Main Sama Ayang

Mendadak saya terinspirasi oleh pertanyaan difacebook dari program radio favorit YMC Radio Show seperti ini “Haiii! Kalian sering nggak sih main sama eyang?” Hmmm langsung yang terpikir adalah hubungan antara Reza dan Lukman dengan Ayang, panggilan sayang untuk Mamaku. Kenapa bukan antara saya dan Oma sendiri? Ketika kecil saya jarang bertemu dengan Oma, jarak Jakarta-Padang menyebabkan saya bertemu paling cepat 2 tahun sekali, dan itu biasanya ada berbagai acara keluarga, pernikahan om/tante, dimana masing-masing orang punya kerepotan sendiri dan saya biasanya sibuk main dengan sepupu-sepupu. Apalagi Oma masih tipe orangtua jaman doeloe yang menjaga jarak dengan cucu-cucunya, sehingga terus terang saya suka agak takut sama Oma hihihi….

Namun tidak begitu dengan Reza dan Lukman. Tinggal dalam satu kompleks, dimana rumah Ayang cuma 3 meter didepan rumah, maka tentu saja Reza dan Lukman sejak lahir sampai besarnya ini tiap hari ketemu Ayang. Jaman saya masih ngantor, Ayang ikut mengawasi babysitternya anak-anak, menangani kalau mereka mendadak sakit, menghibur kalau ada tangisan, dan menyampaikan teguran saya kalau mereka bikin kehebohan dengan mbak. Tentu saja ini membuat hubungan yang ‘dekat’  lebih dari hanya karena kedekatan lokasi saja. Setelah saya berhenti bekerja dan mengurusi anak-anak langsung, hal inipun tidak berubah. Memang saya sudah tidak bekerja, tapi ada waktu-waktu dimana saat saya pergi ada kejadian ini itu dirumah dan… tentu saja saya tetap mengandalkan Ayang sebagai penyelamat hehehe😀

Untuk Reza yang hobbynya senang ngobrol, saat-saat waktu luangnya kalau dia tidak sedang asik main dirumah pasti dia pergi kerumah Ayang. Banyak yang dikerjakannya disana, yang utamanya tentu ngobrol. Ngobrolnya apa saja, bisa dari cuma cerita sehari-harinya disekolah, atau Ayang cerita tentang keluarga, tanah kampung halaman, dan cerita-cerita legenda dari sana, atau bisa juga ngobrol curhat yang dia takut omongin sama Mamanya juga berbagi rahasia (yang tentu pada akhirnya sampai juga ketelinga Mamanya) hihihi. Kalau lagi nggak kepingin ngobrol, Reza hobby banget buka2 buku dictionary yang segede2 bantal koleksi kakeknya almarhum sambil menemani Ayang yang lagi ngaji atau nonton tv😀 Kadang Reza tetap dirumah Ayang sampai malam kalau Ayang sendiri dirumah, dengan alasan “Reza nemenin Ayang dulu”.

Karena sering ngobrol dengan Ayang, Reza jadi bangga dengan kampung halamannya, bangga menjadi anak Minang, tahu cerita-cerita legenda Minang dan…. mulai mau  makan yang pedas karena makan masakan Padang bikinan Ayang yang sudah terkenal lezatnya.

Tidak cuma didalam rumah, saat Ayang lagi ‘kontrol’ keliling melihat kondisi tanaman dan pohon-pohon dihalaman Reza juga suka tuh ngintil, memperhatikan, mendengarkan instruksi Ayang pada tukang kebun dan tentunya banyak tanya ini-itu soal tanaman. Tak heran kalau Reza jadi tertarik dan senang berkebun, walau Papa-Mamanya sendiri jaraaang sekali ngubek-ngubek tanah, bibit tanaman dan sejenisnya🙂

Untuk Lukman yang karena kespesialannya tidak selancar Reza ngobrol dengan Ayang, namun tetap komunikasi dengan beliau memicu kemajuan dalam ketrampilan bicaranya Lukman. Ada beberapa cerita yang sudah saya posting seperti paragraph berikut ini di posting Memori Ulat Bulu https://mamanya.wordpress.com/2011/05/23/memori-ulat-bulu/

Perkembangan lain adalah pemahaman Lukman untuk sebab akibat. Bagi Lukman, bicara soal sebab akibat masih agak membingungkan. Tidak heran, karena Lukman mulai menggunakan kata ‘kenapa’ saja baru tahu lalu. Walaupun sejak itu Lukman sudah cukup sering menggunakan kata kenapa, setiap ada pertanyaan dengan menggunakan kata itu masih cukup sulit dijawab oleh Lukman. Namun bulan ini sudah ada sedikit perkembangan, dan itu saya tangkap ketika Lukman bicara ditelepon dengan Ayang (neneknya Lukman). Ketika itu Ayang menelepon saya memberitahukan akan control kedokter. Lalu Ayang minta bicara dengan Lukman. Beberapa saat mengobrol, ketika Ayang bilang pada Lukman akan pergi ke dokter, Lukman bertanya “Kenapa?” wah saya yang mendengarkan juga surprise, karena saya belum pernah mendengar sebelumnya Lukman bertanya dengan menggunakan kata ‘kenapa’ seperti itu

Masih banyak cerita-cerita lain dimana saat Ayang komunikasi dengan Lukman saya jadi menyadari perkembangan kemampuannya bicara.

Untuk main berlama-lama dirumah Ayang Lukman berbeda dengan Reza. Karena memang kalau sudah dirumah Ayang, yang ruangannya besar-besar, ada tangga melingkar tinggi, ada balkon, ada segala macam ‘tantangan’ yang dilihat Lukman sebagai fasilitas menarik untuk mengasah kemampuan meloncat, memanjat, dan lain-lain maka biasanya Lukman selalu ditunggui kalau sedang main disana karena tidak mungkin Ayang yang nguber-nguber cucunya yang lincah ini. Dan tentu waktu berkunjungnya jadi tidak selama kalau Reza main disana. Tapi sekarang sudah ada kemajuan yang membuat saya senang. Sekitar 2 minggu yang lalu saat masih liburan sekolah, ketika saya pergi berdua saja nonton ke bioskop dengan Reza karena Lukman menolak ikut, Lukman yang sudah lebih tenang sekarang ini bisa main sendiridirumah Ayang sampai sekitar 2 jam. Ayang senang sekali dan laporan pada saya bahwa Lukman bersikap manis, tidak jumpalitan atau bertindak yang bisa membahayakan, sehingga Ayang tidak perlu sport jantung mengawasinya. Lukman mau nonton tv berdua, lalu makan kerupuk dengan asik sampai toplesnya dipegang sendiri, dan walaupun bicaranya tidak seperti kakak Reza yang bawel, komunikasinya cukup banyak.

Memang Ayang cukup paham cara berkomunikasi dengan Lukman karena selalu update dengan perkembangan cucu spesialnya ini. Beliau juga sangat mendukung segala usaha yang saya dan Papanya lakukan untuk Lukman, memahami keputusan-keputusan yang kami buat untuk perkembangan Lukman, dan selalu jadi tempat curhat dan tempat saya melaporkan kegembiraan atas kemajuan Lukman.

Menutup tulisan ini saya bersyukur masih punya kesempatan untuk berbagi kegembiraan dengan Ayang, bersyukur masih bisa curhat, bertukar pikiran untuk berbagai hal, dan bisa melihat kegembiraan beliau bersama anak-anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s