Doa Bulan September

Ya Allah ya Tuhan kami, puji syukur kami panjatkan kepadaMu ya Allah  yang menganugerahkan berkah, nikmat dan kemudahan kepada kami sekeluarga. Kami bersyukur untuk hari-hari indah yang Engkau berikan kepada kami, juga untuk semua kesempatan, kesenangan, dan perlindungan. Terimakasih untuk pelajaran dan tantangan yang Engkau berikan, karena membuat kami menjadi semakin kuat. Walaupun penuh perjuangan, namun perkembangan anak-anak kami sampai saat ini selalu membanggakan. Semoga kami selalu mendapat berkah dan ridhoMu ya Allah SWT, serta mampu terus mengemban tugas mendidik dan mengantarkan anak-anak kemasa depan dengan lebih baik lagi. Amin Ya Rabbal Alamin….

Bulan ini genap dua tahun saya berkarya dirumah. Meninggalkan status ibu bekerja menjadi stay home mom. Perubahan yang sudah saya nanti-nantikan,  gembira dan lega sekali saat hari H-nya tiba.

Sudah sejak pertama lahir Reza kecil, seperti ibu-ibu lainnya ketika habis masa cuti melahirkan dan kembali bekerja meninggalkan permata hati dirumah rasanya berat sekali. Bagaimanapun kita mencari babysitter terbaik untuk mengasuh sikecil, tetap ada kecemasan, keraguan apakah mereka bekerja dengan sepenuh hati, apakah keamanan sang buah hati terjamin. Apalagi kalau sikecil sakit, buat saya tidak ada hal lain yang lebih penting selain menunggu saat mereka demam, saat mereka tidak nyaman karena sakitnya. Tapi tanggung jawab kepada pekerjaan dikantor tidak selalu memungkinkan seperti itu. Walaupun hati ini tidak tega meninggalkan sikecil, apaboleh buat, harus pergi kekantor juga.

Begitu juga saat Lukman lahir. Walau sudah mempersiapkan babysitter jauh-jauh hari, namun ketika habis masa cuti melahirkan, meninggalkan dua anak balita yang sedang butuh-butuhnya perhatian ibunya makin membuat langkah ini berat meninggalkan rumah. Namun ketika itu kantorpun sangat membutuhkan saya, beberapa staff kunci yang mendadak resign membuat saya malah harus merangkap jabatan setelah cuti melahirkan. Saat itu rasanya sangat berat, tuntutan pekerjaan plus memikirkan anak-anak dirumah membuat sulit mempertahankan segala sesuatunya dalam keseimbangan.

Diperkuat lagi dengan mulai kami lihat perkembangan Lukman yang terlambat dalam hal bahasanya. Diumur Lukman yang kedua tahun, ia belum bicara satu patah kata pun yang berarti. Beberapa waktu kemudian, setelah periksakan keklinik tumbuh kembang, melihat perkembangannya disekolah dan terakhir Lukman mendapat diagnosa autis ringan yang cukup mengejutkan namun kami terima dengan lapang dada. Semakin kuat rencana untuk mengundurkan diri, sejalan dengan perubahan pemilikan kantor yang memberikan kesempatan untuk berhenti bekerja. Suami tercintapun sangat mendukung, buatnya tidak ada yang lebih penting selain lebih terjaminnya tumbuh kembang anak-anak dengan baik. Walaupun ada konsekwensi financial, kami yakin langkah yang kami ambil ini adalah yang terbaik untuk Lukman, Reza maupun kami sebagai keluarga seutuhnya.

1 September 2008, saya mulai dirumah. Anak-anak senang sekali ibunya tidak lagi harus kekantor. Saya juga sengaja menghentikan babysitter (kebetulan saat itu juga habis lebaran, sehingga banyak kesempatan kerja untuknya dilain tempat). Dengan demikian anak-anak betul-betul saya urus sendiri. Rasanya tidak ada kecanggungan saat itu, mungkin karena sudah betul-betul niat. Tidak ada rasa bosan, malah senang sekali punya waktu yang cukup untuk mendidik kebiasaan anak-anak dirumah, meng aplikasikan disiplin dirumah yang membuat anak-anak lebih mandiri, juga sempat untuk mengantar Lukman terapi tanpa harus menunggu waktu weekend. Semua ini membuat ketenangan juga dihati, dan efeknya tentu bukan hanya untuk diri saya sendiri, tapi untuk sekeluarga. Suami saya juga lebih tenang bekerja dikantor, karena anak-anak dirumah aman dengan ibunya.

Ya Allah ya Tuhanku, puji syukur kami panjatkan kepadaMu ya Allah  yang menganugerahkan berkah, nikmat dan kemudahan kepada kami sekeluarga. Kami bersyukur untuk hari-hari indah yang Engkau berikan kepada kami, juga untuk semua kesempatan, kesenangan, dan perlindungan. Terimakasih untuk pelajaran dan tantangan yang Engkau berikan, karena membuat kami menjadi semakin kuat. Walaupun penuh perjuangan, namun perkembangan anak-anak kami sampai saat ini selalu membanggakan. Semoga kami selalu mendapat berkah dan ridhoMu ya Allah SWT, serta mampu terus mengemban tugas mendidik dan mengantarkan anak-anak kemasa depan dengan lebih baik lagi. Amin Ya Rabbal Alamin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s