Ancol: Senang Dan Cemas Jadi Satu

Liburan ini Papanya cuma bisa ambil 1 hari cuti, dan itu kita manfaatkan untuk pergi ke Ancol. Baik Reza maupun Lukman belum pernah nonton pertunjukan lumba-lumba, jadi rencananya hari itu kami ke Gelanggang Samudera lalu ke Sea World.

Jam 9 pagi kami sudah sampai di Ancol, jalanan masih sangat lancar. Langsung kami menuju Gelanggang Samudera, menonton pertunjukan pertama: Aneka Satwa. Sepanjang pertunjukan Lukman menutup kupingnya, memang suara dari speaker cukup keras dan agak mengganggu kenyamanan. Tapi Lukman nggak bete, dan ikut ketawa-ketawa sama kakak Reza melihat burung macaw, beruang, linsang dan kuda nil yang menunjukkan kepintarannya. Kalau dibandingkan dengan pertunjukan sejenis, di Taman Safari lebih baik cara mengemasnya, ada background story-nya, dan tempat panggungnya lebih luas. Juga hewan2nya terlihat lebih sehat yang diTaman Safari.

Selesai pertunjukan Aneka Satwa, kami diarahkan untuk menonton di Underwater Theater. Rupanya ini pertunjukan terbaru di Ancol. Gedungnya besar dan nyaman, acnya dingin, aquariumnya sangat besar membuat kami tidak sabar menunggu pertunjukan dimulai. Lukman sedikit takut awalnya, karena lampu ruangan digelapkan, tapi sorotan lampu hias dan video projector membuat awal pertunjukan jadi sangat menarik dan Lukman akhirnya tenang. Apalagi ketika penari bawah-air muncul, melenggak-lenggok membuat Reza dan Lukman terkagum-kagum melihat gerakan penari-penari Rusia ini. Tambah lagi ketika dua ekor lumba-lumba ikut beraksi, makin seru pertunjukannya. Diakhir pertunjukan, penari-penari itu sengaja berpose mendekati dinding kaca aquarium agar penonton dapat berfoto bersama. Lukman langsung mau bergaya!

Dari sana kami menuju teater 4D, tapi melihat film yg diputar jam itu tentang Dora, kami batal masuk karena mau menunggu pertunjukan film Sammy si kura-kura di jam berikutnya. Lalu kami lari-lari ketempat pertunjukan lumba-lumba yang sudah mulai beberapa menit sebelumnya. Disini anak-anak senang sekali melihat kepintaran dan kelincahan sang lumba-lumba. Bahkan sampai pertunjukan berakhir mereka masih belum mau keluar ruangan, sepertinya ingin melihat lebih dekat lagi. Sayang kami tidak sempat mengunjungi kolam khusus untuk bermain bersama lumba-lumba. Next time, kids😀

Selesai pertunjukan lumba-lumba, kami masih punya waktu 30 menit sebelum pertunjukan Sammy sikura-kura di teater 4D dimulai. Kami lalu mencari tempat makan, namun sayangnya semua ramai, terlalu banyak pembeli sedangkan penjual yang melayani tidak cukup, akhirnya harus antri cukup lama. Supaya cepat, kami akhirnya batal membeli burger dan fried chicken, lalu memilih… nasi Padang yang lebih cepat pelayanannya. Tapi Lukman tidak nafsu dengan makanannya, cuma mau makan beberapa suap nasi. Kalau kakak Reza cukup mau makan dengan rendang, mau menghabiskan nasinya walau agak kepedesan. Akhirnya karena jam pertunjukan teater 4D sudah akan dimulai, kami lari-lari lagi kelokasinya, dan pas sekali sebelum pintu ditutup kami masuk.

Jalan masuk kedalam teater besar itu cukup berliku-liku, sempat Lukman bete karena lama mengantri karena begitu banyak penontonnya. Akhirnya sampai satu diruangan besar didepan pintu masuk ruangan teater, dimana kita dibagikan kacamata utk menonton film 4D itu. Ketika pintu teater dibuka sudah ada petugas yang mengarahkan agar penonton tidak bertumpuk disatu bagian. Kami segera duduk, dan tidak berapa lama filmpun dimulai. Waaah seru sekali, kursinya bergoyang2 pada bagian seru filmnya, kadang ada semprotan air ke muka kita, kadang serasa tokoh filmnya dekat sekali dengan muka kita.

