Fun Time @ Kampoeng Maen

Catatan ini berawal dari sebulan yang lalu, ketika kami dikirimi free tickets oleh tabloid nakita untuk masuk ke Kampoeng Maen Fair. Saya senang, waktunya pas banget dengan liburan sekolah anak-anak. Lima tahun yang lalu kami sudah pernah ke Kampoeng Maen ketika ada acara outbond milis nakita, ketika itu kami enjoy sekali dengan kegiatannya, fasilitasnya bagus dan fasilitatornya bisa membuat rombongan yang tadinya belum saling kenal diawal acara menjadi akrab ketika acara berakhir. Saat itu lokasinya di Family Park Alam Sutera. Dibawah ini ‘komik jadoel’ bikinan Mamanya ttg outing tersebut.

Nah untuk yang tahun ini saya lihat lokasinya sudah pindah di Cibubur, lebih dekat dari rumah. Setelah googling dan dapat info terkini, makin penasaran nih, sepertinya lokasinya makin luas dan dari foto-foto yang sudah berkunjung kesana kegiatannya makin seru.

Akhirnya hari Sabtu kemarin kami sekeluarga pergi ke Kampoeng Maen Fair tersebut. Sekitar jam 9.30 sudah sampai disana, dan melihat lokasi yang luas, suasananya nyaman karena diteduhi banyak pohon. Kami langsung masuk karena sudah memiliki tiket, dan melihat disana juga disediakan sepeda sewaaan (sepedanya bagus-bagus, ada yang tandem juga) melewati café dan arena panggung dongengnya, akhirnya masuk ke area Kampoeng Petualang. Oh iya di Kampoeng Maen Fair ini areanya dibagi menjadi beberapa bagian: Kampoeng Permaenan, Kampoeng Keluarga, Kampoeng Tradisional, Kampoeng Rasa, Kampoeng Karya dan Kampoeng Petualang tentunya dengan kegiatan yang sesuai dengan judul2 kampoengnya tersebut.

Kampoeng Petualang langsung kami masuki karena dari jauh sudah keliatan tiga menara flying fox. Reza langsung teriak “Mau flying fox dulu!” Lukman yang belum pernah pun ikut ketularan semangatnya Reza, dan bilang “Lukman juga!” hahaha… Mereka langsung dibantu para fasilitatornya dipasangkan peralatan tali temali dibadannya, juga helm pengaman. Saya lihat peralatan mereka bagus sekali kondisinya, helmnya pun terlihat masih baru, jadi tidak ada rasa kuatir. Apalagi melihat para fasilitator sudah sangat berpengalaman, terlihat saat memasangkan peralatan, memberi arahan kepada anak-anak bagaimana menaiki menara dengan aman, dan setiap menara sedikitnya dijaga oleh 3 fasilitator (diluar yang memasangkan peralatan) begitu juga diujung lintasan sudah ada 2 fasilitator (selain yg berjaga ditengah lintasan), dan itu memberikan rasa aman buat kami. Reza dan Lukman langsung memanjat menara yang cukup tinggi tanpa ragu, saya dan suami langsung belari keujung lintasan untuk menyemangati dan memfoto mereka. Sampai diatas baik Reza maupun Lukman tidak tunggu lama lagi, mereka langsung meluncur. Reza duluan, kemudian Lukman. Keduanya berteriak kegirangan saat meluncur dan turun dengan ketawa-ketawa seru…

   

Ini rekaman video Lukman bermain flying fox pertama kali:

Lukman Main Flying Fox

Selesai flying fox kami masuk ke Kampoeng Permaenan. Banyak kegiatan yang seru dan menantang ketangkasan disitu. Yang pertama dicoba: melempar dart. Kemudian melihat jaring spider web, Reza dan Lukman langsung berlomba. Selesai itu Reza mencoba menyusun bambu, melatih keseimbangan membawa batang bambu dengan baki. Ketika berjalan Reza digodain kakak fasilitatornya, sehingga dia tergelak dan bambunya jatuh hehe. Kalau Lukman mencoba katapel raksasa, membidik target buah2an plastik yang tergantung. Reza berlanjut ke permainan egrang batok kelapa, yang walaupun sulit juga mengatur keseimbangan tapi ia berhasil bulak-balik sampai garis finish. Lukman juga mencoba, dibantu Papanya. Ketika melihat egrang bambu Papanya tidak mau kalah, merasakan kembali ketangkasan dimasa kanak-kanaknya dengan menaiki egrang tersebut. Waaah rupanya karena badan sudah berat, susah juga ya menjalankannya hihihi.

Masih diarea yang sama, ada satu permainan yang namanya Jalan Repot. Disitu anak berjalan meniti jembatan bambu yang naik turun, merangkak kedalam ban, meniti jaring dan melompati potongan kayu. Awalnya sih buat mereka mudah saja, tapi kemudian fasilitatornya bilang “Ditutup matanya, bisa juga nggak?” Lukman nggak mau, kalau Reza mau ditantang. Ternyata dia bisa, walau ditutup matanya dengan tenang meniti bambu, jaring dan melompati potongan kayu. Seru!

