Reza Kesal

“Ya kesel dong, kan bikinnya berdua, jadi mustinya kasih liatnya juga berdua dong”…

Minggu yll selama 3 hari Mamanya ikut training, Rhythmic Movement Training. Karena itu dari hari Kamis hingga Sabtu Mamanya tidak mendampingi anak2, dan baru pulang saat mereka mau tidur. Menurut asisten dirumah mereka baik-baik saja, dan memang ketika saya sudah pulang mereka kelihatan oke.

Namun ketika kemarin saya bertemu dengan terapis okupasi yang melatih Reza (baca posting: Reza Dan Tulisannya) saya diberitahu bahwa hari Sabtu Reza tidak berlatih dengan baik. Kelihatan sekali ia tidak semangat, dan kesal karena disuruh latihan. Saya lihat hasil mewarnainya memang tidak sebaik terapi sebelumnya, kelihatan sekali kalau dikerjakan dengan terburu-buru. Ibu terapis kawatir kalau semangatnya seperti ini terus, maka latihan akan tidak berjalan lancar untuk seterusnya.

Akhirnya sebelum tidur kemarin saya ajak Reza bicara berdua saja. Saya tanyai pelan-pelan, apakah yang dia mengerti kenapa perlu terapi menulis lagi. Reza menjawab “Supaya tulisan Reza lebih jelas dan lebih flexible tangannya”. Lalu saya tanyakan apakah dia merasa butuh untuk melakukan terapi itu? Reza menjawab “Iya, cukup (cukup perlu terapi, maksudnya)”. Lalu saya tanya “Tante Indah enak nggak ngajarnya?”. Reza jawab “Iya sih, suka kasih yang lucu-lucu, suka bikin gambar yang Reza suka tapi kadang Reza nggak suka juga”. Tanpa saya pancing lama-lama rupanya Reza juga kepingin cerita tentang hari Sabtu itu. Saya tanya lagi “Nggak sukanya kenapa, Reza, kasih contoh deh”. Reza bilang “Paling sebel kalau Reza lagi mau main terus tante Indahnya datang. Seperti hari Sabtu kemarin, waktu Mamanya lagi training. Kan Reza lagi bikin video UFO sama da Van, nah waktu sudah selesai, kita mau kasih liat sama Maktuan. Tapi keburu tante Indah datang. Jadi yang kasi liat ke Maktuan cuma da Van aja”. Saya tanya “Trus keselnya kenapa?” Reza jawab “Ya kesel dong, kan bikinnya berdua, jadi mustinya kasih liatnya juga berdua dong”.

Waaah rupanya ini yang jadi masalahnya, sampai dia kesal sekali. Reza dan sepupunya Ivan lagi berpura2 merekam kegiatan pesawat UFO. Mereka lakukan itu dengan hpnya Ayang. Saya tahu pasti mereka seneng dan asik sekali, pura2 melihat UFO dan merekamnya. Lalu ketika rekamannya sudah selesai, mereka ingin kasih lihat pada Maktuan, kakak saya, dan ketika lagi seru2nya itu terapisnya datang, Reza harus mulai belajar. Dan kekesalan itu terbawa sampai saat latihan, sehingga Reza maunya cepat selesai saja.

Namanya juga anak-anak ya? Buat mereka beberapa hal sangat penting, sementara mungkin bagi kita orang dewasa hal tersebut nampaknya sepele.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s