Lebaran 2010

Tidak banyak yang dapat diceritakan dari lebaran tahun ini. Seperti biasa dihari pertama setelah shalat Ied, kemudian bersalaman dan bermaafan dengan Ayang, Maktuan, Ci’utiah, Bunda dan Ivan, kami pergi kerumah Momma berkumpul dengan saudara-saudara Papanya. Disana kami tidak sempat berlama-lama karena sudah ditunggu keluarga besar dirumah. Seperti biasanya, kompleks rumah kami menjadi tempat berkumpul keluarga besar, baik dari pihak keluarga Ayang, maupun keluarga almarhum Angku. Kalau para pejabat punya acara open house untuk masyarakat umum, kamipun juga punya acara yang sama untuk keluarga besar dan teman-teman dekat😀

Kondisi Lukman pada lebaran kali ini tidak begitu baik. Dari pagi hari sejak ia bangun, Lukman sudah terlihat agak moody. Tambahan lagi harus mengenakan baju koko, yg walaupun sudah sebisa mungkin saya cari bahannya yang lembut, tetap saja Lukman enggan mengenakannya. Kalau kakak Reza malahan senang pakai baju koko itu, dan nggak mau dibuka walaupun sudah saatnya ganti baju.

Walaupun akhirnya dpt dibujuk utk memakai baju koko itu, Lukman tetap bête waktu difoto2. Sampai dirumah Momma ia minta baju itu dibuka, dan dg cueknya cuma mengenakan pakaian dalam, ngumpet saja dikamar Momma, memainkan laptop milik Om-nya.

Begitu juga ketika kembali kerumah, Lukman maunya lari2an dihalaman, tidak mau salaman, tidak mau foto bersama. Akhirnya foto-foto lebaran kali ini hampir semua ‘minus Lukman’.

Menimbang kondisinya seperti itu, yang berkelanjutan dihari-hari berikutnya, kami terpaksa mengunjungi saudara-saudara yg ‘wajib kunjung’ saja. Itupun tidak bisa berlama-lama. Kalau Lukman sudah katakan “Aku mau pulang” kami terpaksa menurutinya.

Dihari keempat, kami sempat mengajak Reza dan Lukman pergi beli mainan. Seperti biasanya setiap tahun, uang yang mereka kumpulkan dari ‘salam tempel’ wajib ditabung, walaupun tetap diberi kesempatan mereka membeli dulu mainan yang diinginkannya. Lucu sekali waktu pergi ketoko mainan itu. Lukman langsung memilih boneka Woody tokoh film Toys Story, dan tidak beralih ke mainan lain, walaupun sempat berkeliling cucimata sebelum membayar ke kasir. Kalau Reza, tadinya mau beli pistol-pistolan, tapi karena PapaMamanya tidak setuju, rupanya dia mendengarkan juga alasan kami melarangnya dan Reza memilih robot transformer saja untuk dibeli. Lamaaa sekali dia memilih, menimbang-nimbang robot yang mana yg mau dibeli.

Selesai beli mainan, saat melintas didepan toko buku, anak2 minta juga masuk kedalamnya. Reza lagi-lagi asyik memilih-milih. Sementara Lukman lari sana-sini melihat buku, vcd, dan demo computer games utk anak. Akhirnya Lukman memilih vcd (lagi-lagi) yang ada binatangnya. Sedangkan Reza? Memilih komik biografi Napoleon Bonaparte! Kami senang sekali Reza memilih buku itu, bukan buku dinosaurus seperti biasanya, atau buku komik yang biasa. Memang sebelumnya kami pernah belikan buku sejarah dunia untuk anak, dimana isinya dibuat sangat menarik, ceritanya singkat-singkat, sehingga tidak ‘berat’ dan menyenangkan untuk dibaca anak yang masih bersekolah di SD. Rupanya buku tersebut cukup mengesankan untuk Reza, sehingga ia tertarik utk membeli buku sejenis, buku komik Napoleon tersebut.

Hari kelima lebaran saya ceritakan terpisah, diposting “Lukman Nonton Lagi”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s