Child of The Month

Sekolahnya Lukman punya program Child Of The Month dimana setiap bulannya salah satu murid (baik kelas TK A maupun TK B) menjadi pemimpin dikelasnya. Tugasnya antara lain: menyiapkan teman-teman untuk berbaris masuk kedalam kelas, memimpin doa pagi, membantu guru kelas, memimpin teman-teman dalam kegiatan harian baik itu saat ‘belajar’, cuci tangan, makan bersama, sikat gigi, sampai menutup kegiatan hari itu dengan kembali berbaris sebelum pulang dengan tertib. Semua murid mendapat giliran, tanpa kecuali, termasuk Lukman. Semua murid mendapat giliran untuk menjadi pemimpin dan menjadi contoh bagi teman-temannya.

Selain belajar menjadi pemimpin, program ini juga memberi kesempatan kepada teman2nya untuk lebih mengenal sang Child of The Month. Selama bulan itu, yang menjadi CoM boleh  membawa barang/mainan favoritnya kesekolah (diluar bulan itu tidak diperkenankan). Sehingga dia berlatih berbagi, dan ntuk teman2nya bisa tahu apa kegemaran temannya dan berlatih meminta izin utk memakai/memainkan barang orang lain. Ortu diminta membuat display dalam ukuran A3 untuk diletakkan disebelah pintu kelas, yg  isinya adalah data2 CoM, nama kakak ayah ibu dan sodara terdekat, makanan favorit, gambar karya, dan foto diri/keluarga.

Walaupun Lukman sendiri masih kesulitan untuk ikuti semua kegiatan disekolah dengan tertib, ia tetap diberi kesempatan untuk memimpin teman-temannya. Lukman belajar untuk berteriak: “Bersiaap!” dengan suara lembutnya, Lukman belajar untuk menjadi perhatian teman2nya pada saat display mengenai dirinya (foto di atas) dibacakan guru kelas walaupun dia bersembunyi dibelakang guru karena malu.

Pada saat sang anak menjadi Child of The Month, orangtuanya menjadi Parent of The Month, dan berkesempatan untuk berkunjung disalah satu hari dibulan itu untuk memberikan kegiatan kepada teman sekelas anaknya. Kegiatan ini bermacam-macam bentuknya, terserah kepada ortu tersebut untuk melakukan apa. Pada tahun ini, saya cukup kagum dengan ortu teman2 Lukman yg sudah lebih dulu mengisi kegiatan Parent of The Month tersebut. Semua terlihat sangat perhatian, memberikan kegiatan yang menambah wawasan anak-anak. Contoh kegiatan yang sudah diberikan ortu teman2 Lukman: berkenalan dengan manfaat bank (membuka tabungan, mengenali fungsi atm) kemudian ada yang mengajarkan cara membuat karangan bunga, ada lagi yang mengajarkan cara menanam tanaman dalam pot, ada juga yang memperkenalkan kegiatan jual-beli seperti dipasar dengan bahan2 sayuran & bumbu2 asli, ada yang mengajarkan cara membuat boneka dari kaus kaki, pokoknya ide kegiatannya kreatif dan menyenangkan untuk anak-anak.

Selain menjadi Child of The Month, pada semester ini anak-anak diberi kesempatan bergiliran tiap hari Senin untuk memberikan presentasi. Presentasi apa saja, bahannya terserah kepada anak yang akan membawakan. BTW, ada hal yang membuat saya bangga, pada saat surat tentang tugas presentasi tersebut dibagikan oleh sekolah, pengalaman Reza saat presentasi dua tahun yll menjadi salah satu contoh bentuk presentasi yang bisa diberikan murid (baca: Bangganya Si Anak Minang dibagian akhir dari Reza’s Story). Wah berkesan sekali ya presentasi Reza saat itu, sehingga walau sudah 2 tahun berlalu tapi masih diingat oleh para guru🙂

Saya jadi cukup bingung mencari ide apa yang akan diajarkan kepada anak2 tersebut saat datang kesekolah sebagai Parent of The Month, karena saya ingin kegiatan tersebut juga menarik untuk Lukman. Nah karena Lukman akhir-akhir ini sedang tertarik bermain dengan kertas lipat, akhirnya saya memutuskan untuk kegiatan yang simpel saja: origami, tapi saya jadikan kegiatan yang tematik, tidak hanya berdiri sendiri tapi saya kaitkan dengan kegiatan presentasinya Lukman. Hal ini saya maksudkan untuk menambah rasa pedenya Lukman agar ia dapat berdiri didepan teman-temannya mengingat topik yg dibicarakan adalah yang sangat dia sukai.

