Reza Dan Mbah Maridjan

“Mamanya, tahu nggak kalau mbah Maridjan sudah meninggal?. Dia ditemukan lagi sujud lho, beritanya meninggal ketimpa dinding, dan dia lagi pake baju batik”. Kalimat ini yang pertama kali Reza ucapkan ketika sampai di rumah sepulang sekolah kemarin siang, sesudah meneriakkan salam. Saya heran, padahal Reza baru sampai dirumah, tapi kok sudah tahu berita terkini dari musibah gunung Merapi? Rupanya gurunya Reza ketika waktu istirahat membaca berita dari internet, dan Reza yang selalu mau tahu kalau gurunya sedang browsing jadi ikut membaca berita tersebut.

Sejak kecilnya, Reza sangat tertarik pada berita, terutama berita di tivi karena ketika itu Reza belum belajar membaca. Kesenangannya untuk mendengar berita apa saja membuatnya aware atas topik-topik terkini, dan nggak segan-segan membagi info tersebut pada orang sekelilingnya. Ketika bencana tsunami menimpa Aceh, umur Reza baru berumur 3 tahun, tapi dia sudah sangat tekun mengikuti berita tersebut, dan jadi mengerti apa arti ‘tsunami’ walaupun untuk menyebutkan kata itu masih terbalik2, kadang disebutnya ‘setunami’. Kalau tokoh mbah Maridjan sudah dikenalnya sejak masih bersekolah di TK Tetum. Ketika teman sekelasnya, Aurora, maju untuk bercerita tentang anggota keluarganya dirumah: ada Bapak, Ibu, dan Mbah, spontan Reza nyeletuk “Mbah Maridjan ya?” dan bikin satu kelas tertawa.

Kesenangannya mendengar berita, dan kemudian membahasnya dengan saya/Papanya bila ada hal-hal yang tidak dimengerti membuatnya punya pengetahuan umum yang cukup luas. Tidak heran ketika Reza sudah tertarik issue global warming diumurnya yang baru 6 tahun. Ketika sudah berumur 8 tahun dan diminta untuk menuliskan apa yang dipikirnya tentang kata ’Kamboja’ Reza bisa katakan bahwa selain nama jenis bunga yang dipakai untuk upacara sembahyang umat Hindu, Kamboja juga nama salah satu negara di Asia.

Selain membahas topik beritanya, Reza sering juga tanyakan pada kami arti kata yang belum dimengertinya. Contohnya ketika kasus mantan Ketua KPK Antariksa sedang heboh2nya diberitakan. Awalnya Reza tanya “Selingkuh itu apa sih Mama?” bikin saya tergagap-gagap menjawabnya. Waktu saya tanya “Reza tahu darimana kata selingkuh?” dijawabnya “Tuh ditivi kan dibilang Antasari selingkuh sama Rani”. Dan entah diobrolinnya lagi dengan siapa, topik ini masih berlanjut dibahas Reza dengan saya beberapa hari kemudian, ketika saya lagi membuka account facebook. Reza nyamperin saya didepan computer dan seperti biasa ingin tahu apa yang sedang saya lakukan. Mendadak dia bicara begini “Mama, Rani Juliani yang terlibat cinta segitiga itu punya facebook juga loh!”. Saya jawab “Oh gitu yaa… cinta segitiga itu apa sih, Reza?” pingin nge-cek saja apa dia paham kata itu. Reza jawab “Kan Rani sudah sama Nasrudin, eh terus juga sama Antasari, gitu…” Saya langsung ketawa ngakak mendengarnya….

4 thoughts on “Reza Dan Mbah Maridjan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s