Another Lukman’s Milestone

Sore ini Mamanya seneeeng banget, Lukman sudah bisa minta.

Selama ini Lukman masih suka membeo dan kalau minta apa2 masih dengan nunjuk2 atau narik tangan Mamanya, kecuali kalau di prompt sebelumnya untuk ngomong.

Mulai minggu yll Lukman sudah mau ngomong untuk minta walaupun singkat2. Misalnya kalau minta dipasangin CD binatang kesukaannya Lukman nunjuk CD player sambil bilang : “Mau jerapah”. Biasanya Mamanya nggak langsung pasangin, tapi Lukman disuruh menirukan dulu kalimat yang lengkap “Lukman bilang: Mama, Lukman mau pasang CD jerapah” dan biasanya Lukman mau menirukan.

Kadang Lukman juga kesal/marah kalau minta sesuatu dan kita suruh ngomong dulu. Tapi kita sih cuek saja, biar aja dia kesal/marah, karena biasanya Lukman mengalah dan mau menirukan dulu omongan tersebut.

Sore ini juga begitu.

Lukman lagi duduk dikursi makannya (yg pakai ikat pinggang biar nggak lari2🙂 ). Terus Lukman kepingin baca buku. Karena nggak bisa ngambil sendiri Lukman bunyi : “uh… uh…” sambil nunjuk dan mencondongkan badannya ke buku itu. Mamanya ngomong : “Lukman bilang” dan berhenti disitu supaya Lukman teruskan sendiri. Tapi Lukman cuma menatap muka Mamanya saja, belum menirukan. Mamanya pancing lagi : “Lukman bilang: Mama” stop lagi.

Rupanya Lukman sudah paham, dia ngomong : “Mama, Lukman mau buku”. Horeeeee Mamanya seneng banget, akhirnya Lukman bisa omongin permintaan tanpa dicontohkan sebelumnya!

Udah gitu, saat Mamanya lagi nulis post ini Lukman mendadak muncul dibelakang Mamanya sambil nyanyi “Kring kring kring ada spedah, spedahku roda tiga….” dengan nada dan ketukan irama yang pas banget! Duh pinter banget nih cayangnya PapaMamaKakak!

Note: buat yang bingung kok Mamanya seneng banget Lukman bisa minta, FYI Lukman baru bisa bilang “Mama” diumur 2 tahun 3 bulan (tanggal 20 Juli 2007) itupun setelah sebelumnya di terapi wicara selama 2 bulan. Sampai saat ini Lukman masih di terapi wicara, ditambah terapi SI dan masuk playgroup tahun kemarin.

2 thoughts on “Another Lukman’s Milestone

  1. Orang lain perlu iri karena mama Lukman mendapat kesempatan untuk mensyukuri anugrah yang kadang kita abaikan: begitu “biasanya” perkembangan bahasa anak, sehingga kita kerap luput untuk mengamati hal-hal detail, apalagi sampai berteriak, “Horee.”

  2. Yah dulu juga Mamanya nggak terlalu detail perhatikan perkembangan bahasanya Reza. Pokoknya Reza tuh tahu2 bisa aja ngomong lancar dan bawel banget. Jadi saat Lukman bermasalah dg perkembangan bicaranya kita nggak punya referensi dari perbandingannya dg Reza. Maklumlah, jadi orangtua itu nggak ada sekolahnya ya K Endah? Seandainya ada tempat belajar jadi orangtua seperti Reza & Lukman belajar di Sekolah Tetum, wah senangnya… (ngayal….)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s