One Fun Day with FeMale

Hari Senin diawal bulan Agustus, Mamanya dapat telepon dari FeMale radio, yang mengabarkan tentang acara FeMale Club Weekend dihari Sabtunya, tgl 8 Agustus 09. Minggu sebelumnya sudah lihat sih iklan acara itu di FB, tapi karena anak-anak baru sembuh dari flu, Mamanya nggak berpikir mau ikutan. Tapi karena telepon itu, mengingat acara seperti itu disukai anak-anak, melihat anak-anak sudah cukup fit, jadi berminat juga apalagi Papanya juga setuju ikutan.

Jam 6 pagi hari Sabtu itu kita sudah sampai di Ratu Plaza, dan saat berjalan menuju office towernya, kita lihat paman Gery dan tante Fla yang rupanya ikut juga dan jadi pembawa acaranya. Di lift menuju kantor FeMale paman Gery sempat menggoda Lukman yang lagi tutup kuping (seperti biasanya dia lakukan kalau merasa nggak nyaman ditempat baru). Selesai registrasi ulang, kita turun dan masuk ke bis 2, salah satu dari 5 bis rombongan. Reza terlihat senang, karena saat naik bus ketemu om Dipa Mulya, sang newscaster. Lukman juga kelihatan senang, sudah mulai ketularan excitement kakaknya.

Jalan menuju Bella Campa, Gadog, Puncak cukup macet seperti biasa, tapi sesampainya disana dan melihat pemandangan yang indah, udara yang segar, hilang deh rasa pegel dibus tadi itu.

1 2

Setelah sampai, rombongan berkumpul di ruangan terbuka, dimulai deh acaranya. Awalnya ada ‘penyuluhan’ mengenai gizi dari sang sponsor, Nestle. Setelah itu ada beberapa games, yang masih berkaitan dengan isi penyuluhan tadi. Reza dan Papanya sama-sama mengerjakan games, sedangkan Lukman yang bosan dengan acara games dan sudah gatal-gatal kakinya pingin menjelajah tempat baru, lari terus keluar ruangan, melihat bunga-bunga, kupu-kupu dan pemandangan sekelilingšŸ˜€

4 5 3 7

Selesai acara games, kita makan siang bersama. Wah menunya pas banget, nasi timbel dan kawan-kawan. Reza yang belum pernah makan nasi timbel seneng banget mencicipi makanan itu.

11

Selesai makan, rombongan berkumpul lagi, dan selanjutnya rombongan dibagi dua: yang pertama ikut fun games, sedangkan lainnya ikut trekking. Menimbang Lukman yang bakal bosen kalau ikut games lagi, kita semua ikut trekking. Awal-awal sih semangat, jalannya masih cukup lancar. Tapi setelah mendekati pertengahan jalur, berhubung jalannya naik-turun, mulai deh napas ini ngos2an…. ketahuan jarang olahraga sih hehehe… Untung panitia tahu aja kondisi rombongan, kita sempat berhenti dulu, minum dulu. Kemudian lanjut lagi, kali ini jalur mulai melewati kebun jagung juga kacang panjang, ubi, singkong, dan persawahan yang baru dipanen padinya. Tentunya pemandangan yang tidak biasa buat Reza dan Lukman sangat menarik buat mereka. Lukman yang mulai cape, minta digendong sama Papanya. Reza yang ngiri sama adeknya, ngeledekin denganĀ  bernyanyi “Tak gendong…. kemana-mana… tak gendong… kemana-mana, enak toh…” hahahahašŸ˜€

Akhirnya kita sampai dilokasi yang dituju, sudah ada dua ekor kerbau dengan bajaknya menanti, dan juga bibit-bibit ubi untuk ditanam. Bergantian lah anak-anak menaiki bajak tersebut, dan setelah itu belajar menanam ubi.

16 13 14

Selesai bermain dengan kerbau dan menanam ubi, kita berjalan lagi, tidak jauh dan berhenti di ladang ubi yang siap panen. Wah walaupun harus manjat dulu, lewati pematang, anak-anak langsung menyerbu, takut nggak kebagian ubinya. Lucu sekali, nggak anak-anak, nggak orang tua sibuk mencabuti tanaman itu. Beberapa ada yang berhasil, tapi ada juga yang bertemu akar kosong, dan dengan semangat langsung mencari akar lain. Reza asik banget dengan ‘hunting’ ubi nya, dan nggak perduli walaupun sudah sekantung plastik besar hasilnya, dia masih lanjut hunting sampai panitia mengajak berpindah ke lahan sebelahnya. Ternyata Reza mengumpulkan 2 kantung plastik, lumayan berat. Siapa nih yang ketiban pulung harus bawa 2 kantung lumayan berat sepanjang jalan balik kelokasi awal? Tentu Papanya yang cuma bisa senyum2 kecut hehehe…..

