Kalau Mau Hasil Yang Bagus…

Terbukti benar ya, kalau anak lagi dalam kondisi senang hati, apa yang orangtua katakan bisa diserap dengan baik dan diingatnya.

Hari Sabtu yang lalu saya dan teman-teman pergi ke Pasar Pagi Asemka. Yang sudah pernah kesini pasti tahu, disini begitu banyak toko yang menjual mainan. Sampai bingung ya mau memilih yang tepat untuk anak, namanya juga grosiran, banyak sekali jenis mainan yang ditawarkan. Akhirnya saya memilih sebuah puzzle 3 dimensi untuk Reza, karena bentuknya Trojan Horse, sesuai dengan kesukaan Reza pada cerita-cerita sejarah, dan untuk Lukman beberapa mainan untuk permainan pura-pura (pretend play). Ada juga sih mainan yang konyol banget, saya beli karena lucunya, mainan bentuk ayam seperti yang siap dimasak dan bunyi persis seperti ayam kalau dipencet.

Sampai dirumah sudah menjelang magrib, jadi mainan-mainan tersebut saya simpan dimobil dulu. Keesokan harinya, hari Minggu, baru lah saya buka kantong-kantong mainan itu. Waaah mata Reza dan Lukman langsung berkilat-kilat, dengan tak sabar mereka buka semuanya. Saya senang Lukman tidak takut dengan mainan ayam2an yang konyol itu, karena biasanya Lukman takut dengan mainan yang berbunyi. Mungkin karena bentuknya yang lucu itu, Lukman malah senang.

Kalau Reza, seperti yang saya duga, langsung membuka puzzle trojan horse tersebut dan langsung mau dikerjakan. Begitu sudah dikeluarkan semua isi kotak puzzle itu, Reza jadi bingung, begitu banyak bagian puzzlenya. Saya lalu beritahu kalau Reza harus membaca petunjuknya. Reza bilang “Kan petunjuknya bahasa Inggris, Mama yang ngerti, bantuin dong bikinnya”. Akhirnya saya bantu, berdua dengan Reza membuat bagian awal dari kuda troya tsb. Ternyata mengasyikkan juga prosesnya, tidak terasa sudah sampai waktunya makan siang. Saya berhenti, dan Reza protes “Masih penasaran nih, belum selesai” Saya bilang “Iya, kumpulin dulu, lanjutkan nanti selesai makan”. Akhirnya Reza mau berhenti dulu mengerjakan puzzle itu dan kami makan bersama dulu.

Selesai makan, duh rasanya mengantuk sekali, pegel-pegel kaki karena hunting di Asemka kemarin masih sangat terasa. Tapi Reza sudah minta dibantu lagi menyelesaikan puzzle. Saya bilang “Ayo, sudah bisa kan tadi, tinggal melanjutkan” Akhirnya dengan sedikit cemberut, dia teruskan sendiri membuat puzzlenya. Ketika mendapat kesulitan, dia ngomel2. Saya bilang “Kalau mau hasil yang bagus, harus kerja keras. Nggak mungkin dapat hasil bagus kalau bikinnya cuma gampang2 aja, Reza”. Ternyata akhirnya Reza bisa bertahan, dengan sabar selesaikan bagian-bagian yang sulit, dan menjelang magrib, selesailah puzzle tersebut!

Keesokan harinya, Reza membawa pulang hasil ulangan harian Bahasa Indonesia dan Matematika yang dikerjakan minggu sebelumnya. Ketika mengerjakan ulangan tsb Reza bilang kalau soalnya banyaaak sekali, jadi ia merasa capek sekali ketika pulang sekolahnya. Saya lihat nilainya tidak sebaik biasa, 6,6 untuk Bahasa Indonesia dan 7,3 untuk Matematika. Saya minta Reza mandi dan makan buah dulu, sementara itu saya lihat detail soal dan jawaban Reza di ulangan tsb. Setelah Reza selesai mandi dan makan buah saya ajak bicara sambil melihat hasil ulangan tersebut.

M: “Kalau Mama lihat sih, sebetulnya soalnya nggak banyak loh Reza”

R: “Tapi itu empat halaman, Mama, biasanya kan cuma dua halaman”

M: “Iya betul, tapi empat halaman karena ada gambar, dan juga ada soal cerita, kan? Lagipula Mama lihat sebetulnya soalnya mudah, coba Reza sekarang jawab yang ini…”

Reza dapat dengan cepat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ketika ulangan tidak dijawabnya dengan benar.

M: “Jadi, kalau lihat lembar halamannya banyak, jangan keburu panik dulu, teliti soalnya. Tidak sulit kan? Barusan Reza bisa jawab benar dengan cepat, lagi”.

R: “Reza nggak panik sih, Reza jadi males aja karena lihat halamannya banyak”.

M” Yaaaaa kalau males, hasilnya gimana?”

R: “Iya, iya, Reza masih inget yang Mama bilang kemarin”

M (rada bingung, bilang apa kemarin ya?): “Bilang apa?”

R: “Itu loh, kalau mau hasilnya bagus, harus kerja keras”

M (seneng banget, kata-kata itu masih diingat Reza). “Jadi y.a.d kalau soalnya empat halaman, lima halaman, gimana? Masih panik atau males nggak lihatnya?”

R: “Nggak”

M: “Gitu dong, anak Mama…. jangan cepat menyerah ya”

Terbukti benar ya, kalau anak lagi dalam kondisi senang hati, apa yang orangtua katakan bisa diserap dengan baik dan diingatnya. Karena sedang senang mengerjakan puzzle, kalimat yang kemarin itu bisa meresap dan tetap diingat Reza😀

2 thoughts on “Kalau Mau Hasil Yang Bagus…

  1. betul sekali, Ma…

    dan karena sudah males duluan ngelihat banyaknya halaman, udah ngerasa panik, “wah, banyak nih, aku harus cepat ngerjainnya”… kurang teliti deh jadinya… hehee…

    gitu kali ya yang ada di pikiran Reza waktu itu…

    ohya, itu mainan kayu ya Ma? sudah lama sekali saya ga main2 ke Asemka…

    • Iya, Reza itu sebetulnya seperti mamanya banget, sangat terpengaruh sama mood-nya.
      Kalau lagi seneng, tantangan seperti apapun bakal dilindas, tapi kalau lagi sebel haduuuh yang mudah pun terlihat seperti masalah besar🙂

      Mainannya dari kertas foam gitu MamaRay, dan nyesel cuma beli satu di Asemka karena saya sudah cek harga ditokobuku deket sini, wah 3x lipat harganya hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s