Curhat Colongan

photo by Aziz Rifai

Pagi itu Reza ngobrol dengan Ivan sepupunya, dia bertanya “Kalau menurut da Van, mas Osha itu kelihatannya gimana?” belum sempat Ivannya bicara, Reza sudah menjawab sendiri “Dulu itu mas Osha autis, tapi sekarang udah enggak, udah seperti orang lain, udah gitu pinter main biola lagi…”

Percakapan itu terjadi sehari setelah Reza ikuti acara Aku Sahabat Anak Spesial. Reza selama ini sudah cukup tahu bahwa adik Lukman itu autistik, sehingga saat dia berkenalan dengan Osha menjadi sangat berkesan baginya. Bukan saja karena Osha lancar berbicara seperti orang lain pada umumnya, tapi juga karena saat itu Osha memainkan biola mempersembahkan lagu anak-anak untuk para teman cilik barunya.

Obrolan Reza dengan Ivan memberi saya kesempatan untuk menjelaskan pada Reza bahwa autis itu menetap, autis itu tidak dapat ‘disembuhkan’ karena autis itu bukan penyakit. Saya juga jelaskan bahwa seorang anak autis dapat menjadi pribadi mandiri dengan kemampuan bersosialiasasi yang baik seperti Osha apabila mendapat pendidikan dan terapi yang baik.

Saya sendiri juga sangat terkesan saat bertemu dengan Osha. Perilakunya sangat sopan, cara bicaranya jelas, dan cukup perhatian dengan sekelilingnya. Saat baru masuk kedalam ruangan tempat acara Aku Sahabat Anak Spesial diadakan, Lukman menutup kedua telinganya seperti yang biasa dia lakukan kalau belum nyaman dengan lingkungan baru. Melihat Lukman seperti itu Osha bertanya pada ibunya, “Bu, anak itu kenapa menutup kupingnya?” Ibunda Osha, mbak Heny, yang sudah kenal Lukman sebelumnya memberi tahu “Itu yang namanya Lukman” dan Osha mengerti “Ooo, seperti aku dulu ya Bu?”.

Setelah pertemuan itu, Reza minta pada saya untuk juga berteman dengan Osha dan mbak Heny difacebook. Setelah itu belum ada cerita  lebih lanjut dari Reza, sampai hari Jumat yang lalu. Reza mendadak panas tinggi paginya dan siang itu saya bawa kedokter. Selagi menunggu obat selesai diproses, mendadak Reza bilang “Ting! Reza punya ide!” sambil senyum. Selanjutnya percakapan itu berlanjut seperti dibawah ini.

Mamanya: “Ide apa sih?”

Reza: “Kan kata Mama mas Osha itu dulunya seperti Lukman”

M: “Iya, trus kenapa Reza?”

R:  “Mama tanya aja sama mas Osha, gimana caranya supaya Lukman bisa seperti mas Osha sekarang”

Hahaha aduuh saya geli dan terharu deh, dia lagi lemes karena demam kok ya sempet2nya kepikiran ttg adeknya dan mas Osha.

M: “Iya, makanya Mama berteman dengan mas Osha dan mamanya, jadi bisa tanya2 langsung dan Mama juga baca bukunya”.

R: “Yang judulnya Tumbuh Ditengah Badai itu ya Mama”

Wah ini kejutan untuk saya, Reza ternyata memperhatikan ya buku-buku yang saya baca!

M: “Memangnya menurut Reza adek Lukman itu sekarang gimana sih?”

R: “Yaaa adek sih udah lebih pinter ngomongnya, udah lebih banyak, tapi nakalnya masih sama seperti dulu”.

M: “Nakalnya adek seperti apa sih?”

R: “Ya suka lari2 gitu, trus kalau Mama lagi pergi jemput Papa adeknya nggak mau bobo, malah main-main terus bikin Reza nggak bisa bobo, trus adek masih suka rebut remote tivi…”

Lho kok ujung-ujungnya jadi curhat colongan ya? Hahaha…. Reza… Reza…..

lol

2 thoughts on “Curhat Colongan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s