Karena Lukman suka sekali dengan binatang, saya cari binatang yang paling menarik untuk dijadikan tema. Akhirnya setelah memilih-milih antara gajah, ikan paus, dan dinosaurus, saya jatuhkan pilihan pada gajah. Lukman suka sekali menirukan gaya berjalannya gajah, suka sekali nonton film yang ada gajahnya, suka sekali saat bertemu gajah yang asli di Taman Safari, dan suka sekali baca buku tentang gajah. Selain itu saya temukan cara membuat origami gajah yang cukup mudah untuk tangan-tangan kecil Lukman dan teman2nya, tapi lucu hasil akhirnya. Dan tentunya presentasi Lukman adalah mengenai gajah, yang Lukman sudah cukup kenali jenis dan negara asalnya.

Sampai mendekati hari H, saya masih belum bisa membujuk Lukman untuk menirukan presentasi seperti yang saya peragakan. Bingung juga, gimana nanti maju kedepan kelas ya? Akhirnya saya pikir saya akan bantu, dengan membawa buku gajah, menceritakannya dan Lukman menunjukkan apa yang diketahuinya tentang gajah. Tapi saat hal ini saya sampaikan kepada bu Endah, kepala sekolah, beliau menolak, karena beliau ingin tetap Lukman sendiri yang maju. “Walaupun Lukman maju hanya sebentar, cuma menunjukkan kertas saja, itu sudah cukup untuk kami, jadi Mamanya Lukman hanya boleh lihat, dan membantu saja, bukan yang ikut presentasi”. Waduh, walaupun nggak yakin Lukman bisa maju sendiri, akhirnya saya ikuti aturan mainnya sekolah😉

Dua hari sebelum hari H, saya mendadak dapat ide untuk membuat topeng gajah, agar suasana ‘pergajahan’nya lebih dapat dirasakan anak-anak. Dengan bahan 2 lembar kertas karton tebal, karet, dan lem double tape saya bisa bikin 11 buah topeng, cukup untuk guru dan teman2nya Lukman. Saat saya membuat dan menggunting2 topeng tersebut, Lukman ikut membantu, dengan menjadi model menjadi ukuran untuk besarnya topeng. Melihat hasil akhirnya adalah topeng gajah, wah Lukman gembiraaa sekali, bulak-balik dia bertanya “Kenapa gajah, Mama?” saya paham maksudnya Lukman sebenarnya bertanya: Ngapain Mama bikin topeng gajah? tapi karena kemampuan Lukman memproduksi kalimat masih terbatas ya jadi yg keluar pertanyaannya seperti itu. Saya jelaskan  bahwa topeng2 itu akan dipakai Lukman dan teman2nya disekolah. Lukman senang sekali mendengarnya.

Dihari H, tidak seperti hari2 sebelumnya yang sulit sekali memakaikan seragam sekolah ke Lukman, hari itu ia memakai seragam dengan senang hati, yang dipikirannya mungkin sudah gajah saja! Kemudian saya antarkan Lukman dulu, pulang kerumah menunggu saat diperbolehkannya saya masuk kedalam kelas. Tapi oleh bu Endah rupanya hari itu saya boleh ikut kegiatan dari awal, jadi saya langsung kembali lagi kesekolah. Saat saya datang kembali kesekolah, waaah muka Lukman cerah sekali, ber-kali2 dia tunjukkan kepada guru2 (yg sudah saya kenal semua) “Ini Mamaku!” dan saya bersalaman dengan guru2nya hehehe…

Masuk kedalam kelas, guru dan anak2 sedang mengingat kembali kegiatan dihari sebelumnya, yaitu saat anak2 belajar membuat nasi uduk. Mereka mengingat kembali apa saja bahan-bahan dan bumbu-bumbunya, serta cara memasaknya. O iya, memasak nasi uduk itu adalah bagian dari rangkaian kegiatan mengenali kebudayaan Betawi, suku yang mayoritas penduduk disekitar sekolah Tetum. Dihari itupun anak2 akan mempelajari tarian Sirih Kuning, tari tradisi Betawi.

