Lukman Membaca, Lukman Mengetik

Lukman sukaaa sekali membaca buku. Salah satu kegiatan favoritnya adalah ketoko buku, ia suka sekali memilih buku, melihat isinya, menaruh lagi ditempatnya, dan ambil lagi buku yang lain, seperti itu. Jadi kalau ketoko buku kami tak harus membeli buku, karena kalau sudah cukup melihat-lihat, biasanya Lukman sudah puas.

Dirumah memang kami sediakan banyak buku bacaan untuk anak. Karena saya suka membaca, anak-anak jadi tertular, suka juga membaca. Reza sejak umur dini, sejak bisa memegang buku selalu minta dibacakan cerita. Walaupun ketika itu belum pandai membaca, dia sudah hapal dengan isi buku, dan protes kalau saya (sengaja) melewatkan beberapa halaman yang dibaca. Ketika sudah bisa membaca sendiri, berbagai buku jadi santapannya.

Bagi Lukman, buku juga menjadi salah satu alat untuk terapi. Dengan dibacakan cerita, Lukman dapat menambah kosa katanya. Sekarang ini, Lukman lebih suka jika dia yang ‘membacakan’ isi buku. Walaupun dia belum bisa membaca betulan, kegiatan seperti ini menyenangkan sekali untuknya.

Kalau diajak belajar membaca betulan, biasanya Lukman suka kabuuurrr… Jadi saya biasanya nggak memaksa, saya biarkan saja Lukman mau belajar membaca dengan kemauannya sendiri.

Tapi kalau saya perhatikan Lukman bermain computer, sepertinya ia sudah mengenal bentuk kata. Jadi kalau googling sendirian, dia bisa tuh cari T rex, atau gajah atau apapun yg dia mau dg melihat history dari google search sblmnya (baru ketik T, sudah keluar daftar kata-kata yg berawal huruf T, lalu ia pilih kata yang diinginkannya).

Kemarin Lukman memperhatikan saya saat sedang mengirim message kepada seorang teman. Saat saya ketik “Seminar Elly Risman” di-subjectnya, Lukman langsung bilang “Elly gajah ya? Pocoyo?”  (salah satu teman tokoh kartun Pocoyo memang namanya Elly, gajah warna pink). Wah kejutan juga untuk saya, apa iya Lukman sudah bisa membaca karena dia bisa kenali tulisan tsb diluar google search? Atau tetap baru tahap mengenali bentuk saja? Akhirnya saya tanyakan kepada Ibu Endah Soekarsono, kepala sekolahnya Lukman.

Beliau belum sempat membahas, namun sudah memberikan kata kuncinya “sight words”. Akhirnya saya google lah kata itu, mencari tahu artinya. Setelah baca-baca, ternyata arti sight words kurang lebih: memahami suatu kata karena sudah hapal bentuknya, bukan karena mengenal bunyi tiap huruf dan menggabung-gabungkan bunyi itu dalam suku-suku kata. Dikatakan pula bahwa metode sight words akan cocok sekali dengan tipe anak pembelajar visual. Dengan mengandalkan ingatan visual, mereka lebih cepat masuk ke kegiatan membaca. Hmmm, sepertinya memang cocok banget tuh dengan tipenya Lukman…

Sama juga dengan kegiatan membaca, Lukman masih belum suka belajar menulis. Bahkan dengan para terapisnya pun Lukman harus diakali supaya mau menulis. Salah satu ceritanya ada di posting Liburan & Perkembangan Lukman, subtitle Acting Yang Hebat!. Harus bermain pura-pura mengunjungi Taman Safari dulu baru saat terapi itu Lukman mau menulis.

Masih sehubungan dengan belajar menulis dan membaca, ada cerita menarik yang baru terjadi kemarin sore. Saat ini Lukman lagi senang-senangnya nonton film-film Disnet seperti: Mulan, Aristocat, Dalmation. Sore kemarin didepan computer Lukman bilang “Dalmation, Mama!” Saya hampiri dia, menyangka Lukman minta tolong diketik kata Dalmation. Ternyata waktu saya lihat monitor sudah ada google result gambar-gambar Dalmation! Mau tahu caranya Lukman mendapat gambar-gambar itu? Dengan mengetik: 1-0-1! Anak pintar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s