Wisuda Lukman: Pesta Bola

Akhirnya datang juga hari yang mendebarkan itu: hari diwisuda-nya Lukman dari TK Tetum Bunaya.

Wisuda TK? Iya, sepertinya sekarang sudah hal yang biasa anak murid TKpun di wisuda seperti kakak-kakak mahasiswa. Jaman saya sekolah dulu (jadoel banget lah itu!) boro-boro acara wisuda, acara perpisahan kenaikan kelas dari TK ke SD pun tidak ada. Apalagi acara kelulusan TK yang pakai toga seperti kakak-kakak mahasiswa.

Lalu kenapa berdebar-debar? Mustinya Mamanya bahagia dong Lukman sudah melewati tahap pre-school dan memasuki gerbang SDnya. Bukannya karena tidak gembira, wah bersyukurnya kami sebagai orangtua bukan main. Terus terang dulu kami sempat berpikir Lukman akan butuh waktu lebih lama menjalani kelas TKnya, tapi ternyata Lukman dinilai kepala sekolahnya mampu meneruskan ke SD pada waktunya. Alhamdulillahirabbil’alamin…

Berdebar-debarnya adalah karena… khawatir Lukman tantrum jika tidak mau ikut menari bersama teman-temannya di acara tersebut! Sudah sejak awal bulan Juni ini Lukman dan teman-temannya berlatih untuk acara istimewa itu. Tiap tahun sekolah Lukman menyelenggarakan acara wisuda dengan tema yang berbeda. Karena angkatan yang lulus tahun ini adalah kelompok yang unik, dengan anak yang energetik, aktif dan eksploratif tema olahraga “Pesta Bola”lah yang dinilai sesuai untuk tema tahun ini. Dengan tema itu semua anak laki mengenakan kostum bola, anak perempuan kostum cheer leaders, sedangkan untuk orangtua diminta bergaya ala David dan Victoria Beckham (ini menjadi topik diskusi seru antar ibu-ibu yang berlangsung sampai dipagi hari H! hehehe).

Seminggu sebelum acara, guru kelas Lukman membisikan kepada saya kalau Lukman tidak mau bergabung dengan teman-temannya untuk menari. Ia lebih suka menonton atau ikut menari tapi ditempat yang jauh dari teman-temannya. Mendengar itu, saya jadi ingat kejadian sebelumnya di Family Gathering sekolah beberapa bulan yll. Ketika itu Lukman juga seharusnya ikut menari bersama teman-teman ekskul Dance & Movement-nya. Tapi ia malah tantrum, dan akhirnya mengurung diri dikelas, tidak mau ikut kegiatan sama sekali. Menimbang kejadian lalu tersebut, saya katakan pada guru Lukman akan usahakan membujuknya agar mau menari bersama teman-temannya. Tapi jika ia masih menolak, agar dimaklumi saja, dan jangan sampai Lukman tantrum lagi, karena saya ingin Lukman tetap enjoy dihari wisuda, hari istimewa-nya.

Sampai dirumah, saya ajak bicara Lukmannya. “Lukman tadi latihan menari ya, sama teman-teman” Lukman senyum dan jawab “Iya, Mama nari Waka-waka”. Loh kok Waka-waka? Padahal guru Lukman bilang ia kebagian menari dengan lagu Waving Flag. Kebetulan saya punya cd lagu tersebut, dan saya putarkan supaya Lukman paham yg mana lagu yg saya maksud. “Ini kan lagu menarinya, Lukman?” dia kekeuh jawab “Bukan, Mama, tapi Waka-waka”. Sampai esok harinya, sebelum sekolah saat saya ajak bicara soal tarian, yang disebutnya selalu Waka-waka. Akhirnya saya sampaikan saja pada guru Lukman “Kak, yang disebut2 Lukman selalu Waka-waka” gurunya manggut-manggut.

Kebetulan sehari sesudahnya saya ada perlu datang kesekolah, dan kebetulan saat anak-anak sedang latihan menari. Saya lihat Lukman sedang marah-marah, tidak mau menari dibujuk gurunya. Lukman malah lari-lari, mau kabur dari pentas. Tapi akhirnya dia mau dibujuk duduk disamping pentas, walau masih menangis. Akhirnya melihat Lukman seperti itu, ibu kepala sekolah meminta agar Lukman coba diberi kesempatan menari Waka-waka. Dan akhirnya saya lihat sendiri, walau masih berlinangan air mata dipipinya, Lukman langsung tersenyum dan mau ikut menari! Hahaha…

