Persiapan ke Taman Safari

Tanggal 14 November 2009 yang lalu, kita sekeluarga pergi ke Taman Safari. Sebetulnya sudah lamaaaa sekali direncanakan pergi lagi ketempat wisata ini, tapi begitu banyak hal yang bikin kita belum jadi pergi. Utamanya pergi kesana karena Reza dan Lukman suka sekali membicarakan soal binatang. Jadi walaupun sudah pernah kesana dua tahun yang lalu, tempat ini tetap jadi tujuan favorit.

Kebetulan bulan yang lalu tabloid “nakita”, tabloid kesayangan mamanya, mengumumkan akan pergi liburan bersama ke Taman Safari. Wah pas banget ya dengan rencana yang tertunda terus itu, jadi mamanya langsung daftar. Meskipun begitu, anak-anak belum dikasih tahu dulu, karena kalau sudah dikasih tahu jauh-jauh hari waah bisa ditanyain terus “Hari ini ya perginya?” atau “Masih berapa lama lagi sih perginya?” hehehe…

Selain persiapan seperti biasanya kalau keluarga akan berwisata, Mamanya juga membuat persiapan khusus untuk Lukman. Ini berdasarkan pengalaman yang lalu saat kita berwisata ke Puncak, dimana Lukman betul-betul menikmati acara itu tapi akibatnya setelah kembali ke kegiatan rutin hari-hari sesudahnya Lukman jadi bete, bad mood, tidak mau sekolah, kalaupun sekolah harus ditunggui Mamanya dulu. Lukman cukup lama seperti itu, membuat Mamanya jadi bingung (baca post Lukman Pagi Ini). Setelah membaca sebuah buku panduan autisme, Mamanya baru mengerti kenapa Lukman seperti itu. Jadi sebelum pergi Mamanya sudah tanya teman-teman psikolog, juga pakar-pakar autisme yang berbaik hati menyempatkan menjawab message Mamanya tentang bagaimana menyiapkan Lukman agar tidak kejadian lagi moodnya berantakan setelah pergi bersenang-senang.

Ternyata, kita perlu ya menyiapkan mental anak sebelum pergi. Kapan perginya, naik apa, mau ngapain aja ditempat itu, dan kapan pulangnya. Untuk anak-anak yang tidak bermasalah dengan komunikasi verbal, mungkin mudah menyampaikannya. Tapi untuk anak seperti Lukman, yang kemampuan verbalnya masih terbatas, dan – mempunyai cara sendiri untuk mengerti hal-hal yang terjadi disekelilingnya – diperlukan trik2 khusus, yang Mamanya juga baru belajar bagaimana caranya. Salah satunya adalah dengan “cerita sosial” yang menjelaskan mengenai kapan kita akan pergi, naik apa perginya, dengan siapa perginya, disana mau lihat apa, makannya bagaimana, dan juga kapan pulangnya. Jadi saya kumpulkan foto-foto Taman Safari, bikin gambar kegiatan H-1 sampai hari H-nya, sambil berharap semoga Lukman cukup mengerti apa yang Mamanya sampaikan. Ini dia gambar-gambar yang dibuat Mamanya untuk penjelasan kepada Lukman *jangan diketawain ya gambarnya nggak bagus*.

Gambar yang pertama itu saya menjelaskan ke Lukman kalau di sisa hari H-1 hari Jumat itu Lukman akan makan siang, nonton tivi (ada gambar Tom Jerrynya ;-)) lalu terapi dengan bu Yanti, minum susu, terus bobo.

Digambar kedua dan ketiga saya gambarkan besoknya di hari H waktu matahari sudah terbit Lukman bangun tidur, mandi, lalu berangkat naik mobil ke kantor redaksi nakita, naik bus bersama rombongan, lalu jalan naik kepuncak ke Taman Safari. Disana kita lihat binatang-binatang, lalu makan siang bersama rombongan, dan setelah acara selesai kita pulang lagi naik bus.

Dihari H, Lukman cukup gembira, pergi sama-sama sekeluarga.  Sampai di Taman Safari, dia girang sekali melihat binatang-binatang yang selama ini jadi favoritnya seperti gajah, singa, harimau. Bahkan saat melihat pertunjukan Wild Wild West, Lukman yang biasanya sensitif dengan suara keras, bisa menikmati pertunjukan yang penuh dengan ledakan, tembak-tembakan. Walaupun sambil menutup telinganya, Lukman tidak menangis atau minta keluar dari ruangan itu, bahkan ikut tertawa melihat binatang-binatang ‘pinter’ yang ikut mentas seperti: kuda, anjing gembala, domba, kucing bahkan tikus putih.

Saat pulang, walaupun cape Lukman tidak rewel bahkan sempat tidur di bus dalam perjalanan pulang. Sehingga sampai di Jakarta waktu kita mampir makan malam dulu Lukman bisa bermain lagi, melihat ikan diakuarium resto tersebut. Keesokan harinya kita seharian beristirahat dirumah, supaya besoknya anak-anak bisa sekolah dengan semangat.

Alhamdulillah, sampai hari ini Lukman moodnya cukup baik, tidak amburadul spt pengalaman yll, dia mau bersekolah seperti biasa, tetap gembira, menjalani terapinya juga dengan semangat. Terima kasih untuk bu Dyah Puspita dan mbak Ina Ginanjar atas sarannya membuat ‘cerita sosial’ tersebut🙂

One thought on “Persiapan ke Taman Safari

  1. Waaah, Mam, menjelaskan dengan gambar… saya rasa itu malah lebih mudah diikuti, anaknya jadi disiplin sesuai ‘jadwal’…
    Seneng deh Lukman bisa menikmati acara jalan-jalannya…

    Btw, Ma, gambarnya baguuuss..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s