Just Another Ordinary Day in A Mom’s Life

Kemarin sore penuh dengan kehebohan🙂
Setiap tahun kami sekeluarga selalu di vaksinasi  flu. Untuk itu kemarin saya, Reza dan Lukman, janjian ketemu Papanya diklinik dekat rumah. Saya sudah pasti perlu bantuan Papanya krn sudah dapat dipastikan bakal ada teriakan, ada tangisan, ada penolakan, dst dst…. Tapi kok ya kemarin itu dari pagi sampai sore malah seharian hujan, sehingga judulnya jadi: “Hari Macet Sedunia” akibatnya terlambat lah Papanya datang di klinik tsb.

Dari rumah Reza sudah diberi pengertian supaya nggak pakai menangis lagi waktu disuntik. Diaturlah bahwa urutan yang disuntik: Mamanya pertama, Reza kedua, adek Lukman terakhir. Sampai diruang dokter, waktu Mamanya disuntik, Lukman masih mainan kaca pembesar milik Pak Dokter jadi masih nggak ngeh ada sesuatu yang terjadi. Waktu kakak Reza dibujukin utk giliran kedua, mulai ada penolakan. Mamanya adu argumentasi, tapi Reza tetep kekeuh minta disuntik terakhir. Nggak mempan dg Reza kemudian adek Lukman dipangku. Dia mulai curiga, tengok kanan dan kiri, begitu lihat Pak Dokter meraba-raba sesuatu dimeja belakang Lukman langsung mau loncat dari pangkuan Mamanya.
Akhirnya saya dibantu suster, yang kasih saran supaya kaki saya diletakkan diatas kaki Lukman, untuk ‘mengunci’ kakinya, sementara saya peluk badannya dan suster megangin bahunya. Baru deh, berhasil Lukman disuntik, tentunya dengan tangisan, deraian air mata sambil bilang “Aduhh sakiiit….. Papaaaaa!!!!”😀
Kemudian melihat Mamanya sudah repot mendiamkan tangisan adeknya, kakak Reza akhirnya mau juga naik tempat tidur periksa, setelah dipelototin Mamanya, hehehehe, dan berhasil disuntik tanpa menangis.

Setelah itu kita langsung ke ruangan dokter gigi, untuk konsultasikan giginya Reza.
Reza lebih pede disini, karena sebelumnya sudah beberapa kali berobat ke ibu dokter ini.
Saya konsultasi kedokter tentang gigi taringnya Reza (masih gigi susu) yg karena kropos sudah habis mahkotanya, dan mulai mengganggu saat makan, walaupun tdk sakit sampai bengkak. Karena saya lebih suka mencegah drpd mengobati jadi mau konsultasikan bagusnya diapakan gigi tersebut. Nah dari pemeriksaan dokter kemarin kelihatannya gigi permanen utk gigi taring tsb belum muncul, sehingga terpaksa nggak bisa diapa-apakan. Lagipula Reza belum ada keluhan rasa sakit, cuma terganggu karena selalu masuk makanan tiap kali makan sehingga jari tangannya suka ‘mampir’ memegang gigi tersebut saat sedang makan.

Kemudian bu dokter memeriksa gigi-gigi yang lain, karena waktu dirongent untuk sinusnya Reza sudah kelihatan tuh bibit-bibit gigi permanennya, mengantri dibawah/diatas gigi susunya. Waktu dilihat langsung, sudah ada 2 gigi geraham permanen yang mulai muncul, dan menurut bu dokter baiknya gigi susunya dicabut saja, supaya tumbuh gigi permanennya lurus. Wah kaget juga ya, Reza harus dicabut 2 buah gigi. Tapi karena pembawaan bu dokter yang kaleeem banget, Reza juga nggak cemas.
Sementara saya repot mengawasi Lukman yang pegang ini pegang itu, Reza sudah dengan cepat dicabut dua giginya.
Waktu dicabut gigi kedua, Lukman ikut memperhatikan seriuuus banget. Setelah Reza selesai, Lukman langsung bilang “Aku mau bobo!!” yang artinya dia mau pulang. Hahahaha ketakutan dia, dipikir habis Reza tentu giliran dia dicabut giginya. Lucu banget😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s