Reza’s Story: The Making Of

Setelah kelar membuat pe-er Lukman’s Story (sebuah niat yang sudah lama dipikirkan tapi baru terlaksana setelah berbulan-bulan tidak disentuh) cukup lega rasanya pe er itu sudah selesai. Apalagi tanggapan yang diberikan pembaca yang mampir diblog ini cukup menggembirakan. Niatan untuk hanya merekam histori perkembangannya Lukman ternyata juga dapat memberikan manfaat bagi orangtua lain, terutama sesama orangtua dengan anak berkebutuhan khusus.

Beberapa hari sesudahnya, saya jadi canggung juga saat melihat tab Lukman’s story dihalaman utama, tanpa didampingi “Reza’s Story” disampingnya. Akhirnya saya buatlah lagi satu halaman, khusus untuk cerita-ceritanya Reza. Cukup bingung mau masukkan yang mana, karena cerita tentang Reza memang banyak sekali. Akhirnya saya ambil beberapa dari kumpulan email yang dulu sering saya kirimkan kepada saudara/teman yang menceritakan tentang Reza. Selain itu saya banyak terbantu dengan adanya blog Sekolah Tetum. Banyak cerita Reza yang terrekam disana, dan cukup kewalahan juga mencarinya karena begitu banyak cerita menarik tentang murid-murid sekolah tersebut yang dishare oleh Ibu Endah, kepala sekolahnya.

Selesai mengumpulkan link cerita Reza dari blog Sekolah Tetum, tahap selanjutnya adalah pilah-pilih foto-foto Reza yang bukan main juga banyaknya. Maklumlah, anak pertama. Tiap bulan pasti difoto. Dan jaman itu belum camera digital lho, tidak terbayang berapa banyak foto yang dicetak saat itu. Syukur beberapa sudah discan & masuk kedalam file computer. Akhirnya selesai juga memilih, dan malam ini rampung ditambahkan kedalam draft😎

Selama proses membuat Reza’s Story, Reza sendiri suka mengintip kepingin tahu, apa sih yang sedang Mamanya kerjakan. Bukannya menutupi, saya malahan jadi menunjukkan cerita-cerita tentang dirinya, yang tidak semua Reza ingat. Dia jadi bertanya “Masa sih, Reza begitu? Kok Reza nggak ingat?”  dan cekikikan sendiri. Kalau soal foto Reza sudah lama tahu tentang kumpulan fotonya, bahkan minta dicopykan khusus folder untuknya supaya dia sendiri bisa utak-atik kumpulan foto itu (kalau yang asli tidak boleh, Mamanya takut dia salah klik & tanpa sengaja menghapus foto-foto yang berharga itu). Tapi yang jelas, Reza kelihatan happy sekali, mungkin dia nggak sangka kalau Mamanya begitu dokumentasi-maniak-nya terhadap cerita dirinya.

Mamanya juga senang melihat Reza happy, setidaknya saat Mamanya sedang membuat Reza’s Story dia bisa baca, lihat dan merasakan betapa sayangnya Papa-Mamanya kepada Reza😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s