Festival Pelangi

Based on a true story

Suatu ketika saat sedang berseluncur didunia maya, saya melihat ada satu postingan foto event yang judulnya sangat menarik: Festival Pelangi. Wah karena saya penggemar warna-warna pelangi, demikian juga anak bungsu saya, saya langsung meng-klik tombol “Menghadiri” festival tersebut, walaupun belum ada rincian waktu, maupun kegiatan yang akan dilakukan. Maklumlah, gambar itu diposting sebulan sebelum hari-H Festival Pelangi tersebut. Si empunya acara, Rumah Bahagia, adalah tempat berkumpulnya anak-anak dari berbagai umur, mulai 3 tahun sampai 16 tahun. Anak-anak tersebut bermain, belajar dan beraktifitas di Rumah Bahagia tersebut. Anak bungsuku, adalah anggota Rumah Bahagia tersebut, sudah beberapa tahun menjadi anggota disana.

Saya sempat memberikan komentar pada fan page Rumah Bahagia, menanyakan rincian acara. Meskipun tidak dijawab -walaupun setelah itu Rumah Bahagia menjawab komentar yang lain- (pertanyaan saya tertulis tepat diatas jawaban tersebut) saya pikir: masih satu bulan lagi, masih banyak waktu, mungkin panitia Festival Pelangi masih mematangkan rencananya dulu sebelum go public dengan rincian kegiatannya, dan pada waktu yg tepat nanti akan memberikan infonya lebih lanjut dihalaman yang sama, halaman yang keterangannya ‘merupakan sarana informasi kegiatan dan event Rumah Bahagia’.

Sepuluh hari kemudian, saat kembali berseluncur juga didunia fesbuk, saya menemukan festival lain, dengan nama Festival Ceria, tapi yang menyelenggarakan juga Rumah Bahagia. Walaupun judulnya berbeda namun waktunya sama dengan Festival Pelangi, jadi saya simpulkan sebetulnya dua festival ini sama saja. Pada Festival Ceria ada rincian kegiatannya, seperti yang tertulis dibawah ini:

Lomba untuk kelompok Merah (umur 4 s/d 8 tahun) : lomba mewarnai
Lomba untuk kelompok Jingga (umur 9 s/d 10 tahun) : lomba menggambar & mewarnai
Lomba untuk kelompok Kuning (umur 11 s/d 15 tahun) : lomba mendongeng (dengan cerita yang sudah disediakan)
Lomba menulis untuk kelompok Hijau (umur 12 s/d 16 tahun) : lomba mengarang

Pada saat saya beritahukan informasi tersebut, Bungsu bingung kenapa umurnya disatukan dengan kelompok Merah. Maklumlah, diusianya yang ke 8 ini Bungsu merasa sudah cukup besar, bukan lagi usia prasekolah. Tambah lagi kecewanya karena lomba yang bisa diikutinya hanyalah lomba mewarnai, padahal dia sangat senang membuat gambar-gambar, bukan hanya mewarnai dari gambar yang sudah jadi. Jangan kan mewarnai, si Bungsu sejak kecilnya sudah terbiasa mendongeng didepan umum, dan dia sangat paham dengan warna-warna Pelangi. Dia bicara tentang warna-warna Pelangi dimana-mana, baik dengan teman, maupun dengan orang dewasa, dan karena itu lebih kecewa lagi karena dia tidak dapat ikuti kegiatan lomba mendongeng, karena hanya diperbolehkan bagi anak-anak kelompok Kuning. Akhirnya saya menulis komentar di halaman Festival Ceria tersebut, menanyakan apakah diperbolehkan anak kelompok Merah ikuti kegiatan menggambar & mewarnai seperti kelompok Jingga, dan berharap kali ini pertanyaan saya dijawab Rumah Bahagia.

Sementara itu, untuk menghias ruangan pendopo tempat para anggota memamerkan ‘hasil karya’nya itu, beberapa anggota kelompok Jingga diminta mewarnai gambar besar. Kenapa ya, hanya mewarnai? Kenapa tidak membuat sendiri gambar-gambar pelangi untuk dipamerkan, tidak hanya untuk dilombakan? Mereka sudah cukup umur, bahkan lebih dari cukup untuk punya imajinasi, punya kreatifitas untuk membuat gambar-gambar pelangi.

Minggu yang lalu, kami mendapat undangan dari Rumah Bahagia untuk mengikuti kegiatan pembukaan Festival Pelangi, yaitu dengan berperahu dikali Besar. Kebetulan kali Besar melewati lokasi Rumah Bahagia, dan kali itu kerap menjadi tempat lomba berperahu. Namun sekali lagi sayang, ternyata kegiatan berperahu itu ditujukan untuk orang dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun. Lagi-lagi Bungsu kecewa, dia tidak bisa berpartisipasi lagi.

Saya sendiri cukup gundah, mengingat sebagian besar anggota Rumah Bahagia justru berumur dibawah 12 tahun. Mengapa justru kegiatan ini lebih dititik beratkan kepada anak diatas 12 tahun?

Karena itu saya tidak heran, saat si Bungsu dengan gayanya yang serius  mengatakan “Mereka itu meremehkan anak-anak seumur aku ya Bu….”

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi menghadiri Festival Pelangi, bukan karena kedua pertanyaan saya tidak pernah dijawab Rumah Bahagia, bukan juga karena ada kegiatan lain pada waktu yang sama, tapi semata-mata karena saya menjaga perasaan si Bungsu.

Ada ucapan Susan Striker -penulis banyak buku seni untuk anak- yang sepertinya pas sekali kalau saya tambahkan disini sebagai penutup:

Most of us suffered as children from ignorance in the education system about the significance of art in child development. Our parents and teachers gave us coloring books, so that we could produce the realistic pictures they thought we should be making. As a parent, you have an obligation to your child to do a better job than that. You don’t have to be a doctor to look after your child’s health and you don’t need to be an artist to help your child develop into a healthy adult who has learned  how to think critically and solve problems.  Actively participating in age-appropriate art activities is the most effective and enjoyable way to develop these important skills. Throw out those coloring books and stencils. Let your child be a child and develop the way nature intended.

Help every art activity become a growth experience for your child. Really look at the art before you speak about it. As you speak, describe the work the child did or is doing. Forget “pretty” and “beautiful,” and use useful words like “Thin, fat, long, short, dark, light, horizontal, vertical. ” Show that you value the PROCESS over the PRODUCT. “My, but you worked hard on that picture.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s