Kalau di TK dulu Lukman cenderung lebih suka main didepan mesjid daripada ikuti kegiatan shalat seperti teman-temannya. Bahkan kegiatan praktek agama ini sampai terbawa dirumah, ketika sedang membaca buku, mendadak Lukman bilang “Astaghfirullah hal adzim… banyak sekali bison-nya!” saya sampai bengong saking senangnya, karena terus terang saja kalau saya lebih sering bilang ‘ya ampun’ ketika terkejut ketimbang mengucapkan istighfar. Jadi pastinya Lukman bisa mengucapkan istighfar tentu karena mendengar disekolah.

Dalam hal sosialisasi, juga ada kemajuan. Saya perhatikan saat pulang sekolah Lukman sudah merasa lebih at home dengan playground didepan sekolah. Kalau semester lalu maunya langsung pulang saja ketika dijemput, semester ini Lukman pasti bilang “Aku mau main dulu” dan saya menunggu lagi sekitar 5-10 menit Lukman bermain bersama teman2nya. Ibu gurunya juga ceritakan dikelas Lukman sudah mau main bersama teman-temannya, dengan didahului ucapan “Boleh aku ikut?” hmmm kelihatan sudah lebih pede bergabung main sama-sama. Bahkan lebih dari itu, Lukman sudah berinisiatif untuk mengajak temannya membaca bersama. Ia mengajak Rafi untuk ke library corner dikelasnya, dan membaca buku tentang planet. Sepertinya yang Lukman bicarakan cukup menarik, sampai-sampai temannya yang lain, Pandya, juga ikut bergabung, membaca bersama!

Di lain hari ibu gurunya sampaikan “Lukman hari ini memimpin brain gym, bahkan mengkoreksi gerakan teman-temannya yang salah” waduh seneng lagi deh Mamanya. Dan yang paling bikin saya berbunga-bunga adalah ketika Ibu kepala sekolahnya Lukman menyampaikan semalam bahwa Lukman sudah melakukan kegiatan Pink Tower sampai selesai.

Pink Tower adalah salah satu kegiatan belajar sekolah ini yang menggunakan metode dan alat bantu ajar Montessori. Anak belajar menumpuk 10 buah box yang berbeda ukuran dari besar (10cm3) sampai yang terkecil (1 cm3). Kelihatannya sederhana ya, tapi dengan kegiatan ini anak akan belajar mengenai dimensi dan keteraturan urut2an. Ketika tahun lalu saya mengikuti kegiatan presentasi murid ketika memperagakan pink tower ini, saya jadi kagum. Yang pertama, anak yang melakukan kegiatan pink tower ini harus bisa konsentrasi dalam waktu cukup lama, karena bukan hanya menumpuk saja lalu selesai, tapi anak juga melanjutkan dengan mencocokan kotak dengan control card, kartu yang sudah ada gambar kotak sesuai dengan ukurannya. Kartu-kartu ini juga harus diletakkan sesuai urutan besarnya, dan kotak-kotak yang sudah ditumpuk diambil satu persatu untuk diletakkan diatas kartu yang cocok ukurannya. Dalam melakukan kegiatan dengan alat Montessori anak-anak bekerja dengan tenang, teratur, mulai dari persiapan tempat bekerjanya, meletakkan alas bekerja, sampai terakhir merapikan alat, menyimpan kembali ke rak penyimpanan, semua dilakukan dengan tenang tanpa tergesa. Sampai-sampai ketika melihat peragaan itu, salah seorang ortu murid katakan “Seperti menonton ritual minum teh di Jepang”.

Saya sendiri melihat bahwa dengan melakukan kegiatan seperti ini anak akan terlihat kemampuannya bekegiatan dengan teratur, tahu urutan, tahu menyeimbangkan (menaruh kotak tanpa jatuh), dan karena setiap kali memegang kotak anak terlebih dahulu meraba dimensi kotak tsb, otomatis secara sensori anak akan belajar ttg ukuran tanpa perlu komunikasi lisan. Mereka juga belajar berhitung dari 1 sampai 10, juga konsep besar, kecil, lebih besar atau lebih kecil, sehingga mereka benar-benar mengerti konsep nilai, bukan hanya menghafal urutan angka 1 sampai 10. Buat saya ini betul-betul cara yang menyenangkan mengenali dasar matematika, seperti cuma bermain, tapi pasti akan sangat meresap dimemori anak.

Dengan pemahaman itu, saya jadi senaaang sekali ketika diceritakan bahwa Lukman sudah bisa melakukan kegiatan Pink Tower, dari awal sampai selesai! Berarti dia sudah mampu konsentrasi lebih lama, sabar melakukan kegiatan dengan urut2an yang benar. Bagi saya ini merupakan satu milestone lagi, satu langkah berharga untuk perkembangan Lukman. Alhamdulillah….

4 thoughts on “Off To A Good Start

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s