Sweet Memories Photos

Semalam tanpa sengaja saya ketemukan foto-foto jadul yang berharga banget. Awalnya saya cari-cari tas kecil, karena Reza hari ini akan tarhib ramadhan, dan tidak perlu membawa tas ransel besarnya. Ketemulah satu tas didalam lemari, yang ternyata isinya foto-foto penting itu. Heran, kok saya bisa lupa menaruh foto-foto tersebut didalam tas, dan pernah mencari-cari sampai pusing sebelum penemuan ini.

Begitu saya buka tas, dan melihat tumpukan foto-foto haduuuh senangnya. Ada foto-foto dihari perkenalan keluarga, dimana keluarga Papanya (statusnya masih ‘pedekate’ ketika itu hehe) mendatangi rumah orangtua saya, sebagai kunjungan resmi sebelum acara melamar dilakukan. Saya geli lihat muka saya kok kelihatan rada-rada nervous dipagi hari, tapi cerah ceria begitu acara selesai. Padahal tidak ada hal yang perlu dikuatirkan, keluarga saya dan keluarga Papanya kenal baik, karena masih turunan keluarga Pagaruyung, dan jelas hubungan kekeluargaannya. Masa pedekate yang hanya 3 bulan rasanya cukup bagi kami berdua untuk kemudian berkeyakinan meresmikan hubungan dengan acara lamaran.

Foto-foto dihari lamaran tersebut juga saya temukan ditas yg sama, orang Minang menyebutnya acara ‘tukar tando’ dimana keluarga calon mempelai wanita berkunjung ke keluarga calon mempelai pria untuk memberikan satu barang berharga sebagai tanda lamaran, dan begitu pula pihak keluarga mempelai pria memberikan satu barang berharga pula sebagai gantinya. Pada hari pernikahan nanti barang-barang berharga ini akan dikembalikan setelah akad nikah selesai lalu diganti dengan cincin kawin yang disematkan kejari manis kedua mempelai oleh ibunda kedua mempelai. Sesuai adat, pada acara tukar tando itu saya tidak boleh ikut kerumah calon mempelai pria. Tapi untungnya dimalam hari kami ada acara undangan resepsi pernikahan saudara, jadi ada foto kenangan berdua dihari istimewa tersebut.

Ada juga foto-foto sebelum menikah, yang sekarang ngetop dengan istilah pre-wed photos. Kami sengaja membuat foto-foto  itu untuk ditaruh didalam kamar pengantin. Ada kisah lucu pembuatan foto ini. Walaupun bagi urang Minang tidak ada istilah pingitan untuk calon mempelai wanita, saya dan Papanya sempat juga dilarang untuk bertemu, kalau tidak salah seminggu menjelang hari H. Jadi kami cuma bisa telepon-teleponan. Untungnya karena harus mengambil hasil foto pre-wed tersebut jadi ada alasan untuk bertemu dan pergi berdua ke studio foto. Hahaha…

Selain itu saya juga ketemu foto-foto honeymoon di Bali waaah so sweet…. Jadi ingat kembali suasana jalan-jalan berdua yang romantis banget. Lucunya, ketika itu banyak warga lokal yang menyangka suami saya orang Jepang… hmmm kenapa ya? Dan Papanya dengan isengnya berpura-pura jadi turis Jepang, bicara dalam bahasa Jepang yang memang dikuasainya. Disitu saya baru tahu betapa suka isengnya suamiku ini, waktu masih pedekate belum terlalu kelihatan, masih jaim kali ya. Tapi begitu sudah resmi menikah…. tedeng.. tedeng… keluarlah kejahilan-kejahilannya yang bikin saya ehm ehm makin cinta🙂

2 thoughts on “Sweet Memories Photos

    • آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن
      Trimakasih doanya teh Mita, semoga teh Mita dan suami juga selalu rukun dan diberkahi Allah SWT😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s