Selesai film 4D, diluar rupanya sedang hujan lumayan deras. Akhirnya kami berteduh sambil membujuk Lukman makan didekat sana. Alhamdulillah kebagian fried chicken disana, Lukman makan dengan lahap karena sudah lewat jam makannya. Sementara itu Reza sudah tidak sabar, karena dari pagi sudah kepingin langsung ke SeaWorld. Dia bilang “Kan sudah nonton 4 pertunjukan, kata Mama trus kita ke SeaWorld” hahaha… Akhirnya setelah makan kami menuju SeaWorld. Tapi sedang berjalan keluar, kami melewati area Pirate Show (water stuntman show) yang akan dimulai sebentar lagi. Reza pun setuju untuk nonton pertunjukan itu dulu. Wah seru sekali, banyak ledakan, banyak siraman air, untung sebelum kami duduk Papanya sudah mengingatkan ambil kursi yang paling belakang saja. Sudah begitu pun kami masih sempat terciprat siraman air juga hahaha….

Akhirnya dari sana kami masuk ke Sea World. Reza gembira banget, tercapai juga keinginannya ke SeaWorld lagi. Awalnya Lukman agak takut, biasa deh kalau ruangannya gelap dia merasa tidak nyaman. Beberapa kali Lukman ajak kami pulang. Tapi lama-kelamaan setelah melihat banyak ikan, memegang kura-kura, dan memasuki terowongan yang ada ikan pari-nya, Lukman jadi senang, dan mulai jalan sendiri, nggak menunggu kami. Puas melihat-lihat disana, akhirnya kami beranjak pulang. Pada saat yang sama baru dimulai pertunjukan memberi makan ikan hiu. Dari kejauhan Lukman merasa tertarik, dan langsung lari kearea tersebut. Papanya mendampingi Lukman, saya dan Reza tidak ikut nonton, karena sudah berlapis-lapis penonton didepan aquarium ikan hiu-nya.

Lama-lama Lukman tidak sabar karena ketutupan penonton didepannya, dan dia maju lagi dengan menyelipkan badannya diantara penonton sampai bisa mendekati aquarium. Papanya cuma bisa melihat dari jauh, masih kelihatan kepalanya Lukman. Namun ketika pertunjukan berakhir, dan penonton bubar, Lukman tidak terlihat lagi disana. Sampai penonton sudah kosong, Lukmannya masih belum kelihatan juga. Akhirnya saya dan Papanya berpisah, berkeliling mencari, sementara Reza menunggu dipintu keluar. Ada 10 menit saya keliling2 mencari, kemudian terdengar pengumuman dari public speaker “… seorang anak laki-laki bernama Lukman, memakai baju kaus hitam dan celana pendek jeans”. Tadinya saya pikir Papanya yang mengumumkan, tapi begitu bertemu, Papanya juga pikir saya yang mengumumkan. Ooo berarti Lukmannya ada di Information kalau begitu. Kami langsung lari keluar, dan betul, Lukman ada disana, tidak menangis, malah lagi ngobrol dengan mbak-mbak dan satpam yang ada disana. Melihat kamipun dia biasa saja, seperti ketemu habis pulang sekolah gitu! Hahaha…. Syukurlah Lukman sudah bisa ditanyai sedikit2, bisa kasihtahu namanya, nama PapaMama dan kakak Reza. Waktu saya tanya sesudah sampai dimobil, “Lukman cari-cari Papa Mama ya?” Lukman jawab “Aku bilang sama mbak, aku ditinggal…” Uuuuu caaayang…. Mana mungkin sih Papa Mama tinggalin Lukman?

Pengalaman ini bikin kami lebih waspada, walaupun menjaga ketat anak-anak ditempat umum yang ramai seperti ini ada baiknya mereka memakai kartu pengenal, supaya jika sampai terpisah dan ditemukan orang lain mereka bisa menolong dengan membaca informasi dikartu tersebut: nama, alamat dan nomor telepon/hp orangtua. Keesokan harinya saya langsung bikin ID card untuk Lukman dan Reza!

Ooh Ancol…. kali ini campur aduk kenangan berkunjung kesana. Yang jelas anak-anak gembira sekali diajak bermain di Ancol, dan kami juga ikut senang melihat kegembiraan mereka. Namun kejadian Lukman hilang bikin kami cemas juga, dan menarik pelajaran untuk tetap waspada saat berada dikeramaian😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s