Cerita Bicaranya Lukman

ummaannn

Terapi Lukman di klinik saat ini ditekankan kepada kemampuan komunikasi dua arah karena walaupun modalnya sudah cukup banyak, kosakata yang bisa diucapkan sudah banyak, untuk sementara ini Lukman lebih banyak echolalia/membeo bicaranya.

Melihat Lukman sukaaa banget dengan binatang, salah satu permainan yg dilakukan terapisnya pakai miniatur binatang-binatang untuk alat bermain, dlengkapi dg alas plastik bergambar gunung, sungai, jembatan, dll. Di pertemuan2 yll biasanya terapisnya bicara, bercerita dan Lukman melakukan instruksi sesuai perannya. Misalnya “Kuda mau pergi kesungai” nah Lukman menggerakkan kudanya ke gambar sungai itu. Tapi kemarin Lukman yg sudah cukup paham dengan permainan tersebut punya imajinasi sendiri. Awalnya semua binatang diatur Lukman ke posisi tidur, kemudian dia ambil ayam jago dan bunyikan “Kukuruyuuuuk” setelah itu Lukman bangunkan semua binatang ke posisi berdiri!

Selain itu Lukman juga sudah bisa menjawab ketika terapisnya pegang kambing Lukman pegang badak dan si kambing tanya sama badak “Siapa namamua?” Lukman jawab “Aku badak”. Duh senangnya Lukman sudah mulai bisa menjawab, bukan hanya membeo.

Sepulang dari klinik, kita lewati Cilandak Mall. Beberapa kali sebelumnya kita suka mampir di Mall ini setelah terapi karena ada keperluan. Kemarin karena nggak ada keperluan ya kita lewati saja mall itu. Ehhhh Lukmannya mendadak ngomong “Mau kesini… mau kesini…” sambil nunjuk mall itu dan senyum yang lebaaaar…. hahaha Mamanya dan Reza jadi ketawa dan bujukin “Besok-besok ya, sekarang kita langsung pulang”. Syukur Lukmannya nggak kekeuh, dan ketawa2 karena ditiru omongannya itu sama Reza.

Sampai rumah Lukman sudah lapar, dan membuka sendiri lemari tempat kudapannya. Dia ambil sebungkus Oreo, dan rupanya Lukman ingat banget iklan Oreo sampai2 waktu kemarin itu langsung bilang “Utar, jiat, clupin, mwah-mwah” sambil gaya seperti cium kanan kiri sebelum memakan biskuit itu. Mamanya bingung juga, kok pake mwah-mwah begitu. Kalau dputar, dijilat, dicelupin kan memang begitu iklannya. Akhirnya Mamanya mantengin tivi, nunggu iklan Oreo itu. Rupanya Lukman niru banget iklannya. Diiklan itu ada seorang bapak yang memberikan Oreo kepada kedua anaknya. Setelah kasih Oreo dan mencicipinya kedua anaknya itu dicium, kanan-kiri. Makanya Lukman nirukan persis pake mwah-mwah begitu hehehehe….

Saat waktunya makan sore, Lukman didudukkan dikursi, dan seperti biasa harus nonton tivi supaya betah duduk sampai habis makannya dan enggak lari2. Ada kejutan lagi, Lukman bilang “Mau jerapah” sambil menunjuk vcd player. Rupanya dia mau nonton vcd jerapah yang baru dibeli kemarin. Wahhh satu kemajuan lagi nih, sudah bisa bilang apa yang dia maui.

Selain Oreo, ada lagi satu iklan yang bisa Lukman tirukan. Tadi saat kita dimobil mau pergi kerumah kakak Papanya Lukman bermain dengan sweater Mamanya. Dia pakai sweater itu dikepalanya, sehingga kelihatan seperti pakai kerudung.

Lalu Lukman bilang “Papa sakit” terus dia buka kerudungnya itu sambil bilang “Huaaaaa”. Tadinya Mamanya nggak engeh, tapi Reza bilang “Tuh adek ikut2an iklan obat flu”. Baru deh Mamanya ngerti Lukman lagi tiru iklan, dimana bintangnya beracting sebahai suami yang sudah sembuh flunya belagak masih sakit, dan mengejutkan istrinya dengan tiba2 membuka handuk yang menutupi kepalanya 😆

Wahhh Lukman paling bisa ya tiru meniru!

One thought on “Cerita Bicaranya Lukman

  1. wah seneng yah ……. kebetulan saya juga punya anak yang speech delayed jadinya bisa ngerasaiin perasaannya waktu Sang anak bisa ngucapin kata-kata, walaupun masih terbatas dibanding anak lain seusiannya. Salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s