Rapor Semester Ganjil Reza Kelas 3

Bosan Ulangan

Di semester ganjil kelas 3 ini Reza berjuang cukup keras untuk menyelesaikan tugas-tugas dan ulangannya. Sempat di awal semester Reza kembali kesulitan untuk menyelesaikan tugas-tugas tertulisnya (baca Reza Dan Tulisannya). Namun dengan bantuan terapi menulis dirumah Reza bisa memperbaiki bentuk tulisan, kecepatan dan ketahanannya menulis.

Namun yang menjadi masalah adalah kebosanannya untuk menghadapi ulangan-ulangan. Pada semester ini Reza menjalani 4x ulangan harian, ditambah ulangan tengah semester (lisan & tertulis) plus ulangan akhir semester (juga lisan & tertulis). Apalagi ketika Ulangan Akhir Semester (UAS) dimana jangka waktunya hampir tiga minggu karena bersambungan ulangan harian sebelumnya, lanjut dg ulangan UAS lisan dan ditutup dg UAS tertulis. Reza sempat tidak mau lagi belajar, saking jenuhnya. Sampai dia bilang “Kenapa sih sekolah itu harus ditanya-tanya terus? Reza bosan!”. Puncaknya terjadi ketika hari Jumat, ketika ulangan PKN. Reza menjawab soal dengan ogah2an. Bahkan ada yang tidak dijawabnya, walaupun dia tahu apa seharusnya jawabannya. Ceritanya seperti dibawah ini.

Percakapan ini terjadi sesudah UAS PKN:
Reza: “Ma, tadi nggak selesai ulangan PKNnya”
Mama: “Soal apa yg gak dijawab?”
Reza: “Disuruh tuliskan isi Sumpah Pemuda”
Mama: “Loh kemarin kan sudah hapal, kok nggak dijawab?”
Reza: “Bosen, ditanyain mulu sih”

Setelah percakapan diatas saya ajak bicara Reza panjang lebar. Saya ngomong cukup lama mulai dari tujuan Reza belajar apa, tentang sekolah yg akan dimasukinya dimasa y a d, dll. Saya ngomong dg suara pelan tanpa marah, tapi Reza sampai menangis. Saya juga bilang walaupun saya maklumi dia sudah 2 minggu belajar khusus utk ulangan  tapi saya tekankan walaupun sdh bosan, soal yg bisa dijawab harusnya dia usahakan utk tetap ditulis jawabannya. Di sisa hari Jumat itu saya biarkan Reza tidak belajar, supaya dia istirahat dan main sampai malam. Tapi dia sudah janji akan belajar, hari Sabtu dan Minggu.

Reza Tantrum

Hari Sabtu ada kejadian yang terlalu panjang jika semua dituliskan disini, jadi saya tulis intinya saja. Reza tantrum. Ketika pagi harinya ditanyai ibu terapis kenapa Reza tidak jawab soal ulangan kemarin, meluaplah emosinya keluar. Dia sampai membanting buku, menangis terisak-isak. Cukup lama ibu terapis mengajak Reza bicara setelah itu, yang intinya kurang lebih sama dengan pembicaraan saya dihari Jumat dengan Reza. Setelah ibu terapis pulangpun Reza masih terlihat sangat sedih, dan akibatnya dia sampai memukul adiknya ketika merasa diganggu. Langsung saya ajak Reza kekamar, ngomong berdua: “Mama tahu Reza lagi bete, lagi kesal, tapi nggak boleh begitu sama adek. Kita akan pergi sama-sama, dan kalau Reza nggak bisa bersikap baik, dimobil pasti akan ada hal lain yg bikin Reza berantem lagi sama adek, dan Mama nggak mau Reza pukul-pukulan seperti tadi. Reza masih mau pergi? (dia mengangguk) Reza bisa bersikap baik? (dia mengangguk lagi)”. Tapi setelah itu pecah lagi tangisnya, sampai tersedu-sedu sedih sekali. Saya jadi ikut sedih lihat dia seperti itu. Akhirnya saya peluk dia, usap-usap sambil cium kepalanya supaya dia calm down.

