Tiga Kosong Untuk Reza!

Sore ini saya, Reza dan Lukman pergi ke mall dekat rumah karena Lukman menagih janji untuk ke toko buku. Sebelumnya, siang hari begitu dijemput disekolah Lukman bilang “Kita ke Dbest, Mama”. Itu artinya Lukman minta ke Gramedia, took buku favoritnya. Tapi Dbest itu sedang renovasi dan ditutup untuk umum. Saya bilang “Dbest-nya lagi tutup, nak”. Lukman ngotot “Tidak, Dbest-nya buka”. Daripada dia makin ngotot, saya bilang aja “Kalau mau ke toko buku, tunggu sama-sama kakak Reza pulang sekolah nanti ya?” Lukman mengangguk sambil senyum. Memang sudah lama mereka tidak ketoko buku.

Jadilah sore tadi kami ke mall dekat rumah. Saat baru masuk, dilobby mall tsb sedang ada counter penjualan buku-buku ilmu pengetahuan. Tertarik melihat buku-buku itu, anak-anak berhenti sebentar. Lalu oleh mas yang bertugas mereka diperlihatkan permainanan kecerdasan yang bikin mereka tertarik untuk mencoba. Terpaksa deh saya menunggui mereka mencoba permainan itu sebentar. Sementara itu si mas berusaha memasarkan jualannya: buku-buku pengetahuan yang dijual per-paket.

Rupanya strategi si mas adalah dengan mencoba menguji kemampuan Reza agar ia tertarik dengan isi buku-buku itu. Sebelumnya si mas sudah tanya Reza kelas berapa, jadi dia tahu Reza kelas 3 SD. Pertanyaan pertama si mas seperti ini: “Kakak tahu nggak, apa binatang yang terbesar didunia?” tanpa berkedip Reza langsung jawab “Paus biru” Si mas terdiam sejenak. Saya cepat-cepat bilang “Mas, kalau soal binatang, dirumah kami sudah banyak buku-bukunya”. Si mas tidak kehilangan akal, diambilnya buku yang lain. Kembali dia bertanya “Kak, bintang dilangit itu berkedip nggak ya?” Cepat Reza menjawab “Sebetulnya sih enggak, kelihatannya saja seperti itu” si mas mulai kelihatan ragu-ragu meneruskan. Tapi ia bertahan dengan strateginya, lalu bertanya “Bentuk bintang yang sesungguhnya seperti ini bukan?” sambil menunjukkan segi lima yang biasa menggambarkan bintang. Reza bilang “Nggak, bentuk bintang itu aslinya sih bulat seperti matahari” saya jadi cengengesan, tiga kosong untuk Reza, KO deh si mas, strateginya tidak ‘mempan’ untuk Reza.

Akhirnya saya tanyakan saja pada, berapa sih harga paket yang ditawarkan? Dia sebut angka 7 digit, yang buat saya nggak logis banget jual buku-buku semahal itu sementara kita bisa membeli ditoko buku/online shop buku-buku yang semakin murah padahal kualitasnya semakin bagus baik isi maupun cetakannya. Akhirnya kami berpisah dengan si mas, yang mungkin sedang memikirkan strategi lain untuk menarik minat pembeli…

Qiqiqiqi…!😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s