Bulu Mata

Sejak saat Reza masih bersekolah di PG/TK Tetum, memang sekolah ini tidak pernah merayakan hari kelahiran Ibu Kartini dengan memakai baju tradisional ke sekolah. Dalam hal ini saya bersyukur sekali, mungkin karena pengalaman pribadi dimasa jadoel bahwa memakai baju tradisional ke sekolah itu sangat tidak nyaman. Tapi bukan hanya itu, mungkin pandangan saya tentang merayakan hari Kartini dengan berbaju tradisi daerah terwakili dengan tulisan Ibu Endah W. Soekarsono, kepala sekolah Tetum ini: Kartini, Ngasirah, Montessori dan Gio.

Anyway, walaupun tanpa kostum, sekolah Tetum tetap memperingati semangat Kartini dalam bentuk yang berbeda. Anak murid kelas Lukman (TK A) diminta untuk menggambar profil ibunya, untuk ucapan selamat Hari Kartini untuk “Kartiniku” alias ibunya. Mereka bebas membuatnya seperti apa (bahkan ada juga yang ingin bikin gambar Papanya atau Eyangnya, tetap diperbolehkan) dan gambar ini kemudian dibawa pulang, digulung dan diberi pita. So sweet 🙂

Saya yang tidak mengetahui tentang instruksi ini, baru lihat gambar itu dimalam hari, saat Lukman sudah tidur. Saat menjemputnya pulang sekolah memang saya lihat Lukman bawa gulungan kertas berpita. Tapi seharian itu karena kertas itu keselip dimobil, saya jadi lupa untuk melihat isinya. Saat sudah malam dan membaca facebook teman2 ortu Tetum, saya baru ingat mau lihat kertas itu. Cari-cari dimobil, ketemu deh diantara bangku mobil, dan saya buka: waaaa lucu sekali gambarnya. Berhubung ada tulisannya Lukman, saya pikir itu gambar dirinya, dan saya upload diFacebook dengan judul “Self-portrait with eyelashes” karena detail bulumata yang jelas banget itu.


Setelah diupload, ada komentar dari Ibu Endah, kepala sekolah: “Bukannya itu gambar Mamanya?” Oooooo saya baru paham, kenapa Lukman gambar dengan bulumata seperti itu. Saya jadi balas comment seperti ini: “Rambutnya pendek, jadi saya pangling hehehe. Kalau begitu saya baru ngerti, kenapa dia gambar bulu mata dg jelas, gini ceritanya: waktu hari Sabtu yll kita jalan2, dimobil Lukman lagi manja2 minta dipangku. Lalu saya isengin, waktu dia nengok, saya tempelin bulumata saya kepipinya, dan digerak2in, Lukmannya jadi kegelian di-kitik2 pake bulumata begitu, ter-kekeh2, tapi trus minta lagi… Rupanya berkesan banget ya kitikan bulumata itu sampai2 gambar Mamanya pake bulumata hihihi…”

Siang ini, sepulangnya dari sekolah Lukman baru lihat gambar itu saya tempel dipintu kamar mandi didalam kamar (tempat saya selalu tempel karyanya anak2). Saat mau masuk kamar mandi, Lukman berhenti dulu, dan menunjuk gambar, kemudian menunjuk Mamanya sambil bilang “Samaa…” saya jawab “Iya, itu gambar Mama ya? Makasih ya Lukman sudah buatkan gambar Mamanya”

Saat saya ucapkan begitu, Lukmannya masih mandangin gambarnya lalu mendadak berkata “Cakep!” Huaaaa….. Mamanya jadi berbunga-bunga deh hatinya!

😀

2 thoughts on “Bulu Mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s