Family Gathering

Tiap tahun, kantor Papanya selalu mengadakan family gathering. Ada dua acara: outing dengan menginap keluar kota, dan sport day (undokai). Dua acara ini selalu mengikut sertakan keluarga karyawan, jadi kami bisa saling mengenal istri/suami dan anak-anak rekan sekerja Papanya. Hampir tiap tahun kami ikuti kedua acara ini, kecuali tahun yang lalu karena karena kami lihat skedul perjalanannya yang padat sekali sehingga kami pikir tidak nyaman untuk diikuti Reza dan Lukman.

Berbagai pengalaman yang mengesankan kami dapatkan saat piknik dengan rombongan ini. Mulai ikutan acara outing setelah menikah, saya masih hamil Reza ditahun 2001. Tahun depannya Reza mulai ikut diumurnya yang masih 7 bulan, sedangkan tahun 2003 merupakan pengalaman pertama Reza naik speedboat diumur 1,5 tahun. Kalau tahun berikutnya adalah pengalaman pertama Reza naik pesawat,  di tahun 2006 Lukman mulai ikutan diumur 1 tahun belajar naik bus besar dan bersabar diperjalanan sampai ditujuan. Tahun berikutnya berkesan sekali untuk Lukman karena itu pertama kalinya ia ke Taman Safari. Syukurlah selama mengikuti perjalanan, baik Reza maupun Lukman selalu dapat menikmati. Yang terakhirpun saat kami ke Garut dengan bus sampai 5 jam diperjalanan mereka tidak rewel, kalaupun sempat bosan sebentar bisa dihibur dengan buku2 yang sengaja saya bawa.

Ternyata dengan ikut acara ber rombongan seperti ini banyak yang bisa kami jadikan pelajaran. Pertama adalah bagaimana mengikuti skedul yang ditentukan panitia. Bagi orang dewasa tentunya mudah, karena sudah dapat mengatur waktunya sendiri. Tapi kalau bepergian dengan anak-anak, terutama dengan balita, ini cukup jadi tantangan tersendiri. Kami harus pintar-pintar membujuk agar mereka dapat selesai makan pada waktunya, kalaupun tidak selesai, kami musti ingat untuk bawa lunch box untuk diteruskan disuapi dijalan. Begitu juga waktu bangun pagi yang biasanya beraaat sekali mereka bangun tepat waktu karena cukup lelah dihari pertama, biasanya kami pentingkan mereka sarapan dulu, mandi bisa di skip hehehe, cukup dilap dengan tisu basah, agar kami bisa siap pada waktu skedul berjalan-jalan tiba. Juga bagaimana menyiasati kalau mereka bosan diperjalanan, karena itu mainan dan buku2 penghibur wajib dibawa.

Yang kedua untuk anak-anak adalah belajar bersosialisasi. Berkenalan dengan anak-anak dari keluarga lain, main bersama-sama, memberikan toleransi, menjaga tingkahlaku walaupun sudah merasa letih, ada sebagian hal yang mereka pelajari selama ikuti outing. Untuk Reza, kami jadi bisa lihat kelebihannya dalam hal kemampuan bersosialisasi. Sejak umur piyik, masih satu tahunan saja, Reza sudah terlihat senang berkenalan dengan orang asing, baik dewasa maupun anak-anak. Kemudian masih diumur 3 tahun, Reza bisa berkenalan sendiri dengan kakak-kakak (anak yang lebih besar dari Reza) dengan pedenya memulai percakapan, berbagi permen, lucu sekali. Selain itu karena setiap acara outing ini selalu ada panggung gembira saat makan malam bersama, dimana ada games, ada pertunjukan, kami jadi bisa tahu kalau Reza pede banget menghadapi publik dipanggung. Tidak pernah ia ragu-ragu kalau diajak naik ke panggung. Bahkan diumur 6 tahun Reza semangat sekali saat penyanyi bertanya “Siapa yang bisa nyanyikan lagu ini?” kebetulan lagu yang dimaksud adalah Kenangan Terindahnya Samson, lagu favoritnya Reza saat itu. Tanpa berpikir lagi, Reza langsung melesat ke panggung (padahal masih ada makanan dimulutnya) untuk bernyanyi! Karena Reza bisa menyanyikan dengan cukup baik semua penonton jadi ikutan bernyanyi & bertepuk tangan bersama.

Kalau Lukman sampai outing tahun 2008 masih asik dengan diri sendiri, hanya mau berinteraksi dengan keluarganya saja, tapi memang buat kami ketika itu yang terpenting adalah Lukman mau ikut dan merasa nyaman selama diperjalanan. Untungnya Lukman memang suka berjalan-jalan, walaupun masih belum peduli dengan keluarga lain. Senangnya saat terakhir kami outing bulan yang lalu, Lukman sudah lebih berinteraksi dengan keluarga lain. Bahkan saat baru naik bus, dia mencolek ibu-ibu yang lain, memperkenalkan diri “Saya Lukman!” walaupun kalimat berikutnya tidak dijawabnya, hanya berikan senyum manis. Lukmanpun cukup perhatian dengan anak-anak lain, apabila ada bayi, ia pasti mencolek saya dan bilang “Lihat Mamanya, ada adek bayi!”. Kalau si adek bayi tidur, Lukman colek orang-orang sekeliling, dan bilang “Sssshhh” sambil taruh jari telunjuk didepan bibirnya😀 Begitu pula saat berenang, melihat adek kecil naik balon renang berbentuk pesawat, Lukman jadi ikut bantu mendorong ban renang adek kecil itu. Lucu sekali!

Saya sendiri juga belajar banyak dengan outing seperti ini. Hal yang utama adalah masalah packing. Bagaimana membawa seluruh keperluan anak-anak: pakaian ganti yg cukup, mainan dan buku pengusir rasa bosan, diapers dan waterjug untuk merebus dot saat balita, makanan selingan, obat-obatan dengan lengkap tapi tetap seperlunya supaya tidak seperti orang-pindah-rumah bawaannya hehehe. Awal-awal saat anak-anak balita, waduh, sepertinya tas/koper kami yang paling besar dibanding keluarga lain. Saat itu juga kami masih perlu bantuan baby sitter. Tapi semakin anak-anak tambah besar, semakin ‘canggih’ saya dapat memperkirakan barang yang betul-betul diperlukan, dan tidak lagi memerlukan ikutnya baby sitter. Sedikit repot memang, tapi dengan bantuan Papanya, semua jadi lebih nyaman apabila kami sekeluarga saja yang pergi.

Last but not least, dengan outing ini terasa sekali kami menjadi semakin dekat, semakin mengerti pemikiran masing2, baik antara Papanya dengan Mamanya, juga antara kami berdua dengan anak-anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s