3 Cerita Rani

Ini tiga buah cerita tentang teman sekolahnya Lukman, Rani, anak perempuan yang manis, yang selalu penuh semangat.

Lukman dan Rani tidak sekelas, tapi Rani suka mengajak main dan perhatian sekali pada Lukman.

Rani

 

PAGI 1

Pagi ini Lukman kesekolah rada ngambek. Dia mau bawa mainan T-Rexnya kesekolah, saya larang. Walaupun menurut, Lukman cemberut saja dimobil dalam perjalanan kesekolah. Sampai sekolah Lukman tidak mau masuk sekolah sendiri, saya terpaksa antar sampai pintu masuk. Sebelum sampai ke pintu ada yang panggil-panggil Lukman: Rani dan Salsa, sambil menghampiri Lukman. Salsa bahkan sampai mengelus pipi Lukman. Lukmannya cuek aja, mungkin karena masih bete sama Mamanya.

Waktu Lukman saya jemput pulang sekolah, dia sudah menunggu, dan melihat saya datang langsung lari-lari sambil teriak “Mamaaaa… Mamaaa….” dan memeluk saya, persis seperti adegan film India deh. Tapi kok tas-nya nggak dipakai? Dari dalam sekolah Rani keluar, sambil membawakan tasnya Lukman! Kata kak Ria (guru kelas Lukman) seharian ini memang Rani ikuti Lukman terus. Lutunaaa….

PAGI 2

Tadi pagi Lukman ngambek lagi, gara-gara T-Rex lagi. Kali ini Mamanya sengaja ngumpetin mainan kesayangannya itu, karena memang ada peraturan disekolah anak-anak tidak boleh membawa mainan. Ketika Lukman tidak mau turun, ada 3 cewe kecil yang samperin ke mobil: Rani, Salsa dan Nisa sambil panggil-panggil : “Lukmaaan… Lukmaaan…” ternyata panggilan itu nggak efek, Lukman malah menutup mukanya pakai bantal yang dibawa dimobil.

Untung ada ‘penyelamat’. Lagi Lukmannya seperti itu, datang Marvin, yang diantar Mamanya dan kucing kesayangannya, Nero. Langsung deh saya bilangin “Lukman lihat, kucingnya Marvin ikut ke sekolah!”. Kemudian anak-anak itu jadi rame menyambut si kucing Nero. Akhirnya, Lukman mau deh turun dari mobil!

Nero The Hero😀

 

PAGI 3

Hari Minggu kemarin, Lukman rambutnya dicukur sama Papanya. Walaupun cukup sulit minta Lukman tetap tenang, walaupun cukurnya sampai dua tahap (pagi dan lanjut lagi sorenya) tapi akhirnya Lukman keliatan tambah cakep karena sudah lebih rapih potongan rambutnya.

Pagi ini, Lukman cukup semangat berangkat sekolah. Sesampai disekolah, dijalan masuknya sudah ada Rani yang langsung teriak : “Lukmaaan…” sambil lari menghampiri. Ketika sudah berhadapan, Rani spontan bilang “Kamu baru potong rambut ya?” waaah perhatiannya bukan main ya? Lukmannya nggak bicara apa-apa, tapi langsung cium pipinya Rani! Oooow sooo sweeeet!! Mamanya cuma bisa senyum-senyum lihat tingkah mereka berdua…

Ketika saya tuliskan di status facebook cerita ini, Bundanya Rani memberi komentar: “Ketawa sendiri deh baca cerita dari mama Lukman… Hm, hampir setiap hari Rani ada cerita tentang Lukman, sepertinya memang Rani lagi senang bermain dan perhatiin Lukman… Makasih Lukman atas cium sayangnya … mau godain Rani dulu ah … ^_^ hihihi …”. Kemudian ada lagi komentar dari Mamanya Marvin, masih di status tersebut: “Beberapa hari yang lalu mereka nunggu jemputan berdua, duduk di ayunan depan sekolah, bercanda-canda… Ngeliatnya lucu banget…”😀

PS:

Bunda Mara, terimakasih sudah diijinkan sharing ceritanya Rani dan Lukman, juga thanks untuk foto yang manis ini…

Mama Marv, makasih buat foto Nero The Hero yang ganteng😀

One thought on “3 Cerita Rani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s