Tapi tetap saja, dihari H saya berdebar-debar, dan berdoa terus semoga mood Lukman hari itu akan baik-baik saja. Saat mengenakan baju kaus bola, Lukman oke-oke saja dan kami sempat berfoto dulu sebelum berangkat. Tapi ketika diminta berganti celana bola didalam mobil (walaupun sudah diberitahu sebelumnya) Lukman tidak mau pakai celana itu. Wah mulai nggak bagus nih moodnya, sempat sodok-sodokan kepalanya ke saya dimobil. Tapi begitu sampai melihat sekolahnya sudah berdandan dengan dekorasi Pesta Bola, juga ada bola ukuran raksasa didepan pintu, Lukman lupa dengan sebalnya dan mau masuk tanpa ingat masalah celana. Kami semua, kakak Reza, dan Papa-Mamanya pun berpakaian sesuai tema. Reza mengenakan baju supporter bola, saya bergaya ala Victoria dengan baju merah pula, dan Papanya dengan kemeja yang senada.

Tidak lama acara dimulai, Lukman masih duduk bersama kami, walaupun teman-temannya sudah berkumpul untuk siap pentas. Lukman cukup senang dan tenang duduk disebelah saya. Lalu setelah acara dibuka dengan drama dan beberapa tarian, tibalah saat pentas tarian dengan lagu Waka-waka. Guru Lukman sudah datang menjemput, namun Lukman menolak menari. Apapun yang dikatakannya Lukman tetap nggak mau. Walaupun juga sudah saya bujuk “Papa bikin videonya lho sayang” (dulu cara ini cukup mempan) dan “Yuk Mama temenin nari” (kalo terjadi beneran, wah lucu banget pastinya) tapi tetap Lukman kekeuh tidak mau. Akhirnya, ya tarian Waka-waka berlangsung tanpa Lukman  ikut. Saya cuma bisa bilang: “Lain kali ikut ya nak…”.

Setelah acara drama dan tarian selesai, guru-guru dan wakil Parents’ Club berbaris berhadapan, memegang bendera merah-putih, menjadi lorong untuk dilewati anak-anak yang di wisuda ditemani ibunya. Diujung lorong Ketua Yayasan sekolahnya Lukman sudah menanti, memberikan ijazah kepada masing-masing anak murid. Wah heboh dan gembira sekali suasananya. Setelah berfoto bersama, ibu dan anak kembali ketempat duduk.

 

Selanjutnya sesi berbagi oleh Ibu Kepala Sekolah, beliau menyampaikan kesan-kesannya mengenai anak-anak murid angkatan tahun 2011 ini, dimana pada angkatan inilah sekolah mulai mengerucutkan diri menjadi sekolah berbasis sensori. Kelas ini juga merupakan angkatan pertama yang memiliki anak berkebutuhan khusus yang ditangani dengan terstruktur dengan menjalin kerjasama dengan pihak luar dan konsultan.

Setelah penyampaian kesan Kepala Sekolah, dilanjutkan dengan kesan para guru kelas dan orang tua. Untuk orangtua, karena tidak ada yang sukarela maju, akhirnya saya yang ditunjuk bicara sebagai salah satu orangtua. Waduuuh, saya sudah kawatir bakal berurai air mata, karena sebelumnya pun ketika Lukman bersalaman dengan mantan shadow teachernya saya sudah mau menangis karena ingat betapa sayang dan sabarnya beliau pada Lukman. Namun, karena sudah kadung ditunjuk, saya maju juga. Syukurlah saya mampu menyampaikan kesan-kesan dan menyampaikan rasa terimakasih dengan lancar walaupun cukup singkat (kalau terlalu lama kawatir menangis jadinya hehe). Lucunya, ketika saya menyampaikan kesan-kesan itu, Lukman ikutan naik ke panggung, dan lari-lari mengelilingi Mamanya hihihi…

Selesai acara berbagi, ada penyerahan tanda kasih sebagai wujud rasa syukur seluruh orangtua murid angkatan 2011, dan ada hadiah kejutan dari sekolah: masing-masing anak mendapat cupcakes yang lucu dihiasi dengan tema bola seperti pestanya. Saat acara rehat dan mencicipi hidangan yang disediakan, Lukman bilang “Aku makan kacang telur garuda, Mama” dan asyik sendiri sampai tambah-tambah. Setelah itu Lukman sempat ikut bermain bola, pertandingan bola (singkat) antar guru, orangtua dan murid-murid.

Setelah acara resmi selesai, kemudian Pesta Bola ditutup dengan pembagian rapor dan hasil kerja anak murid. Kamipun segera pulang karena Papanya mau berangkat ke Kalimantan siang itu juga.

Ketika melihat kembali foto-foto rekaman acara Pesta Bola, rasanya senang sekali dan juga bangga melihat anak-anak kami tumbuh menjadi anak-anak mandiri, penuh percaya diri, walaupun tetap dengan keunikan masing-masing. Semoga mereka semua dapat meraih cita-cita, mewujudkan impian dimasa yang akan datang. Amin ya rabbal alamin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s