My Secret Garden: Taman Langsat

Hari Minggu 3 April yang lalu Reza mengikuti program Klub Dongeng dari FeMale Radio. Kami sudah cukup sering mengikuti acara-acara off-airnya FeMale, dan selalu seru acaranya.

Klub Dongeng ini punya acara rutin bulanan, dan yang kemarin itu adalah ketiga kalinya acara tersebut diadakan. Sejak awal Klub Dongeng dimulai Reza sudah daftar terus, tapi karena dihari H-nya Reza sakit, jadi dua kali sudah ia batal ikutan. Kali ketiga ini syukurlah Reza sehat, jadi sudah jauh-jauh hari mendaftar. Kebetulan pula acara bulan April ini istimewa karena diadakan diluar studio, di Taman Langsat. Bagi yang tinggal di Jakarta tentunya tahu pasar hewan disepanjang jalan Barito, yang terkenal dengan nama Pasar Burung Barito yang menjual berbagai hewan untuk dipelihara: burung, hamster, kelinci, bahkan sampai ular dan iguanapun ada dijual disitu. Nah Taman Langsat terletak dibelakang Pasar Burung tersebut seluas 3,6 hektare, berfungsi sebagai paru-paru kota yang masih terpelihara baik kondisinya. Saya saja yang seumur hidup tinggal di Jakarta Selatan baru kali ini masuk kedalam taman tersebut. Buat saya masuk ke Taman  Langsat tersebut seperti menemukan Secret Garden: lokasinya begitu dekat, tapi tersembunyi dari pandangan umum dan begitu indah.

Hari Minggu tersebut cuaca cukup cerah, walaupun saat tiba di Taman Ayodya (taman yang dulunya tempat kios-kios berjualan bunga) sempat sedikit gerimis, namun selebihnya cuaca cerah dan nyaman karena tidak terlalu terik. Setelah registrasi dan berkumpul, bocah-bocah diminta berbaris dan berjalan berbarengan menyeberang ke Taman Langsat. Begitu masuk, waaah saya terkagum-kagum melihat berbagai jenis beraneka ragam tanaman, dinaungi pohon-pohon yang sangat tinggi sehingga teduh suasananya. Juga tersedia jogging track untuk yang ingin berolahraga. Saya jadi ingat Kebun Raya Bogor, hanya saja kali yang mengalir disepanjang taman tersebut terpolusi, tidak jernih seperti kali Ciliwung di Bogor.

Sampai dilokasi, anak-anak langsung duduk dirumput beralas tikar, dan dibagikan lotion anti-nyamuk hmmm good precaution! Setelah itu dimulailah acara dongeng bersama Paman Gery dan Bubu Mini dimulai. Tema acara kali ini adalah belajar Berkata Yang Baik karena itu dongengnyapun sesuai dengan tema tersebut. Kompak dan kocak sekali Paman Gery dan Bubu Mini membawakan dongeng tersebut. Anak-anak memperhatikan mereka dengan seksama. Sesekali anak-anak diminta bantuannya menjadi salah satu tokoh dalam cerita. Tiap kali begitu, anak-anak berebutan mengacungkan jari supaya diminta maju kedepan menjadi salah satu tokoh. Senang melihat mereka begitu bersemangat dan diakhir dongeng mereka sudah mempelajari kata-kata ‘ajaib’ seperti: tolong, maaf, permisi, dan terimakasih.

Selesai dongeng, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, satu kelompok 10 orang, yang akan bermain ‘treasure hunt’. Tiap kelompok digiring ke lokasi yang berbeda, mereka diberikan soal dan jawabannya harus ditemukan diantara pohon-pohon atau benda yang ada disekitarnya. Seru sekali mereka bermain. Reza dan teman barunya Dika, mengatur strategi, jadi walau belum selesai pertanyaannya, mereka sudah berbagi tugas daerah yang mana yang akan mereka teliti. Ada tiga tahap games tersebut, dan tiap tahap dilakukan dilokasi yang berbeda, jadi kami mengelilingi cukup luas taman Langsat tersebut.

Selesai treasure hunt, anak-anak kembali ke lokasi awal, dan ditempat ini ada games terakhir yaitu menyusun puzzle berkelompok. Begitu diberikan puzzlenya, anak-anak langsung berebut ingin bersama memainkannya. Melihat teman sekelompoknya seperti itu, Reza dan Dika nggak ikutan, santai saja minum karena katanya “biar saja adek2 kecil yang kerjain, sudah cukup rame kan yang menyelesaikan” hmm bener juga. Lucunya, ketika puzzle sudah jadi, ada salah satu anggota termuda (masih 4 tahun) yang nangis dan ngambek karena merasa perannya menyusun kurang. Jadi dia membongkar lagi puzzle tersebut dan menyusunnya lagi hahaha. Ibu sang anak berkata “memang adek paling suka puzzle, bahkan disekolah dia hampir tidak pernah mainkan mainan lain, cuma puzzle yang disukainya”. Ooo pantesan ya dek, pinter banget bikin puzzlenya sendirian.

Setelah semua kelompok selesai membuat puzzlenya, dibagikanlah makan siang, dan anak-anak makan bersama. Seru, ada yang sudah pinter makan sendiri, ada yang masih disuapi ibunya, lucu-lucu anak-anak itu. Selesai makan, mereka dengan tertib mengumpulkan sampahnya, seperti yang diingatkan paman Gery dan bubu Mini. Sampailah di akhir acara, goody bags dibagikan, dan anak-anak bubaran pulang. Reza dan Dika sempat berfoto bersama panitia yang nggak kalah narsisnya sama bocah-bocah hehehe…

O iya, ketika selesai bikin puzzle dan masih menunggu teman-teman kelompok lain menyelesaikan puzzlenya, Reza sempat di interview krew Global TV! Saya cuma memperhatikan dari jauh, karena tahu Reza pandai menjawab pertanyaan. Ketika selesai direkam, om yang mewawancara memberikan jempolnya pada Reza, bikin saya penasaran dan tanya “apa sih yang Reza bilang?”. Kata Reza “Iya, ditanyain seneng nggak ikutan acara ini, terus ditanya emangnya kenapa suka denger dongeng” Saya bilang “Terus Reza jawab apa?” Sambil senyum Reza menjawab “Karena bisa diambil hikmahnya…” waaah pantesan om yang mewawancara kasih jempol, jawaban Reza muantaabbb sihhh….😀

2 thoughts on “My Secret Garden: Taman Langsat

    • Salam kenal juga, mbak Devi😉
      Ikut klub dongeng FeMale radio juga kah?
      Hari minggu besok ada lagi kan, anak-anakku mau ikut lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s