Rumah Sakit

Pasti orangtua yang lain juga pernah merasakan hal ini: walaupun saya dan suami sudah berusaha berlaku seadil mungkin kepada kedua anak, mereka masih saja saling suka iri. Ada aja yang bikin mereka merasa diperlakukan tidak adil. Contohnya sudah saya ceritakan di tulisan sebelum ini yang judulnya “Reza Iri”. Kadang kehabisan akal juga ya supaya mereka bisa merasa puas dan tidak saling iri.

Suatu ketika saya berbagi cerita dengan seorang teman, mengenang saat-saat berharga diwaktu melahirkan kedua bocah ini. Dulu melahirkan Reza saat saya masih tinggi banget egonya. Waktu hamil duuh suami nggak boleh kurang perhatian dikit langsung bete deh, walaupun nggak manja dan ngidam macam2, tapi apa yg saya omongin nggak boleh dilewatin begitu aja, hehehe. Setelah melahirkan pun ada rasa kesal kalau Papanya telepon dari kantor cuma nanyain kondisi baby Reza. Rasanya waktu itu ‘kok cuma anaknya yg ditanya, aku ini kan sakit juga jahitan buanyak begini’. Memang sih, karena Reza itu dibantu dengan vacuum saat lahirnya, jahitannya nggak terkira deh sampai-sampai dokter obgyn-nya saja nggak berani sebut berapa banyak jahitannya hihihi.

Nah waktu hamil Lukman, saya jauh lebih kalem. Sampai-sampai Papanya yakin banget kali ini anaknya perempuan, karena saya nggak segalak waktu hamil Reza dulu. Tapi sebenernya sih perubahan itu karena sudah lebih nggak manja aja, karena hamilnya memang sudah kepingin kasih adik utk Reza. Waktu melahirkan Lukman, tidak seperti saat melahirkan Reza yg pakai fasilitas VIP, saya minta kelas 3 walaupun tetap di RS yang sama. Ruang melahirkan sama saja, tetap private, satu ruang melahirkan utk satu pasien. Dan service dikamarnya sama, para suster tetap ramah nggak beda perlakuan dengan pasien dikamar VIP. Makanan juga sama, bahkan untungnya kamar kelas 3 lebih dekat ke kamar bayi, tepat didepannya. Beda biayanya? Hmmmm dibanding biaya melahirkan Reza ditahun 2001, biaya melahirkan Lukman ditahun 2005 bisa dikatakan cuma separuhnya. Apalagi memang proses lahirnya Lukman lebih lancar, Reza lahir setelah 12 jam di RS, pakai vacuum dan dibantu lho ngedennya dg didorong tiga orang suster. Sedangkan waktu Lukman, karena kapok berlama-lama dikamar bersalin, saya tahanin sampai betul-betul terasa sakit kontraksinya baru keRS. Jadinya nggak ada sejam di RS, Lukman sudah oek-oek… lahir normal tanpa bantuan alat.

Mendengar cerita diatas, teman saya mengatakan “Kalau suatu saat Reza iri karena Lukman mendapat perhatian khusus, pengalaman waktu melahirkan bisa cukup membuktikan bahwa sebagai anak sulung dia punya keistimewaan fasilitas yang nggak dimiliki adiknya”. Wah betul juga ya, Reza belum pernah tahu sebelumnya tentang cerita ini.

Nah hari ini saya baru punya kesempatan cerita-cerita pada Reza tentang pengalaman melahirkan Mamanya. Waktu diceritakan proses lahirnya menggunakan vacuum, sehingga ada sedikit luka dikepala Reza karena pemakaian alat itu, komentar Reza “Ooh ternyata luka yang kemarin itu luka kedua dikepala Reza ya” (memang minggu yll kepala Reza terantuk pintu, dan kena bagian tajam di kunci pintunya sehingga berdarah lumayan banyak. Saat itu Reza cukup panik melihat darahnya). Hmmm walaupun sedikit terganggu karena geli dengan komentar itu, Mamanya melanjutkan cerita.

Saat sudah selesai bercerita, Mamanya memandang Reza, mau dengar apa pendapatnya tentang keistimewaan Reza sebagai si sulung. Mau tahu apa yang dikatakan Reza? Ia malah berkomentar begini “Wah jangan-jangan adek belum lancar bicara karena waktu lahirnya di kelas 3 ya?”. Waduuuh kok jadi kesana ya mikirnya? Tujuan semula mau kasih tahu keistimewaan Reza sebagai si sulung nggak tercapai nih. Dasar anak-anak, hehehehe🙂

Baby Reza

Baby Reza

Baby Lukman

Baby Lukman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s