Nilai Rapor Reza Kelas 1

scan0007ss

Sebelum hari terima rapor bulan Desember yll, Mamanya punya ekspektasi yang lumayan tinggi untuk rapor Reza. Maklum lah, sepanjang semester ini nilai2 ulangan Reza cukup baik, bahkan ada beberapa angka 10. Kalaupun ada ulangan yang tidak dibawa pulang, rasanya kemungkinan Reza akan mendapat nilai baik karena selama latihan dirumah Reza selalu bisa menjawab soal-soal yang diberikan Mamanya tanpa kesulitan.

Saat rapor diberikan, Mamanya lumayan kaget. Angka-angkanya sih lumayan, berkisar dari 7,82 sampai 9,23. Tapi nilai yang baik ini ternyata lebih banyak yang dibawah rata-rata kelas kecuali untuk Matematika, IPS dan Bahasa Daerah. Hal ini langsung kita tanyakan kepada ibu guru. Beliau katakan nilai rapor tidak hanya diambil dari nilai ulang akhir semester (UAS) dan ulangan harian, tapi ada juga nilai pengamatan dengan bobot sbb: UAS 30% sedangkan ulangan harian + pengamatan 70%. Pengamatan itu adalah nilai worksheet harian yang ditentukan oleh ibu guru (tidak semua worksheet nilainya dimasukkan kedalam nilai rapor).

Saat ditanya mengenai bagaimana performance Reza dikelas, bu guru bilang Reza adalah anak yang cerdas dan mudah menerima pelajaran. Kalaupun ada kesulitan, itu disebabkan karena Reza menulisnya masih lambat. Soal masalah tulis menulis Mamanya sampaikan bahwa kami dirumah sudah memantau adanya masalah. Karena itu pada liburan sebelum hari pengambilan rapor itupun kami sudah bawa Reza ke klinik tumbuh kembang untuk konsultasikan kesulitannya tersebut. Sejauh pengamatan terapis disana masalah lambatnya Reza menulis hanya karena kurang flexiblenya pergelangan tangan Reza, dan hanya perlu latihan saja.

Selain dari masalah tulis menulisnya itu keluhan bu guru adalah kebiasaan Reza untuk ‘nyelak’ kalau bu guru sedang menerangkan. Hmmmm kebayang deh sama Mamanya, wong dirumah aja kalau sudah ada yang dipikirin Reza langsung bicara, walaupun sudah diajarkan sopan santun berbicara🙂

Sampai dirumah kepikiran terus ya kok nilainya Reza bisa dibawah rata-rata kelas, walaupun sedikit bedanya. Apakah begitu ketatnya persaingan dikelas itu? Tapi keyakinan Mamanya bahwa Reza seharusnya mampu untuk bisa diatas rata-rata kelas terus mengusik, sampai akhirnya Mamanya telepon bu guru dan minta ketemu untuk dapat penjelasan apasih masalahnya untuk dapat kita perbaiki di semester selanjutnya.

Singkatnya kami bertemu kedua bu guru kelas Reza hari Sabtu kemarin. Kami diperlihatkan detail nilai-nilai yang menjadi komponen dari nilai rapor final. Jadi seperti yang dikatakan bu guru sebelumnya selain nilai UAS dan ulangan harian ada banyak nilai worksheetyang menjadi komponen dari nilai rapor final. Saat melihat nilai worksheet, kembali kami terkejut karena nilai worksheetnya Reza sangat bervariasi, dari nilai 10 sampai nilai 2 yg terrendah. Kami lalu tanyakan penyebab Reza bisa dapat nilai serendah itu. Rupanya menurut bu guru pada saat itu Reza tidak menyelesaikan worksheetnya, dan sering kali dia lambat mengerjakannya padahal sebetulnya dia bisa menjawab soal-soal yg diberikan. Saat kami tanya lagi apa penyebab lambatnya Reza menyelesaikan worksheet, menurut bu guru sebenarnya tidak ada hal yang menjadi masalah. Seringkali ditengah mengerjakan soal Reza malah asik memperhatikan bolpoin barunya, atau mencoret-coret di buku/mejanya sehingga walaupun sudah diingatkan Reza terlihat tidak serius menyelesaikan worksheetnya.

Karena seringnya Reza mengerjakan worksheet sampai lewat dari batas waktu yang ditentukan, bu guru kemudian mengurangi nilainya, supaya adil karena teman2nya yang lain berusaha untuk mengerjakan sebelum batas waktu. Sayangnya bu guru tidak memperlihatkan pengurangan nilai tersebut pada kertas worksheet yang kemudian dibawa pulang. Sehingga baik Reza maupun Mamanya tidak mengetahui adanya pengurangan nilai dan menganggap semua berjalan baik tanpa ada masalah.

Seandainya bu guru memperingatkan kami sebelum terima rapor, tentunya kami sudah bisa bicara kepada Reza agar lebih serius saat mengerjakan worksheet. Kami sendiri juga sebelumnya menganggap worksheet adalah bagian dari proses belajar, dimana murid masih diberi kesempatan untuk membuat salah, sehingga bu guru tahu kalau muridnya ini masih belum mengerti sehingga masih membuat kesalahan. Seandainya diberitahu dari awal bahwa nilai worksheet dimasukkan sebagai komponen dari nilai rapor final tentunya kami juga lebih memperhatikan lagi dari yang sudah terjadi.

