Kuambil Buluh Sebatang…

Kalau anak-anak jaman doeloe, pasti tahu apa lirik seterusnya dari potongan diatas. Ya, itu potongan lagu Layang-layang yang sayangnya belum bisa saya temukan siapa penciptanya. Lagunya sangat riang dan menggambarkan betapa menyenangkan bermain layang-layang. Tentunya sayang sekali kalau anak-anak jaman sekarang sampai tidak mengenal kegiatan bermain satu ini, karena sudah jarang ada lapangan terbuka yang bisa dijadikan tempat bermain layang-layang.

Karena itu saya senang sekali ketika tahu Klub Dongeng FeMale Radio (KDFR) dalam kegiatannya akhir bulan lalu mengajak anak-anak ke Museum Layang-layang. Saya jadi teringat sekitar 5 tahun yang lalu sudah pernah berkunjung kesana, ketika itu Reza masih berumur 4 tahun, dan kami pergi bersama rombongan milis nakita, bertemu untuk pertama kalinya.

Acaranya ketika itu sangat menyenangkan, dan kami jadi berniat ingin lagi kembali kesana. Namun karena berbagai kesibukan, masih belum juga terlaksana niat itu, dan kebetulan sekali KDFR mengajak kesana kembali. Untuk kegiatan KDFR kali ini Lukman juga ikut, karena saya ingin Lukman belajar bersosialisasi dengan kelompok anak-anak diluar teman sekolahnya dan melihat berbagai layang-layang indah yang dipamerkan disana.

Awalnya saya cukup kawatir Lukman tidak akan tertarik dengan kegiatan KDFR disitu, apalagi kompleks museum itu punya lahan asri yang terbuka. Kalau sudah ditempat terbuka biasanya Lukman cenderung lebih senang lari-larian daripada ikuti kegiatan, beberapa kali pengalaman dalam acara outing selalu seperti itu. Namun ternyata kali ini Lukman dapat mengikuti dan cukup menikmati kegiatan selama dimuseum layang-layang itu.

Dari kegiatan pertama: melukis layang-layang di aula yang terbuka, Lukman tanpa harus didampingi dengan asik membuat lukisan diatas layang-layang yang sudah disediakan panitia. Sementara itu dibarisan yang terpisah Reza dan uda Ivan juga berkreasi membuat lukisan layang-layang masing-masing. Selesai melukis, rombongan anak-anak dibagi, ada kelompok yang menonton film festival layang-layang, dan kelompok lain masuk ke tempat dipamerkannya berbagai layang-layang.

Kelompok Reza, Lukman dan Ivan menonton film layang-layang dulu disatu ruangan dengan tivi layar lebar. Awalnya Lukman duduk dibarisan paling belakang. Saya tahu dia selalu kawatir kalau mau menonton apapun diluar rumah. Tapi kali ini hebat, Lukman tidak menutup kupingnya seperti biasa kalau ia sedang kawatir. Hanya saya dia minta saya selalu ada disampingnya.

Ketika film dimulai, dan terlihat berbagai jenis dan ukuran layang-layang, ternyata Lukman sangat tertarik. Bahkan saking tertariknya, ia spontan pindah sendiri ke barisan paling depan, duduk disebelah kakak Reza. Melihat Lukman asyik begitu, saya diam-diam keluar ruangan. Ternyata beberapa menit kemudian Lukman sadar juga saya keluar ruangan, dan mencari-cari. Kebetulan bersamaan waktunya dengan filmnya habis, jadi Lukman ketemu saya diluar ruangan menonton tersebut.

Setelah berbaris lagi, kelompok anak-anak ini memasuki ruangan besar tempat dipamerkannya berbagai ukuran dan jenis layang-layang. Disanapun Lukman cukup tertarik, apalagi ada satu layang-layang besar dari Jawa Barat yang mirip dengan sayap burung merak, salah satu binatang favoritnya🙂

Setelah puas mendengarkan keterangan guide dan berfoto-foto didalamnya, kelompok anak-anak ini kembali ke aula terbuka tempat melukis tadi, dan bergabung dengan kelompok lain untuk mendengarkan dongeng yang diceritakan Paman Gery dan Bubu Mini. Acara ini diawali dengan bernyanyi lagu Layang-layang yang saya sebutkan diawal tulisan ini. Lagi-lagi Lukman tertarik mendengarkan, dan sepanjang dongeng cukup betah untuk duduk walaupun ada dua kali dia mendadak lari menubruk Bubu Mini yang tentunya jadi kebingungan. Saya rasa Lukman gemes ya melihat atraktifnya gaya Bubu Mini mendongeng hihihi…

Sampai saat terakhir ketika diminta antri untuk ambil makanan, Lukman juga tetap betah ikut antrian dan membawa sendiri makanannya. Senang sekali melihat Lukman bisa mengikuti kegiatan KDFR walaupun belum dapat berkenalan teman baru seperti kakak Reza, tapi setidaknya dia sudah cukup mau mengikuti dan menikmati kegiatan tersebut.

Hmmmm jadi penasaran kepingin tahu apalagi ya kegiatan Klub Dongeng FeMale Radio yang akan datang?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s