Yang saya kagumi, setelah selesai mengingat pelajaran yll, anak2 diminta memulai doa pagi, dan sebelumnya guru kelas menanyakan siapa teman mereka yang tidak masuk hari itu. Apabila ada ortu yang sudah mengirimkan surat keterangan (misalnya surat sakit) maka akan dibacakan kepada anak2 dan saat doa pagi mereka juga menambahkan doanya dengan permohonan agar teman mereka cepat sembuh dan masuk sekolah lagi. Buat saya ini kegiatan yang positif sekali, membuat murid2 peduli dengan teman2nya, ikut mendoakan yang sedang sakit. Jadi pada saat mereka sendiri yang sakit, mereka tahu bahwa teman2nya disekolah mendoakan kesembuhan mereka.

Kemudian….. eng ing eng, mulai deh kegiatan pertama: presentasi oleh Lukman. Awalnya sempat sih Lukman nggak mau berdiri didepan teman2nya, malah dia lari ke saya, meluk2 manja gitu. Tapi dengan bujukan, akhirnya dia mau juga berdiri didepan teman2nya dan mulai presentasi dengan menunjukkan negara asal gajah di globe. Lukman tahu lho, benua Afrika itu yang mana. Dan setelah itu presentasi Lukman berjalan lumayan lancar walaupun minim kata2, dengan pancingan pertanyaan2 dari guru kelas.

Setelah presentasi, saya bagikan topeng2 gajah kepada bocah2 itu. Sebelumnya mereka juga sudah ngintip2, dan bertanya langsung : “Itu apa sih?” saat melihat kantung tempat topeng2 gajah itu. Seneng sekali melihat muka mereka yang gembira diberi topeng2 itu. Sambil mengenakan topeng, kita sama2 bernyanyi lagu : “Bermain Dalam Lingkaran” dimana salah satu binatang yang ditirukan bunyi dan gerakannya adalah gajah.

Selesai bernyanyi bersama, anak2 duduk kembali, dan saya keluarkan contoh origami yang sudah jadi, dibagikan satu contoh untuk satu anak. Waaah mereka juga suka dengan contoh itu. Kemudian saya ajarkan cara membuat origami tersebut. Saya kagum juga, mereka cepat sekali menirukan. Lukman juga berusaha membuat, dengan sedikit bantuan bisa selesaikan gajahnya sendiri.

Selesai origami, anak2 ini keluar untuk cuci tangan dan siap2 makan bersama. Saya ikut makan bersama juga, dan lagi2 kagum melihat ketertiban mereka. Mulai menyusun alas makan, piring, gelas dan sendok garpu, mereka lakukan sendiri dg kerjasama. Saat makanan dibagikan, minuman dituang, semua mereka lakukan sendiri lho! Guru hanya memperhatikan, dan membantu apabila ada yg kesulitan. Selesai makan, mereka rapihkan lagi peralatan makannya sendiri, kemudian berbaris untuk gosok gigi dikamar mandi. Waah melihat tata tertib yang dipatuhi seperti ini saya acungkan jempol deh kepada para guru2 yang tentunya tidak mudah untuk awalnya membuat anak2 tertib dan mandiri seperti ini.

Selesai makan bersama, kursi2 dipinggirkan karena guru2 mau mengajarkan tari Sirih Kuning. Anak2 berbaris, dan lucuuu sekali melihat gaya mereka menirukan guru menari. Lukman kelihatan menyukai kegiatan itu, dan serius berusaha menirukan sambil senyum2.

Setelah selesai menari yang cukup heboh itu, anak2 bersiap untuk pulang. Mereka kembali duduk dalam lingkaran, me-recall apa yang dilakukan hari itu, apa yang mereka sukai, dan apabila ada kejadian yang tidak mengenakkan hari itu untuk mereka (berantem, kaki terinjak, dll) maka kedua belah pihak akan saling memaafkan sebelum pulang. Manis sekali…. Setelah itu sambil bernyanyi “Now it’s time to say goodbye” mereka kembali berbaris, seperti kereta api menuju keluar kelas😀

Buat saya, kegiatan Child/Parent of The Month kali ini sangat berkesan, karena tidak saja untuk pertama kalinya Lukman mau maju kedepan kelas, juga karena saya dapat melihat dari dekat kegiatan anak2 disekolah, dan melihat kenapa Sekolah Tetum dapat menelurkan murid2 yang berjiwa pemimpin, mandiri, peduli sesama, tertib dan santun dari dalam hati….

Lihat juga:

Prakarya Oh Prakarya

Dua…

3 thoughts on “Child of The Month

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s