Setelah itu kami beralih ke Kampoeng Karya. Disana anak-anak berkreasi membuat berbagai kerajinan tangan seperti aksesoris, layang-layang, kantong, pin, dll. Mereka juga bisa mencoba jadi presenter dan dilukis make-up character. Disini selain mencoba kreasi tepung, Reza mau dilukis wajahnya, hiii jadi monster😀

Tidak jauh dari Kampoeng Karya, kami melihat ada bungee trampoline dan ketangkasan paintball target shooting. Kedua permainan ini diluar dari paket terusan, jadi harus membayar lagi. Reza mencoba keduanya, cukup gamang ketika mencoba  bungee jumping. Tapi sambil berteriak, bisa juga ia melompat tinggi! Sedangkan paintball target shooting diminati Reza karena ia ingin mencoba menembak seperti tentara hihihi. Walaupun meleset semua karena senapannya cukup berat, tapi Reza puas karena sudah mencobanya😀

Kami berjalan lagi ke area Kampoeng Tradisional, dimana macam-macam kerajinan bisa dicoba disini: membatik, menganyam piring lidi, berkreasi dengan janur, membuat jumputan dan klotokan. Reza ingin coba membatik, yang ternyata sulit juga untuknya. Tapi dengan begitu Reza jadi tahu, baju batik yang sering dipakainya itu seperti apa cara asli pembuatannya.

Tak jauh dari Kampoeng Tradisional, kami lihat ada area Camping Ground. Melihat tenda-tenda disitu, Lukman langsung lari menghampiri. Waaah enak juga sepertinya menginap disini, tenda dan bantal2nya sudah disediakan, begitu pula untuk api unggunnya, sudah disusun dan siap dinyalakan dimalam hari. Lukman langsung mencoba naik ke hammock, senang sekali di-ayun2 seperti bayi dibuaian😀 Melihat fasilitas yang disediakan itu, Papanya jadi berminat untuk mencoba camping disini.

Selesai Reza membatik sudah jam 12 lewat, perut keroncongan sudah minta diisi. Kami pergi ke kantinnya, disana disediakan berbagai makanan dengan harga yang reasonable, dan rasanya pun oke. Sambil makan, rupanya sudah disiapkan panggung untuk mendongeng, ada sekelompok pemusik yang sudah mulai mengalunkan lagu anak-anak. Karena Lukman kepingin mendengarkan dongeng, Reza berdua Papanya ke Kampoeng Rasa, karena Reza mau coba masak disitu.

Dongengnya bagus juga, ada pendidikan tentang lingkungan hidup. Namun karena terbiasa mendengar dongeng yang singkat diradio, ditengah dongeng Lukman sudah bosan dan berlari menyusul Reza dan Papanya. Di Kampoeng Rasa itu saya lihat Reza sedang membuat mie, dari adonan, digiling, lalu dimasukkan ke pemotong mie, dan terus diolah sampai matang dan siap santap. Sementara itu, karena Lukman melihat menara flying foxnya, dia minta lagi main! Rupanya Lukman senang sekali merasakan “Aku terbang!” katanya. Akhirnya Lukman main lagi sampai 3x ulang, jadi total dengan yang pertama tadi dia 4x naik flying fox!

Kalau Reza setelah memakan habis mie buatannya, lalu melihat pembuatan milk shake. Saya dan Papanya ikut minum milk shake disana. Terakhir, Reza mencoba membuat permen loli dari coklat. Sudah disediakan adonan coklat berbagai warna, Reza tinggal memilih cetakan dan memeras adonan itu kedalam cetakan. Lalu tinggal dibekukan didalam freezer 5 menit, jadi deh permen loli buatan Reza. Senangnya! Sesudah puas di Kampoeng Rasa, Reza lanjut ke workshop Robotic. Disana ia merakit robot, dengan melihat manual dicomputer, lalu setelah robotnya jadi, bisa dimainkan dan dilombakan dengan robot karya anak lain. Reza memenangkan pertandingan dan dihadiahkan voucher untuk bermain robot disuatu mall. Sementara menunggu Reza merakit robot, Lukman main ditenda pengetahuan. Ada buku-buku yang dijual, dan juga permainan kelereng.

Karena hari sudah cukup siang, jam 15.00 kamipun pulang. Tidak terasa cape, hanya rasa senang karena sudah puas melihat anak-anak bermain, dan anak-anakpun puas mencoba segala permainan di Kampoeng Maen tersebut.

Thanks to nakita, kami jadi tahu tempat yang asyik untuk mengisi liburan anak-anak, sepertinya liburan berikutnya akan kembali lagi kesana!

5 thoughts on “Fun Time @ Kampoeng Maen

    • Iya, ada website dan fbnya MamaRay, kalau fbnya: Kampoeng Maen. Diluar waktu libur kegiatannya outbond saja, kalau liburan baru ada Kampoeng Main Fair-nya…

  1. gimana tuh caranya reza bisa ngelewatin jalan repot sambil ditutup matanya? kan ga bisa lihat apa-apa rezanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s