Desember Kelabu

Sudah lama tidak nulis di blog, kangen juga rasanya 🙂

Bukan karena nggak ada bahan, tapi liburan kemarin karena cuaca yang ekstrim banget dipagi hari panas terik tapi sorenya bisa hujan lebat sekali, anak-anakku sayang yang memang ada turunan asma/alergi jadi pada bergantian sakit. Reza sejak dua minggu sebelum libur, saat masih ulangan harian dan ulangan akhir semester disekolah sudah mulai pilek/batuk bergantian. Bergantian, minggu ini pilek aja, minggu depan batuk, begitu terus kondisinya. Akhirnya saat selesai UAS, bukannya bisa gembira bermain, Reza malahan mulai demam, dan mulai terlihat lesu, tidak se-enerjik biasanya. Saat terima rapor, cuma Mamanya yang kesekolah (biasanya selalu berdua Papanya). Papanya justru mengantarkan Reza ke dokter, dan saat itu Reza dirontgent dan ketahuan ada infeksi sinus. Setelah beberapa hari minum obat yang diresepkan dokter, Reza masih belum membaik kondisinya. Demamnya masih membandel, dan ingusnya (maaf) jadi hijau warnanya, betul2 hijau spt warna daun! Akhirnya apa boleh buat, sesuai saran dokter bahwa apabila sampai 4 hari demamnya masih membandel, Reza harus dirawat, diberikan obat lewat infus. Karena memang sudah lemes, Reza nggak menolak waktu diajak ‘menginap’ dirumah sakit, tanggal 28 Desember itu.

Sesuai prosedur, kita harus ke bagian emergency dulu sebelum bisa masuk kamar rawat inap. Disana Reza baru timbul takutnya, mengingat pengalamannya saat kecil dulu waktu sulit sekali dipasang infusnya (pembuluh darahnya memang halus). Untungnya suster di emergency yg memasangkan infusnya jagoan, sambil mengajak Reza bicara, dia kerjakan pemasangan infus dengan cepat. Alhasil Reza cuma nangis sebentar, tapi langsung diam begitu lihat jarumnya sudah masuk. Sementara Reza sudah mulai diobati lewat infus, Papanya mendaftar untuk mendapat kamar. Sempat deg2an, karena tahu kalau di RS ini sering penuh saat bulan2 Desember-Januari. Alhamdulillah nggak lama menunggu, sudah ada kamar yang bisa dimasuki. Saat Reza masuk baru masuk rumah sakit, Lukman juga ada appointment dg dokter keluarga. Syukur Bum-bum bisa menggantikan Mamanya mengantarkan Lukman ke dokter.

Malam itu juga dokter datang untuk memeriksa Reza juga para suster gonta-ganti masuk kamar, mengukur panas Reza, memberikan obat, mengecek infus, juga melakukan inhalasi. Untung Rezanya (mungkin karena lemes juga) tidak terganggu, tiapkali suster masuk dia terbangun tapi bisa tidur lagi. Sementara Mamanya tetap bangun, apalagi karena keringat Reza membanjir, tiap brbrp waktu sudah basah bajunya dan harus diganti. Alhasil Mamanya baru bisa tidur setelah jam 2.30 pagi.

Esok paginya pak dokter sudah datang pagi-pagi, melihat kondisi Reza yang langsung membaik, sudah tidak lemes, sudah tidak banyak ingus, dan mulai turun panasnya. Menurut dokter antibiotik yang diberikan minimal harus diberi 3x, jadi Reza baru bisa pulang setelah 3 malam menginap. Hiks, Mamanya bingung juga mikirin adek Lukman dirumah, yang juga sedang pilek. Kemudian Papanya telepon dari rumah, memberitahu kalau Papanya juga jadi ngedrop, nggak enak badan, dan hari ini nggak kekantor. Walaupun prihatin karena Papanya tidak enak badan, Mamanya bersyukur juga, Lukman ada yang menemani jadinya. Kalau untuk besoknya bisa diarrange deh, bu pijit yang sudah kenal Lukman sejak lahir siap dikaryakan, menemani Lukman sementara mbak dirumah beberes.

Hari itu Reza betul-betul istirahat terus, beberapa kali sempat tertidur siang. Dia cuma minta dibelikan banyak buku, jadi tidak bosen hanya nonton tivi saja. Reza memang tidak banyak keluhan, bahkan sudah bisa ngebodor seperti biasanya. Suster2 pada gemes, karena Reza terus senyum, bahkan ngelawak saat dimandikan. Hmmm kelihatannya Reza malah menikmati ya perhatian penuh kepadanya selama dirawat, ditengokin Ayang, Moma, om-tante dan sepupu-sepupunya. Apalagi selama di rumah sakit Reza makannya disuapin, mandinya dimandikan suster, “Jadi seperti bayi lagi” katanya.Sempat tuh dia bilang “Enak juga, 3 hari tanpa Lukman” ampuuun deh, memang Reza suka ngiri karena adiknya masih dimandiin, makannya masih ditungguin, tidak seperti Reza yg sudah harus mandiri karena memang sudah mampu kerjakan sendiri🙂

Akhirnya passs tanggal 31 Desember kita sudah boleh pulang. Alhamdulillah, soalnya Mamanya juga sudah kangen banget sama Lukman, dan Lukmannya juga sudah cari-cari Mamanya. Tahun baruan kita nggak ada acara apa-apa, Mamanya malahan sudah tidur cepat dari jam 8 (bareng nemenin anak2 tidur jadi ikut tidur). Mamanya sempat terbangun karena bunyi petasan disekitar rumah, dan sempat lihat acara detik-detik pergantian tahun di tivi berdua Papanya.

HAPPY NEW YEAR 2010! Kami bersyukur karena sudah berkumpul bersama lagi, anak-anak dan Papanya sudah membaik kondisinya, dan berdoa semoga di tahun ini kita akan lebih baik kesehatannya, dan tetap dilimpahi berkahi oleh Allah SWT. Amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s