19 20

Di lahan sebelah, anak-anak diajari membuat baling-baling bambu, kelocer bahasa sundanya. Setelah sama-sama membuat, mereka ramai-ramai mencoba. Tapi sayang, angin lagi tidak bersahabat, hanya sebentar anak-anak bisa memainkan baling-baling bambu tersebut karena angin kurang kencang. Selesai bermain, dan mengantungi baling-baling bambu, kita kembali ke lokasi awal.

24

Disana sudah ada beberapa anak meluncur dengan flying fox, membuat Reza berteriak “Mauuuu…..”. Saya tanyakan Lukman, apakah mau juga ikut? Lukman bilang “Mau”. Wah hebat! Tapi rupanya sampai dibawah tempat peluncuran flying fox, Lukman baru sadar berapa tingginya flying flox itu, dan enggak mau terusin. Akhirnya Papanya dan Lukman turun lagi, bermain di playground saja. Kalau Reza dengan pedenya terus naik sendirian, dan meluncur flying fox sambil teriak-teriak kesenangan. Setelah flying fox, Reza lanjut meniti jembatan tali, memanjat spider web, dan sampai diujung jalur itu. Senangnya melihat dia berani lanjut sendiri nggak harus ditemani, melewati semua rintangan dengan gembirašŸ˜€

26 27 28

Acara terakhir adalah acara yang paling seru menurut Reza: Menangkap Ikan (dengan tangan lho!). Anak-anak berkumpul dipinggir salah satu kolam ikan(empang)Ā  yang sudah dikuras. Mengingat pengalaman yang lalu, Reza saya suruh buka bajunya, tinggal pakai celana pendeknya saja. Adek Lukman diajak Papanya meniti jembatan tali diatas kolam, untuk melihat jelas perburuan ikan ini dari atas kolam. Awalnya Lukman nggak mau, bilang “Takuk!” (takut) tapi waktu dipanggil Papanya yang mulai melangkahkan kaki, Lukman akhirnya berani juga ikutan meniti dibelakang Papanya.

31 32

Begitu peluit ditiup, byuuuurrrr anak-anak langsung mencebur, dan mencari-cari ikan dikolam itu. Cukup lama mereka mencari sebelum mulai satu demi satu menangkap ikannya. Reza yang serius mencari juga akhirnya mendapat ikannya, dan bangga sekali dengan tangkapannya itu. Reza bilang “Di pelihara aja ya Mama!” dan Mamanya cuma bisa senyum-senyum saja, padahal Mamanya nggak yakin apa ikan itu kuat jalan ke JakartašŸ™‚

35 36

Selesai bersih-bersih, rombongan berkumpul untuk siap-siap pulang ke Jakarta. Wah jinjingan ditangan sudah bertambah dengan pakaian kotor, 2 kantung plastik ubi, kantung plastik isi 2 ekor ikan emas (iya, satu ekor hasil tangkapan Reza, satu lagi dikasih sama Bapak peserta yang kasihan lihat Lukman nggak dapat ikan, makasih ya Paaak…). Perjalanan ke pintu keluar yang harus melewati anak tangga cukup banyak jadi tantangan terakhir rombongan. Whew, sampai bus napas ngos2an, cape tapi senang.

37 Reza sempatkanĀ  berfoto dengan om Dipa Mulya dan paman GeryšŸ˜€

Perjalanan turun ke Jakarta tidak macet, masih cukup lancar. Sampai kembali di Ratu Plaza, anak-anak tidak kelihatan terlalu cape, jadi kita sempat mampir makan malam dulu diresto favorit, mereka makan lahap juga, seneng banget melihatnya. Mamanya pikir didalam mobil nanti mereka pasti akan terlelap. Tapi ternyata enggak lho, mereka tetap bercanda-canda, seperti enggak baru pulang outing. Hmmm perjalanan yang menyenangkan untuk Reza dan Lukman…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s