Reza’s Concern

Beberapa hari yang lalu, waktu saya ada acara buka puasa bersama mantan teman-teman sekantor, Papanya sengaja pulang kantor lebih cepat dari biasanya karena sudah janji mau temenin anak-anak tidur. Lukman yang girang banget bisa main dulu sama Papanya sebelum tidur jadi berulah. Saat sudah jam tidur nggak mau tidur, nggak mau ganti baju tidur dengan pampersnya. Setelah usaha bujuk-bujuk nggak mempan, Papanya marahin Lukman dan ninggalin Lukman yang masih telanjang diluar kamar. Seperti yang sudah bisa diduga, Lukman akhirnya menyusul Papanya kedalam kamar sambil menangis dan akhirnya mau dipakaikan baju, juga mau minum susu sebelum tidur. Saat itu saya baru sampai dirumah, dan akhirnya Lukman tidur dengan minta dipeluk Mamanya. Setelah anak-anak tidur, Papanya cerita tuh yang Lukmannya dimarahin karena nggak mau pakai baju tidur. Papanya bilang Lukman kentara sekali kalau bikin akal-akalan biar nggak disuruh tidur dengan tingkahnya menolak pakai baju itu.

Kemarin, waktu saya lagi baca-baca, Reza samperin saya, duduk disebelah saya sambil bikin kreasi dengan melipat-lipat kertas (ada gambar hasilnya dibawah). Lalu sambil tangannya tetap kerja, Reza ngobrol dengan saya. Pembukaannya begini: “Mama tau nggak, kejadian kemarin yang Lukman nggak mau pakai baju?”
Saya jawab “Mmm tau sedikit, kenapa Reza?” (mancing dia utk cerita, mau tahu kenapa dia ngomong begitu)


R “Iya, kemarin itu Papa marah, suaranya keras sampai Reza tutup kuping pakai bantal”
M “Papa bilang apa?”
R “Papa bilang: kalau Lukman nggak mau diurusin, ya udah diluar kamar aja situ nggak usah bobo”
M “Trus Lukmannya gimana?”
R “Lukmannya nangis dipintu kamar sambil tangannya di awe-awe ke Papanya, bilang ‘sini Papa sini’…… ”
M “Trus Papanya gimana?”
R “Trus Papa suruh Lukman masuk, dan Lukmannya belagak2 kedinginan spt kaya habis mandi gitu”
M “Trus gimana, Lukmannya ngapain lagi?”
R “Trus Papanya gosok Lukman pake minyak telon, tapi Lukmannya masih bilang dingin dingin gitu”
M “Trus?”
R “Trus Papa bilang, kalau kedinginan ya pake bajunya, tapi mulanya nggak bantuin”
M “Trus bisa adeknya pake baju sendiri?”
R “Dia sih coba pake pampersnya, tapi nggak bisa…. jadi dibantuin sama Papa”
M “Jadi akhirnya mau juga ya pake baju adeknya?”
R “Iya….”

Saya geliiii banget, tapi selain itu juga seneeeng banget karena Reza concern banget dengan kejadian kemarin itu, sampai merasa harus khusus bilangin tentang itu ke Mamanya.
Waktu saya jemput Papanya malamnya, dimobil saya omongin tuh yang Reza bicarakan tadi.
Papanya terkikik-kikik geli, tapi senang karena Reza bisa menceritakan kejadiannya dengan baik, persis seperti yang diceritakan Papanya sebelumnya.
Papanya bilang “Walaupun Reza seneng banget godain adeknya, tapi kejadian seperti ini bikin kita tahu kalau sebetulnya dia sayang banget sama adeknya ya”
Hehehe😀

amplops

Ini dia amplop yang dibuat Reza sambil ceritakan concernnya itu. Tadinya belum ditulis apa-apa, dan waktu saya lihat gambar kucing-kucing itu saya bilang “Wah bagus, amplopnya buat siapa?” Rezanya mikir, terus nulis-nulis, dan akhirnya kasih ke Mamanya amplop itu sambil bilang “Buat Mama aja”. Sooo sweet….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s