Lukman Pulang Sekolah Sendiri

Hari Jumat dan Sabtu kemarin saya mengikuti training RMT level 3 seharian penuh selama dua hari itu (soal apa itu RMT akan saya tulis di post terpisah). Karena tidak bisa menjemput Lukman disekolah hari Jumatnya, saya tadinya berpikir akan minta ijin pada gurunya untuk tidak masuk saja hari itu. Namun saya berpikir sayang juga ya kalau Lukman tidak sekolah hanya karena tidak ada yang menjemput, apalagi dihari Jumat itu ada ekskul Dance & Movement yang biasanya Lukman suka sekali mengikutinya, akhirnya saya mulai menimbang-nimbang rencana lain.

Sekolahnya Lukman punya fasilitas mobil antar-jemput. Saya sudah kenal baik dengan kak Erwin, supirnya, karena saat kakak Reza  bersekolah di Sekolah Tetum tersebut saya masih bekerja dikantor sehingga ia selalu naik ‘mobilnya kak Erwin’ untuk pergi dan pulang sekolah. Reza cukup senang naik mobil kak Erwin, bahkan baru 3 bulan bersekolah Reza sudah minta tidak ditemani lagi naik mobil itu. Padahal ketika itu Reza masih dikelas playgroup dan umurnya baru 3 tahun 9 bulan! Katanya “Reza malu, cuma Reza yang ditemani mbak dimobil!” ya iyalah, wong anak-anak lain yang naik mobil itu kakak-kakak kelasnya yang sudah TK, cuma Reza sendiri yang masih playgroup. Tapi setelah menelepon gurunya disekolah, saya yakin Reza bisa terjaga dengan baik didalam mobil kak Erwin dan akhirnya Reza selalu naik mobil itu sampai ia lulus dari TK Tetum.

Kalau Lukman memang pernah ikut mobilnya kak Erwin saat baru mulai sekolah, namun ia selalu didampingi babysitter ketika itu. Kalaupun tidak ada babysitter, ada Reza yang menjaganya (baca: Nyaman Bersama Kakak). Ketika saya berhenti bekerja, Lukman selalu saya antar-jemput, karena memang belum memungkinkan Lukman dilepas sendiri naik mobil kak Erwin. Lukman diumur 3 sampai 5 tahun masih terbatas bicaranya, dan punya rasa tidak aman jika tidak didampingi orang terdekatnya. Namun perkembangan emosi dan kemandirian Lukman yang semakin membaik, membuat saya kemarin jadi berpikir: mungkin sudah saatnya Lukman belajar naik mobil ‘orang lain’ tanpa didampingi.

Selain kak Erwin sang supir yang sudah saya kenal baik, anak-anak yang ikut didalam mobil itupun sangat ramah. Setiap saya mengantar/jemput Lukman sekolah, ketika kami berjalan melewati mobil tersebut dengan ada anak-anak didalamnya spontan anak-anak itu memanggil-manggil Lukman (walaupun Lukman biasanya cuek saja, dan saya yang membalas panggilan mereka). Juga kalau saat mengantar Lukman dan kami berpapasan dengan mobil itu dijalan, anak-anak didalam mobil itu pasti dadah-dadah dan terus melihat ke mobil kami sampai sama-sama berhenti disekolah.

Satu hal yang mungkin akan bikin Lukman bingung adalah jika ia harus mengantar dulu teman-temannya yang lain. Lukman pasti akan bingung dan bisa jadi nggak nyaman jika berputar-putar dulu sebelum pulang kerumah. Karena itu saya mengirim email kepada ibu kepala sekolah untuk menjelaskan niat saya mencoba Lukman naik mobil kak Erwin, dan menanyakan apakah mungkin diatur Lukman dulu yang diantar pulang kerumah. Ibu kepala sekolah menyambut baik rencana tsb dan syukurlah route mobil bisa diatur untuk mengantar langsung Lukman kerumah, baru mengantar teman-temannya yang lain.

Selesai dengan persiapan mobil, saya persiapkan Lukman untuk memahami kalau ia akan naik mobil kak Erwin. Di hari Kamisnya saya dari pagi sudah katakan “Besok pulang sekolah Lukman naik mobil kak Erwin ya” Lukman kelihatan berpikir sebentar tapi kemudian mengiyakan. Begitu juga ketika siangnya saya jemput, saya bicara dengan guru kelasnya, dan bilang kembali sama Lukman sambil menunjuk mobilnya “Besok pulang sama mobil merahnya kak Erwin ya” kali ini Lukman menjawab lebih cepat “Iya…”. Dan dihari H,  dari pagi sesudah bangun dan sewaktu saya drop Lukman kesekolah saya ingatkan lagi pada Lukman kalau siangnya naik mobil kak Erwin.

Alhamdulillah siang hari ketika saya menelepon kerumah mengecek keadaan Lukman, asisten dirumah melaporkan Lukman kelihatan senang ketika pulang bersama mobil kak Erwin. Yes, sudah nambah lagi kemampuan Lukman, sudah bisa naik mobil lain tanpa didampingi!

Senangnya…..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s