Hilang!

Waktu Sekolah Tetum (sekolahnya Lukman) akan memasang spanduk didepan rumah, anak-anak pada menunggui dan ikut excited dengan kegiatan itu. Dengan adanya spanduk itu, Lukman jadi punya kebiasaan baru, melihat spanduk itu saat kita mau masuk kerumah. Jadi waktu menunggu pintu gerbang dibuka, Lukman pasti tunjuk spanduk itu dan bilang “Tetum…” dengan suara lembutnya.

Begitu juga kalau memandang keluar jendela kamar, Lukman pasti juga menyebut “Tetum” saat melihat bagian belakang spanduk itu dari kejauhan.

Ketika waktu pemasangan spanduk sudah habis, dan spanduknya diambil (entah siapa pelakunya) Lukman jadi kehilangan. Mamanya tadinya nggak ngeh kalau spanduk itu sudah nggak ada, dan baru sadar waktu Lukman colek2 tangan Mamanya sambil bilang “Tetum?” waktu habis dijemput dari sekolah. Mamanya seneng juga ya Lukman perhatikan ada perubahan dilingkungannya. Mamanya cerita hal ini sama Bu Endah, kepseknya Lukman.

Tanggapannya Bu Endah begini:

Saya menanyakan soal Lukman ngeh tentang spanduk karena ada yang penting. Kalau Lukman ngeh bahwa spanduk itu nggak ada, berarti dia sudah mengalami tahap perkembangan simbolisasi yang baik. Dia bisa membayangkan benda yang tidak ada menjadi ada. Ini berhubungan dengan permainan peekaboo dan petak umpet itu. Bedanya kalau petak umpet itu kan ‘exercise’, sementara dalam soal spanduk, Lukman sudah menerapkan object permanence dalam kehidupan nyata. Alhamdulillah ya Lukman mempunyai kognisi yang baik.

Ternyata ya, masalah ngeh dan nggak ngeh kalau ada barang yang hilang tuh penting ya dalam perkembangan anak.

Keesokan harinya, sesudah Lukman ngeh spanduk itu tidak terpasang lagi, Lukman yang baru selesai makan seperti biasa lagi memandangi halaman dari jendela kamar. Mamanya lagi asik fesbuk-an karena baru sempat buka siang itu tanpa gangguan tangan-tangan kecil😀 .

Mendadak Lukman bilang “Ya ampun, Tetum hilang!!

Hahahaha Mamanya jadi langsung berhenti fesbuk-an nya karena geli denger Lukman ngomong begitu.

Oh iya, masalah konsep ‘hilang’ memang sedang diajarkan kepada Lukman. Bu Yanti, terapis wicaranya Lukman beberapa kesempatan belakangan ini sedang bermain “apa yang hilang?” dengan Lukman.

Cara mainnya: boneka-boneka binatangnya Lukman disebar diatas meja, kemudian Bu Yanti ambil satu boneka dan bilang “Apa yang hilang, Lukman?”. Lukman senang sekali diajarkan permainan itu dan minggu berikutnya dia berinisiatif untuk memainkan peran yang bertanya. Begitu disebarkan boneka-bonekanya, Lukman mengambil satu, dia kempit di pahanya dibawah meja, dan dia tanya sama Bu Yanti “Apa yang hilang, bu Yanti?”. Waktu Bu Yanti menjawab, Lukman ngintip dulu kebawah meja untuk cek betul atau tidaknya jawaban yang diberikan!

Hahaha lucu banget, Lukman…..🙂

ni-dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s