Ketika akhirnya berkurang tangisnya saya tanya “Reza mau pergi kemana? Tadinya Mama mau ajak makan keluar. Tapi sekarang sudah terlalu siang, jadi kita makan dirumah dulu aja, baru pergi. Mau kemana? Terserah Reza deh”. Dia awalnya bilang “Nggak tahu”. Saya tanya lagi “Mama terserah aja, mau kemana, Reza deh yg tentukan”. Jawaban Reza berikutnya bikin saya  terharu. Dia minta “Mau ke Ragunan” ya ampuun, itu kan tempat yg dia kunjungi ketika liburan kemarin. Saya bilang “Cuaca sedang jelek, Reza, lihat tuh lagi hujan gerimis. Tempat lain saja deh” dia mengangguk, lalu minta “Ke tempat ikan air tawar di Taman Mini” huaaaa makin sedih deh saya, lagi-lagi yang dia sebut itu tempat liburan favoritnya, yang juga biasa kita kunjungi diwaktu liburan. Akhirnya siang itu Reza bisa gembira ketika kita jadi ke arena ikan air tawar kesukaannya di TMII. Sudah bisa ketawa dan bercanda lagi dia ketika disana. Bahkan ketika adeknya tendang (entah rebutan apa dimobil) reaksinya sudah seperti biasa, cuma menghindar dan tidak membalas.

Hari itu Reza saya biarkan tidak belajar. Hari Minggunya saya cuma tanya “Mau belajar pagi atau siang?” dijawab Reza siang hari. Dan ketika siang, dia saya temani belajar, sambil bercanda. Keesokan harinya, Senin dan Selasa, hari-hari terakhir UAS, saya tidak suruh Reza belajar, cuma tanya: “Ada yang perlu diulang belajarnya?” ketika dia jawab tidak karena masih ingat pelajarannya, saya biarkan saja dia bermain.

Setelah Terima Rapor

Karena sadari dirinya nggak all out ketika UAS, rupanya Reza cukup khawatir juga dengan nilai rapornya walaupun tidak diperlihatkan. Saya ambil rapor kesekolah sendirian, Rezanya tidak ikut. Waktu saya pulang dia malah ngajak omong soal yg lain, seperti nggak care banget sama rapornya. Saya bilang “Reza nggak kepingin tahu rapornya?” Dia jawab sambil sembunyiin mukanya “Nggak, takut!” Setelah saya bilang nilai2nya cukup bagus barulah dia mau lihat. Tapi lalu Reza no comment setelahnya, dia malah teruskan bermain. Karena saya juga harus pergi untuk tukarkan tiket Musikal Laskar Pelangi, saya belum sempat bicara santai dengan Reza.

Sore harinya, ketika saya sedang membereskan folder rapornya, Reza baru menanyakan “Rapor Reza gimana, Mama?” wah surprise saya, mau juga dia ngomongin.

Saya bilang “Banyak perbaikan, Mama seneng usaha Reza yg susah payah semester ini menunjukkan hasil yang lebih baik” Lalu saya bahas rapornya, perbandingan angka prestasinya dg angka rata2 kelas. Dan saya kasih lihat, pelajaran Bahasa Indonesia yg ditakutinya krn kemarin ini Reza selalu nggak pede kalau sudah ada soal karangan, ternyata bisa didapat nilai yang diatas rata2 kelas. Saya bahas juga nilai2 dari kelas satu dan dua, kelihatan sama Reza bahwa kelas tiga ini angka2nya memang lebih baik. Bahkan untuk nilai IPS Reza selalu mendapat nilai diatas angka 9, dan dikelas 3 ini angka yang diperolehnya untuk IPS 9,75 jauh diatas rata2 kelas.

Akhirnya, setelah itu baru Reza kelihatan gembira, dan lega. Ketika Papanya pulang dia bisa bilang “Rapornya Reza bagus, Papa!” hehehe…. Reza.. Reza…

Related posts:

Reza Dan Tulisannya Lagi 

Nilai Reza Lagi

Nilai UTS Reza Kelas 2

Nilai Rapor Reza Kelas 1

Tulisan Reza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s