Akhirnya kami minta kepada bu guru jika ada pengurangan nilai agar dituliskan pada worksheet tersebut. Dengan demikian Reza tahu konsekwensinya jika ia berlambat-lambat mengerjakan worksheet dan kami dirumahpun tidak salah prediksi, menganggap disekolah tidak ada masalah karena nilai worksheet yang dibawa pulang bagus semua.

Keesokan harinya Mamanya bicara serius dengan Reza, menjelaskan arti nilai rapornya, arti nilai rata-rata kelas, kemudian apa yang harus Reza perbaiki untuk mendapat nilai lebih baik lagi. Reza juga terlihat terkejut saat diberitahu adanya pengurangan nilai, tapi saat Mamanya bicara dia diam dan serius mendengarkan. Waktu Mamanya tanya apakah Reza paham yang dibicarakan, Reza mengiyakan. Dan waktu ditanya apa kesulitannya, kenapa Reza sering lambat mengerjakan worksheet Reza kelihatan mencari-cari alasan, dan jawabannya “Karena Reza suka ngobrol”. Setelah itu Mamanya tanya apa ada kesulitan lain yang Reza mau bicarakan? Reza jawab tidak ada. Mamanya kemudian mengakhiri pembicaraan karena sudah waktu makan siang.

Saat makan siang itu kami sengaka tidak membicarakan nilai rapor, malahan kami bicara tentang FaceBook, yang jadi hobbynya Reza sekarang. Saat Reza diberitahu ada yang membuat group sekolahnya di FaceBook, Reza spontan bilang “Mau ikutan ah! Nanti Reza mau tulis disitu: Teganya, teganya, teganya……” sambil dilagukan spt lagu dangdut. Mamanya tanya : “Tega apanya, Reza?”. Reza bilang “Karena yang tadi itu, Mama, masak cuma terlambat selesaikan worksheet aja dikurangi nilainya?”. Mamanya jadi ngeh Reza baru ber-reaksi nih dari apa yang kita bicarakan tadi. Terus Mamanya bilang “Ya sekarang adil nggak buat teman2 yg lain, mereka sudah berusaha kerjakan sesuai dg waktu yg diberikan, mungkin ada salah atau ada kurangnya mengingat waktunya nggak cukup tapi dikumpulkan karena sudah waktunya. Sedangkan Reza kumpulin worksheet lewat dari batas waktu, bener semua karena lebih banyak waktunya. Kira2 adil nggak kalalu begitu?”. Reza bilang “Nggg… mestinya sama aja dong Mama” rupanya dia masih penasaran kenapa kok nilainya harus dikurangi. Terus Mamanya bilang lagi “Kalau bu guru kasih batasan waktu, itu juga biar kelihatan muridnya bisa nggak, mengerti nggak bahan yang diuji itu. Jadi kalau Reza memang bisa jawab, musti dibuktikan, kasih lihat Reza mampu jawab semua pertanyaan dalam batas waktu yang dikasih bu guru”. Akhirnya Reza manggut-manggut, kelihatannya lebih paham.
Mudah-mudahan🙂

Ternyata nggak mudah ya jadi orangtua murid kelas 1 SD! Hehehe…..

2 thoughts on “Nilai Rapor Reza Kelas 1

  1. Blog walking….
    Salam kenal, menarik sekali postingannya. sebagai guru yang ngajar di SD sy jadi tau perasaan baik murid maupun parents yg memang memberikan perhatian thd perkembangan anaknya di sekolah.
    Gmn prestasinya reza skrg Bunda? Semoga makin bagus ya…

  2. Wah senang sekali, ketemu bapak guru yg senang membaca blog.
    Reza memang tidak mulus perjalanannya di SD, mulai kelas 1 sampai kelas 3 selalu dpt keluhan dari guru kelas, mengenai masalah yg sama. Kelas 4 anakku dapat bu guru yang lebih bisa memahami, sehingga prestasinya pun membaik.

    Tapi dikelas 5 justru terjun bebas nilai2nya, membuat kami cukup kawatir. Bapak bisa baca di tulisan ini:
    https://mamanya.wordpress.com/2013/01/15/rainy-night-what-a-mellow-night/

    Namun dengan segala usaha yang kami lakukan saat itu Reza bisa memperbaiki prestasinya, bahkan lulus dari SD dg nilai yang sangat baik.
    Bisa bapak baca di beberapa tulisan ini:
    https://mamanya.wordpress.com/2013/12/21/bersyukur-di-penghujung-tahun/
    https://mamanya.wordpress.com/2014/06/25/sweet-closure-rezas-graduation-day/

    Sekarang di SMP sepertinya Reza mendapatkan sekolah yang sangat memahami murid-muridnya, ia selalu bersemangat dan menjadi lebih bertanggung jawab dengan tugas-tugas disekolah. Salah satu contohnya seperti tulisan ini:
    https://mamanya.wordpress.com/2014/09/09/hitler-dan-stalin/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s