Reza Iri

ayams

Hari Minggu kemarin saat kita lagi dijalan, Ayang lihat pedagang asongan menjual mainan ayam-ayaman dilampu merah. Ayam2an ini digerakkan oleh benang yang diikat ke bola. Kalau bolanya digerakkan memutar, ayam2nya seperti mematuk gambar beras ditengah2nya, secara bergantian. Karena memang lucu, dan bisa ditawar, ya udah, dibeli lah satu untuk Lukman. Sempat sih Ayang mau belikan dua, tapi karena mainan itu buat anak2 banget, Mamanya bilang Reza enggak usah dibeliin, cukup berdua aja dengan Lukman.

Sampai dirumah Lukman syennnengg banget lihat ayam2an itu, sampai bilang “Waaw” sambil pegang kedua pipinya plus senyum lebaaar banget. Dia langsung mau main, begitu juga Reza. Setelah Reza mencoba sebentar menggerakkan ayam2an itu, Lukman gantian memainkannya dan nggak mau melepaskan lagi. Papa Mamanya masuk kamar, Lukman juga ikutan sambil terus mainkan ayam2an itu.

Rupanya Reza jadi iri, dan waktu Mamanya keluar kamar, Reza mukanya ditekuk, dan matanya digosok2, sambil bilang “Reza iri….”. Mamanya sudah nebak, tentang ayam2an nih. Mamanya bilang “kenapa, mau main ayam2an juga”. Reza bilang “kok Mama cuma beliin Lukman aja sih, Reza kan mau juga…” trus Mamanya bilang “mainan itu yang belikan Ayang, Reza. Lagian kan Reza dibeliin baju, adek nggak dibeliin baju, jadi Lukman dapat ayam, Reza dapat baju”. Reza masih ngotot, dan suaranya separuh menangis “Tapi Reza nggak mau baju, maunya ayam2an”. Mamanya bilang lagi “Reza, itukan mainan untuk anak2 kecil, masa Reza mau juga?” Reza makin sebel “Tapi Reza mau dibeliin juga” sambil nendang mainan Lukman yang tergeletak dekat kakinya. Wah Mamanya lihat Reza jadi marah2 gitu jadi diem aja, biar Rezanya nggak makin sewot. Lalu Papanya keluar kamar juga, dan lihat Reza lagi ngambeg gitu. Papanya ajak Reza ngomong, dan sama aja, Papanya juga bilang Reza sudah terlalu besar untuk mainan seperti itu. Lagipula kan bisa sharing sama adeknya, nggak perlu masing2 dibelikan. Reza tetap ngambeg, pake nangis pula.

Cukup lama didiemin, sempat ditinggal kekamar, Rezanya masih nangis2 sedih sambil tendang2 mainan adeknya yg banyak bertebaran didepannya. Akhirnya Mamanya bilang “Jangan ditendang2 gitu dong, nanti jadi rusak”. Rezanya makin sebel, dia bilang “biarin rusak, kan adek dibeliin terus…”. Waduh, susah ya kalau lagi emosi gitu. Akhirnya Mamanya ajak Reza mendekat “sini deh Reza, Mama bilangin”. Rezanya nurut, mendekat ke Mamanya. Lalu Mamanya gosok2 punggung Reza sambil ngomong “Mama tahu, Reza sekarang lagi sedih kan?” Rezanya cuma “snifff….” terus Mamanya ngomong lagi “Mama juga pernah sediiih banget dulu waktu masih kecil. Sebabnya gini nih, kalau ada yang ulangtahun, entah MakTuan, atau Bum2, atau Mama sendiri, kita bertiga dapat kado semua, walaupun yang ulangtahun lebih besar kadonya. Begitu terus tiap tahun, kalau salahsatu ada yang ulangtahun semuanya dapat kado. Nah waktu udah mulai besaran, kalau nggak salah kelas 3, Ayang kasih tahu kalau mulai tahun itu yang dapat kado adalah yang berulangtahun saja, yang lain enggak lagi. Waktu dijelasin seperti itu Mama sih mengerti, dan tahu memang mustinya yang dapat kado hanya yg ulangtahun, tapi tetep aja rasanya sediiih banget, dan pinginnya tetap dapat kado siapapun yang ulangtahun”. Rezanya dengerin, dan kelihatannya lebih tenang sedikit, nggak tahu apakah karena ceritanya, atau karena dapat simpati Mamanya yang gosok2 punggungnya. Jadi Mamanya selesaikan deh ceritanya “Jadi Mamanya mau walaupun Reza sedih tapi bisa mengerti, bahwa nggak selamanya Ayang atau PapaMama belikan apa2 serba dua. Kadang cuma untuk adek Lukman, kadang cuma untuk Reza saja.  Kalau Reza mau, pinjam saja punya adek, pasti dia mau kasih”. Kebetulan adeknya sudah keluar kamar, nonton TV dan ayam2an diletakkan dikursi dekat Reza. Mamanya bilang “nah tuh adeknya lagi nggak mainin, pinjem aja sama adek”. Reza langsung ambil ayam2annya, dan bilang sama adeknya “pinjem ya Lukman”. Eeee Lukmannya dg galak rebut lagi ayam2an itu, sambil bilang “Punyaku!!!”. Terus Mamanya bilang “Iya, itu punya Lukman, tapi kakak boleh pinjam ya sebentar?”. Lukmannya jawab “Boleh…” terus dikasihkan ayam2annya ke Reza. Rezanya seneng, diperbolehkan main juga sama adeknya.

Kids…..😀

2 thoughts on “Reza Iri

  1. Hai Rizki, mainan seperti itu sering dijual dilampu-merah2 sama pedagang asongan. Ditempat yg dulu tante beli sudah nggak ada lagi yg jualan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s