Papa Nangis!

Background of the story: kalau lagi nangis, Lukman nggak cuma menyuarakan huaaa dan meneteskan airmata, tapi juga ditegaskan dengan bilang “Aku nangis….!”. Ini memang perilaku yang ‘Lukman banget’. Perasaan nggak ada deh anak lain yang nangis sambil nyebut “Aku nangis” begitu🙂. Selain itu, kalau Lukman kejeduk, jatuh, atau apapun yang bikin dia menangis kesakitan, Papanya punya kebiasaan untuk mengusap-usap bagian yang sakit itu, lalu ditiup-tiup. Biasanya kalau sudah ditiup Lukman akan berhenti nangisnya. Kalau sakit, Lukman juga bilang “Ini merah…” sambil tunjukkan bagian tubuhnya yang sakit itu (biasanya kalau baru kejeduk atau jatuh kan merah ya kulitnya). Jadi sering juga Papanya bilang “Sudah nggak merah kan?” supaya Lukmannya juga termotivasi untuk menghentikan tangisnya.

Kemarin malam selesai makan Papanya duduk disofa, sedangkan Mamanya masih menyelesaikan makannya. Lukman yang sedang bermain, iseng melempar mainan Patrick temannya SpongeBob kelantai, tapi malah kena kepala Papanya. Tahu Lukman nggak sengaja, Papanya malah bikin-bikin seolah nangis karena kesakitan “Haduuuh… sakiiitt…. huaaa… Papa nangis!!…”.

Actingnya itu menirukan gaya Lukman kalau lagi nangis seperti yang ditulis diatas. Mamanya nambahin, bilang “Waah Papa sakit tuh Lukman”. Lukman yang tadinya ketawa-ketawa jadi diam, dan rupanya cukup kemakan acting Papanya itu. Dia lari kedapur, panggil mbak yang lagi nyuci piring sambil bilang “bi Jum, bi Jum, itu Papa nangis, bi Jum sini” dengan geli kita berdua ngelihatin muka Lukman yang kawatir, dan narik-narik si mbak supaya mendekat ke Papanya. Terang aja si mbak yang tahu PapaMamanya lagi isengin Lukman jadi ketawa-ketawa, dan bilang “Mbak lagi nyuci nih… tuh sabunnya jadi belepotan” sementara Papanya masih terus acting “Huaa.. nangis….”. Karena nggak dapat pertolongan dari mbak, Lukman lalu usaha sendiri, dia usap-usap kepala Papanya, dan tiup-tiup kepala Papanya sambil bilang : “Sudah putih!” hahaha maksudnya mungkin sama dengan ‘sudah nggak merah’ barangkali ya. Setelah Papanya berhenti nangis, dan minta dicium Lukman, baru deh Lukman bisa senyum lagi dan cium Papanya sambil bilang “Maaf ya Papa!”… hihihi lucunya…

29ss

One thought on “Papa Nangis!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s